Lawan Perundungan Sejak Dini: Polres Sikka Tanamkan Nilai Persahabatan di SMPK Bina Wirawan Maumere
Kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan oleh Polres Sikka di SMPK Bina Wirawan Maumere berlangsung aman dan mendapat respon positif dari pihak sekolah serta siswa. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai persahabatan dan kepedulian, guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 25 April 2026 — Upaya membangun generasi muda yang berkarakter dan bebas dari kekerasan terus digencarkan oleh Polres Sikka. Sabtu pagi (25/4/2026), suasana Aula SMPK Bina Wirawan Maumere tampak berbeda.

Ratusan siswa kelas VII dan VIII duduk dengan penuh perhatian, menyimak setiap pesan yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) yang dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Sikka, AKP I Wayan Oka Deswanta, SE.
Sejak pukul 07.00 WITA, kegiatan diawali dengan apel bersama yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Dalam kesempatan tersebut, AKP I Wayan Oka Deswanta.,S.E., tampil tidak sekadar sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai figur pembina yang mengedukasi dan merangkul para pelajar agar berani berkata tidak terhadap segala bentuk perundungan.
Dalam penyampaiannya, ia mengurai secara lugas dan menyentuh tentang apa itu perundungan, mulai dari bentuk fisik, verbal, hingga perundungan sosial yang kerap luput dari perhatian namun meninggalkan luka mendalam bagi korban.
Ia menegaskan bahwa perundungan bukan hanya persoalan kenakalan biasa, melainkan ancaman nyata bagi tumbuh kembang mental dan masa depan generasi muda.
“Perundungan bisa merusak kepercayaan diri, menimbulkan trauma, bahkan berdampak panjang pada kehidupan seseorang. Karena itu, harus dihentikan dari sekarang,” tegasnya di hadapan para siswa.
Lebih jauh, para siswa diajak untuk memahami bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Tidak hanya dengan tidak menjadi pelaku, tetapi juga berani menjadi penolong dan sahabat bagi mereka yang menjadi korban.
Pesan-pesan moral pun ditegaskan dengan kuat dan sederhana, namun sarat makna: katakan tidak untuk perundungan, jadilah sahabat sejati, dan bersama wujudkan sekolah yang aman serta membahagiakan.
Kehadiran Kepala Sekolah SMPK Bina Wirawan, Sr. Awu Maria Immaculata, CIJ, bersama para guru pembina, semakin memperkuat sinergi antara pihak kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentengi generasi muda dari perilaku menyimpang.
Antusiasme para siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga menunjukkan respon aktif terhadap materi yang disampaikan. Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak kami. Kami berharap Polres Sikka dapat terus hadir memberikan edukasi kepada siswa,” ungkap salah satu guru pembina.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 08.30 WITA ini berlangsung aman, tertib, dan penuh makna. Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perang melawan perundungan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama—dimulai dari ruang kelas, dari kata-kata sederhana, hingga tindakan nyata.
Di tengah meningkatnya tantangan sosial di kalangan remaja, langkah preventif seperti ini menjadi investasi penting bagi masa depan. Sebab, sekolah yang aman bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi yang berani, peduli, dan saling menghargai.[Cm24]


