Dari Dapur SPPG ke Sekolah dan Posyandu, MBG Sikka Tembus 41 Ribu Penerima

Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sikka pada Rabu, 4 Februari 2026, berjalan aman, tertib, dan lancar. Program ini menjangkau 41.696 penerima manfaat dari kalangan peserta didik, tenaga pendidik, serta kelompok rentan melalui Posyandu, tanpa ditemukan kendala di lapangan, dan dilaksanakan sesuai standar menu gizi serta dalam pengawasan personel Polres Sikka.

Dari Dapur SPPG ke Sekolah dan Posyandu, MBG Sikka Tembus 41 Ribu Penerima
Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka Capai 41.696 Porsi, Berjalan Aman dan Lancar

Tribratanewssikka.com - 5 Februari 2026. Kabupaten Sikka kembali menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional melalui pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintah Pusat. 

 

Pada Rabu, 4 Februari 2026, sejak pukul 08.30 WITA, kegiatan pendistribusian MBG dilaksanakan secara serentak di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan mendapatkan rekomendasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Program MBG ini menyasar kelompok masyarakat prioritas yang menjadi fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, yakni peserta didik, tenaga pendidik, serta kelompok rentan melalui Posyandu yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. 

 

Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan berkualitas.

 

Hingga saat ini, terdapat 15 SPPG di Kabupaten Sikka yang telah aktif melaksanakan pendistribusian MBG. Sebaran SPPG tersebut meliputi beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Alok, Alok Timur, Alok Barat, Kangae, Kewapante, Nita, Koting, dan Lela, dengan jumlah penerima manfaat yang bervariasi di setiap dapur layanan.

 

Di Kecamatan Alok, pendistribusian dilakukan oleh lima SPPG dengan total ribuan porsi makanan bergizi yang disalurkan kepada masyarakat. SPPG Alok 001 hingga Alok 005, yang dikelola oleh berbagai yayasan sosial dan kemasyarakatan, mendistribusikan makanan bergizi dengan jumlah porsi mulai dari 1.428 hingga 3.257 porsi per dapur. 

 

Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Sementara itu, di Kecamatan Alok Timur, tiga dapur SPPG turut berperan aktif dengan total pendistribusian mencapai ribuan porsi. 

 

Dapur SPPG Waioti serta dua dapur di wilayah Nangameting menjadi tulang punggung layanan MBG di kawasan tersebut, menjangkau peserta didik dan kelompok rentan secara merata. 

 

Pendistribusian juga berjalan optimal di wilayah Alok Barat, Kangae, Kewapante, Nita, Koting, dan Lela, dengan masing-masing kecamatan dilayani oleh dapur SPPG yang telah memenuhi standar kelayakan operasional. 

 

Setiap dapur melaksanakan pendistribusian sesuai kapasitas dan wilayah tanggung jawabnya, dengan jumlah porsi yang berkisar antara 2.267 hingga 3.487 porsi per dapur.

 

Sesuai dengan petunjuk teknis dari pusat pelayanan MBG, menu makanan yang disajikan menggunakan mekanisme makanan basah dan kering, dengan komposisi gizi seimbang yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan. 

 

Standar menu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian penerima manfaat, khususnya anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada hari ini tercatat sebanyak 41.696 porsi. 

 

Angka ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemerataan akses pangan bergizi bagi masyarakat, sekaligus mendukung program unggulan Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang akan diterapkan secara nasional.

 

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, tidak ditemukan kendala maupun hambatan dalam proses pendistribusian MBG. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta mendapat pengawasan langsung dari Personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

 

Dengan terlaksananya pendistribusian MBG secara optimal di Kabupaten Sikka, diharapkan program ini dapat memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat serta menjadi fondasi kuat menuju terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. [Cm24]