POLWAN POLRES SIKKA RAIH JUARA HARAPAN I LOMBA VIDEO KESEHATAN MENTAL, ANGKAT KISAH PERJUANGAN DI TENGAH BENCANA GEMPA
SIKKA – Di tengah situasi pascabencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores dan masih diwarnai gempa susulan, sebuah kisah tentang keteguhan, pengabdian, dan perjuangan seorang Polisi Wanita (Polwan) kembali mengukir prestasi.
Polwan Polres Sikka, Polda NTT berhasil meraih Juara Harapan I dalam Lomba Video Polwan tentang Kesehatan Mental dalam rangka Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78, dengan mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact.”
Prestasi tersebut menjadi semakin bermakna karena video yang diikutsertakan merupakan karya yang dibuat sendiri oleh Polwan Polres Sikka, dengan mengangkat kisah nyata dan dekat dengan kehidupan mereka sebagai anggota Polri yang tetap menjalankan tugas di tengah situasi bencana.
Video tersebut tidak sekadar menampilkan sosok Polwan dalam seragam dan menjalankan tugas kedinasan. Lebih dari itu, video menggambarkan sisi manusiawi seorang Polwan yang harus tetap berdiri tegak ketika keadaan menuntutnya untuk kuat, meskipun di dalam dirinya juga terdapat rasa takut, lelah, cemas dan kerinduan terhadap keluarga.
Di tengah situasi pascagempa dan gempa susulan yang masih terjadi, para Polwan Polres Sikka tetap hadir menjalankan tugas. Mereka berada di tengah masyarakat, membantu para korban, memberikan pelayanan, menjaga keamanan, hingga mendampingi masyarakat yang terdampak bencana.
Namun di balik seragam yang dikenakan, mereka tetaplah seorang perempuan, seorang ibu, seorang istri, seorang anak, dan bagian dari sebuah keluarga.
Ada saat ketika seorang Polwan harus meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas. Ada kekhawatiran ketika gempa kembali mengguncang. Ada rasa lelah setelah seharian bertugas di lapangan. Ada kerinduan kepada anak dan keluarga yang harus disimpan sejenak karena tugas dan tanggung jawab menanti.
Kisah itulah yang coba disampaikan melalui video karya Polwan Polres Sikka.
Pesan yang dibangun bukan tentang bagaimana seorang Polwan harus selalu terlihat kuat, tetapi tentang bagaimana seorang Polwan belajar untuk tetap kuat dengan mengakui bahwa dirinya juga manusia.
Menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dalam menjalankan pengabdian. Berani mengakui rasa lelah, berani berbicara ketika membutuhkan dukungan, saling menguatkan sesama rekan, serta tetap menjaga komunikasi dengan keluarga menjadi kekuatan yang membuat seorang Polwan mampu kembali berdiri dan melanjutkan pengabdian.
Melalui tema “One Police Woman, Extraordinary Impact,” Polwan Polres Sikka ingin menunjukkan bahwa dampak luar biasa tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar.
Terkadang, dampak itu hadir dari sebuah senyuman kepada masyarakat yang sedang berduka.
Dari tangan yang membantu seorang korban bencana.
Dari seorang Polwan yang tetap menjalankan tugas meskipun hatinya sedang diliputi kekhawatiran.
Atau dari seorang ibu yang harus menahan rindu kepada anaknya karena memilih untuk hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam lomba tersebut, Juara I diraih oleh Polda Jawa Barat, Juara II diraih oleh Divhumas Polri, Juara III diraih oleh Polda Papua Barat, sementara Polres Sikka Polda NTT berhasil meraih Juara Harapan I.
Bagi Polwan Polres Sikka, capaian tersebut bukan semata-mata tentang sebuah penghargaan. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pesan yang mereka perjuangkan: bahwa kesehatan mental anggota Polri merupakan bagian penting dari kekuatan institusi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ibu Asuh Polwan Polres Sikka, Ny. Fitri Bambang, yang juga merupakan seorang Polwan, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi tersebut.
Menurutnya, perjuangan Polwan di tengah situasi bencana memberikan gambaran bahwa di balik ketegasan seorang anggota Polri terdapat hati yang juga bisa merasa takut, lelah dan khawatir.
“Saya sangat bangga dengan Polwan Polres Sikka. Video ini bukan hanya sebuah karya untuk mengikuti perlombaan, tetapi merupakan gambaran dari apa yang kami rasakan dan jalani. Di tengah bencana, kita tetap dituntut untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, sementara di dalam hati kita juga memiliki kekhawatiran terhadap keluarga.”
Ny. Fitri Bambang menambahkan bahwa menjadi seorang Polwan bukan berarti harus memendam semua beban seorang diri.
“Kita boleh lelah. Kita boleh merasa takut. Kita boleh menangis. Yang terpenting adalah jangan menyerah dan jangan merasa sendiri. Kita saling menguatkan, saling mendukung, dan selalu mengingat bahwa ada keluarga serta rekan-rekan yang menjadi sumber kekuatan kita.”
Ia juga berharap momentum Hari Jadi Polwan ke-78 dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
“Seorang Polwan yang kuat bukanlah yang tidak pernah merasa takut atau lelah. Polwan yang kuat adalah dia yang mampu mengenali dirinya, menjaga pikirannya, bangkit ketika terjatuh, dan tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat meskipun sedang menghadapi perjuangannya sendiri.”
Prestasi Juara Harapan I tersebut menjadi cerita tersendiri bagi Polwan Polres Sikka.
Di sebuah daerah yang masih berjuang bangkit dari bencana, mereka belajar bahwa pengabdian tidak selalu tentang keberanian menghadapi keadaan di luar diri, tetapi juga tentang keberanian untuk menjaga hati dan pikiran sendiri.
Karena di balik setiap langkah seorang Polwan dalam menjalankan tugas, ada doa keluarga yang mengiringi.
Di balik seragam yang terlihat tegar, ada hati yang juga membutuhkan kekuatan.
Dan di balik seorang perempuan yang tetap berdiri di tengah bencana, ada sebuah keyakinan bahwa selama masih ada yang membutuhkan, pengabdian harus tetap dilanjutkan.
One Police Woman, Extraordinary Impact.
Satu Polwan mungkin hanya terlihat sebagai satu sosok.
Namun ketika ia memilih untuk tetap berdiri, tetap melayani, tetap peduli dan tetap menguatkan orang lain di tengah keadaan yang sulit, maka dampaknya dapat menjadi luar biasa.
Selamat Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78.
Polwan Polres Sikka – Tetap Kuat, Tetap Peduli, Tetap Mengabdi.


