Polsek Bola Polres Sikka Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Penanaman 7.000 Bibit Cabai di Desa Kloangpopot
Kegiatan penanaman sekitar 7.000 bibit cabai keriting di Desa Kloangpopot menjadi langkah nyata penguatan ketahanan pangan berbasis desa melalui sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, masyarakat, dan aparat kepolisian. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam pendampingan serta monitoring diharapkan mampu memastikan program berjalan optimal, sehingga tidak hanya mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui sektor hortikultura.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 2 Juni 2026 – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan menjaga stabilitas pangan masyarakat, langkah konkret ditunjukkan di Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

Sebanyak kurang lebih 7.000 anakan cabai keriting mulai ditanam di lahan hortikultura seluas sekitar setengah hektare sebagai bagian dari penguatan sektor pangan berbasis desa.
Kegiatan penanaman berlangsung pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di lahan pekarangan milik Wiyanto Salo, Ketua Kelompok Tani *Sinar Mentari*, yang berlokasi di RT 10 RW 03, Dusun Wualadu, Desa Kloangpopot.
Lahan tersebut kini dikelola melalui skema kerja sama bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kloangpopot untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Di balik deretan bibit cabai yang ditanam, tersimpan harapan besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa. Cabai keriting dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas hortikultura ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang kerap memicu gejolak harga pasar. Karena itu, pengembangannya dipandang strategis untuk menopang pendapatan warga sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan.
Mengawal langsung kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kloangpopot, AIPDA Armando hadir melakukan monitoring serta pendampingan lapangan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di sektor pangan.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian menjadi sinyal bahwa ketahanan pangan tidak lagi dipandang semata urusan petani, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor.
Dalam kegiatan itu, AIPDA Armando menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani dan pengelola BUMDes yang telah mengambil langkah nyata dengan mengembangkan lahan produktif demi mendukung program Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh proses tanam, tetapi juga konsistensi dalam perawatan hingga masa panen. Karena itu, kelompok tani diharapkan menjaga kebun cabai secara serius agar hasil yang diperoleh dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kelompok tani harus terus menjaga dan merawat tanaman dengan baik agar hasil panennya maksimal. Ini bukan sekadar program menanam, tetapi upaya membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesan AIPDA Armando kepada para peserta kegiatan.
Tidak berhenti pada tahap penanaman, Bhabinkamtibmas juga memastikan akan melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan kebun hortikultura tersebut. Langkah itu dilakukan agar program ketahanan pangan benar-benar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Secara teknis, lahan hortikultura yang digunakan memiliki status kepemilikan bersertifikat dan disewakan kepada BUMDes Kloangpopot dengan nilai Rp1.500.000 per tahun untuk jangka waktu satu tahun. Pembiayaan program berasal dari alokasi Dana Desa tahun 2025 sebesar 20 persen yang diperuntukkan khusus bagi penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Dalam proses budidayanya, kelompok tani memanfaatkan pupuk kompos dan pupuk biobos sebagai nutrisi alami tanaman guna menjaga kesuburan tanah serta mendukung pola pertanian yang lebih ramah lingkungan. Sementara untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman, digunakan obat Demolis dan Aliga guna memastikan pertumbuhan cabai tetap optimal.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Penjabat Kepala Desa Kloangpopot, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Ketua dan anggota BUMDes, kelompok tani, serta warga masyarakat ikut hadir dan terlibat dalam aktivitas penanaman. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan semangat gotong royong desa dalam mengelola potensi pertanian secara produktif.
Di tengah dinamika ekonomi desa dan tantangan sektor pertanian, langkah Desa Kloangpopot membangun kawasan hortikultura menjadi contoh bahwa pemanfaatan lahan produktif dapat menjadi solusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat. Jika dikelola secara konsisten, kebun cabai tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program ketahanan pangan, tetapi juga sumber penghidupan baru bagi warga.
Polsek Bola melalui peran aktif Bhabinkamtibmas pun menegaskan komitmennya dalam mendukung tercapainya swasembada pangan, khususnya di bidang hortikultura. Harapannya, sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, BUMDes, dan aparat keamanan dapat memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari sektor pertanian berbasis desa.
Kegiatan penanaman berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah desa bersama masyarakat menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Bhabinkamtibmas demi menyukseskan program ketahanan pangan yang diharapkan mampu membawa manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan warga. [Cm24]


