“Hijaukan Pekarangan, Kuatkan Ketahanan: Inisiatif Pangan Polsubsektor Mego Polsek Paga Polres Sikka"

Program Pangan Lestari (P2L) yang dilaksanakan Polsubsektor Mego berjalan efektif dan produktif, sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi contoh konkret pemanfaatan lahan pekarangan untuk menghasilkan pangan bergizi bagi masyarakat.

“Hijaukan Pekarangan, Kuatkan Ketahanan: Inisiatif Pangan Polsubsektor Mego Polsek Paga Polres Sikka
Polsubsektor Mego Tancap Gas Dukung Program Presiden, Pekarangan Disulap Jadi Lumbung Pangan Bergizi

Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 April 2026 – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia terus ditunjukkan jajaran Polres Sikka. Salah satunya melalui langkah nyata yang dilakukan Polsubsektor Mego dengan mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi sumber pangan bergizi.

Pada Jumat (10/4/2026) pukul 13.30 WITA, Kapolsubsektor Mego bersama anggota turun langsung mengelola lahan pekarangan di lingkungan Polsubsektor Mego, Desa Bheta, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka.

 

Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pangan Lestari (P2L), yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyasar pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif dan bernilai ekonomis.

 

Di atas lahan tersebut, berbagai komoditas hortikultura mulai ditanam dan dikembangkan, antara lain kacang buncis, lombok, terung, mentimun, kangkung hingga pakcoy. Tanaman-tanaman ini dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi serta mudah dibudidayakan dalam skala pekarangan.

 

Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, personel juga menggunakan pupuk jenis urea dan NPK, sementara pengendalian hama dilakukan secara terukur menggunakan pestisida seperti Lanate 40 SP, Lavitrin, dan Remazole-P.

 

Kapolsubsektor Mego bersama anggota tidak hanya berperan sebagai penggerak, tetapi juga menjadi contoh langsung bagi masyarakat dalam mengelola lahan sempit agar tetap produktif.

 

Langkah ini dinilai strategis, tidak hanya dalam memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga sebagai upaya membangun kemandirian masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

 

Kehadiran Polri melalui program ini sekaligus menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan di sektor riil, khususnya ketahanan pangan.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus pemicu bagi masyarakat untuk lebih optimal memanfaatkan lahan pekarangan demi mendukung ketahanan pangan keluarga. [Cm24]