Perempuan Tani di Kotandelu Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan, Polres Sikka Turun Langsung Beri Pendampingan
Kegiatan pemantauan pekarangan pangan bergizi di Desa Kotandelu menunjukkan bahwa kolaborasi antara Kelompok Wanita Tani dan Polri mampu mendorong kemandirian serta ketahanan pangan masyarakat, dengan hasil yang produktif, swadaya, dan berkelanjutan dalam mendukung program nasional.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 17 April 2026 — Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, geliat nyata justru tampak dari pelosok desa.
Di Dusun Kalimati, Desa Kotandelu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, sekelompok perempuan tani membuktikan bahwa pekarangan sederhana dapat menjadi sumber pangan bergizi sekaligus penggerak ekonomi keluarga.
Jumat pagi (17/4/2026), suasana di lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi milik Maslina Maga terlihat hidup. Ratusan tanaman buncis dan mentimun tumbuh rapi, menandai keseriusan Kelompok Wanita Tani “Petani Milenium” dalam mengelola program pekarangan pangan bergizi.
Kegiatan pemantauan yang dimulai pukul 08.30 WITA itu dipimpin oleh Polisi Penggerak dari Polsek Paga, AIPDA Maxi Milianus Epu. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan.
“Pekarangan ini bukan hanya soal tanam-menanam, tetapi tentang kemandirian dan ketahanan masyarakat menghadapi tantangan ekonomi,” tergambar dari pendekatan yang dilakukan di lapangan.
Dengan jumlah tanaman mencapai 300 pohon buncis dan 175 pohon mentimun, kelompok ini mengelola lahan secara terstruktur. Seluruh proses, mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, perawatan hingga panen dilakukan secara gotong royong. Bahkan, hasil panen telah dipasarkan ke pasar lokal sebagai sumber pendapatan tambahan.
Menariknya, seluruh kebutuhan produksi seperti pupuk urea sebanyak 10 kilogram, pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 25 kilogram, hingga obat hama seperti Curacron dan Danke diperoleh secara swadaya oleh pemilik lahan. Hal ini menunjukkan tingkat kemandirian yang tinggi dari kelompok tani tersebut.
Ketua kelompok, Maslina Maga, menjadi motor penggerak yang mampu menjaga kekompakan anggotanya. Di bawah kepemimpinannya, Kelompok Wanita Tani “Petani Milenium” terus menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan pertanian pekarangan berbasis kebutuhan gizi keluarga.
Sementara itu, peran Bhabinkamtibmas terlihat semakin strategis. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif memberikan motivasi, pendampingan, dan semangat kepada masyarakat agar tetap produktif dan inovatif dalam mengelola lahan.
Pendekatan humanis yang dilakukan aparat kepolisian ini menjadi bagian dari transformasi peran Polri yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung program-program prioritas pemerintah.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WITA tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. Namun lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat: ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari skala besar, tetapi bisa tumbuh dari pekarangan rumah, dari tangan-tangan sederhana yang bekerja dengan tekun dan penuh harapan. [Cm24]


