“Kapela St. Agustinus Riipua dipadati ratusan umat Katolik dalam momentum istimewa, Polsek Paga Turun Full Amankan Kegiatan”
Kegiatan di Riipua menjadi momentum penting yang memadukan nilai spiritual dan pembangunan nyata, ditandai dengan pemberkatan air bersih, pengembangan agrowisata, serta dimulainya kampung kreatif. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan mencerminkan kuatnya sinergi antara umat, pemerintah, dan aparat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 April 2026 – Suasana penuh iman, harapan, dan semangat kemandirian ekonomi menyelimuti wilayah Riipua, Desa Dobo, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Jumat (10/4/2026).

Ratusan umat Katolik memadati Kapela St. Agustinus Riipua dalam sebuah momentum besar yang bukan sekadar perayaan rohani, tetapi juga tonggak pembangunan berbasis umat.
Dipimpin langsung oleh Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu menggabungkan tiga agenda strategis sekaligus: pemberkatan jaringan air minum, pemberkatan Family Garden Agrowisata, serta peletakan batu pertama Sentra Kampung Kreatif Riipua.
Sejak pukul 08.15 WITA, suasana sudah tampak semarak. Kedatangan Uskup Maumere disambut meriah oleh umat bersama Pastor Paroki St. Maria Immaculata Lekebai RD. Leksi Luna, O.Carm dan para imam konselebran. Iringan Drum Band Nawa Cita Mego menambah nuansa khidmat sekaligus meriah dalam prosesi penjemputan tersebut.
Tidak hanya itu, sentuhan budaya lokal turut mewarnai penyambutan melalui sapaan adat dan pengalungan selendang oleh Ketua Panitia, Cyprianus Milianus Magmelion bersama keluarga. Momen ini menjadi simbol penghormatan sekaligus penerimaan hangat masyarakat Riipua terhadap kehadiran gembala umat mereka.
Memasuki puncak acara, Perayaan Ekaristi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WITA berjalan dengan penuh kekhusyukan. Sekitar 500 umat larut dalam doa dan refleksi iman, menjadikan perayaan ini sebagai fondasi spiritual bagi pembangunan yang akan dijalankan.
Dalam sambutannya, sejumlah tokoh menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas inisiatif umat Riipua. Penghargaan khusus juga diberikan kepada keluarga Seda yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung berbagai program pembangunan umat.
Usai perayaan misa, kegiatan berlanjut ke agenda yang sarat makna pembangunan. Pemberkatan Family Garden Agrowisata menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis pertanian. Lahan milik umat yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal kini diarahkan untuk pengembangan hortikultura yang hasilnya dapat dikonsumsi sekaligus dipasarkan.
Tak kalah penting, pemberkatan jaringan air minum menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat. Melalui pembangunan sumur bor di lahan milik keluarga Seda, kebutuhan air bersih bagi umat St. Agustinus Riipua kini mulai teratasi. Proyek ini merupakan hasil gotong royong umat bersama para donatur, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama Sentra Kampung Kreatif Riipua di atas lahan seluas kurang lebih satu hektar. Lahan yang diperoleh dari swadaya umat ini kemudian dihibahkan kepada Paroki dan Keuskupan untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi kreatif.
Ke depan, kawasan ini dirancang menjadi ruang produktif bagi umat, di mana masyarakat dapat menjual makanan dan minuman lokal hingga kebutuhan pokok. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Rangkaian acara di lokasi Kampung Kreatif juga dimeriahkan dengan tarian adat serta penampilan anak-anak SKAMI yang membawakan tarian “Kunaikan Syukur”, menciptakan perpaduan harmonis antara iman, budaya, dan masa depan generasi muda.
Kehadiran sejumlah tokoh penting turut menambah bobot kegiatan ini, di antaranya Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, mantan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi UKM Valerianus Samador, serta Kapolsek Paga IPDA Alwan Dimas Saputra bersama jajaran.
Dari sisi keamanan, kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan tertib. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Paga dengan melibatkan personel Polsek Paga berdasarkan surat perintah resmi. Kehadiran aparat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan.
Momentum di Riipua ini menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara iman, budaya, dan semangat gotong royong mampu melahirkan perubahan konkret. Dari air bersih hingga ekonomi kreatif, semua berakar dari kekuatan umat yang bergerak bersama.
Riipua hari ini bukan sekadar lokasi kegiatan, tetapi telah menjelma menjadi simbol harapan baru—bahwa dari desa kecil, lahir langkah besar menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama. [Cm24]


