Gempa Rusak Penampungan Air, Poa Nua Kaju Jadi Tumpuan Warga Palue
Patroli Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue memastikan lokasi penyulingan air Poa Nua Kaju tetap aman dan terjaga pascagempa. Di tengah rusaknya sejumlah fasilitas penampungan air, keberadaan sumber air tersebut menjadi sangat vital bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat Palue.
Maumere, 8 September 2026. Tribratanewssikka.co — Gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur warga. Di tengah kondisi pascagempa, kebutuhan paling mendasar—air untuk memasak, minum hingga mencuci pakaian—menjadi persoalan yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Situasi tersebut mendapat perhatian jajaran Polres Sikka. Senin (7/9/2026) sore, Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Team Aman Nusa II Polres Sikka turun langsung melakukan patroli dan pengecekan di salah satu lokasi penting bagi kebutuhan masyarakat, yakni tempat penyulingan air dari uap bumi atau Poa Nua Kaju, yang berada di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 15.30 WITA itudipimpin langsung Kasubagadalpers Polres Sikka, IPDA Rusyudi Mangge, S.Psi. Kehadiran aparat bukan sekadar memastikan keamanan. Di balik patroli tersebut, terdapat kepentingan yang jauh lebih besar: memastikan salah satu sumber air yang sangat vital bagi masyarakat tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan di tengah kondisi wilayah yang masih terdampak gempa.

Petugas menyisir dan mengontrol area penyulingan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, mulai dari pencurian aset, sabotase, pungutan liar hingga tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hasil pengecekan menunjukkan situasi di lokasi masih aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas selama pelaksanaan patroli.
Namun, kondisi fisik lokasi menyisakan cerita lain. Sejumlah bambu yang digunakan pada tempat penyulingan air dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik. Kerusakan tersebut tidak membuat masyarakat berpangku tangan. Warga secara swadaya mengganti bambu-bambu yang rusak dengan bambu baru agar fasilitas penyulingan tetap dapat digunakan. Langkah sederhana itu memperlihatkan betapa pentingnya keberadaan Poa Nua Kaju bagi masyarakat setempat.
Air yang dihasilkan dari tempat penyulingan tersebut bukan sekadar kebutuhan tambahan. Bagi warga, air itu menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari—untuk memasak, minum, hingga mencuci pakaian.
Persoalan semakin terasa karena bak-bak penampungan air yang berada di rumah-rumah warga juga mengalami kerusakan akibat gempa. Akibatnya, persediaan air yang sebelumnya dapat disimpan di rumah praktis tidak lagi tersedia.
Dalam kondisi seperti itu, keberadaan tempat penyulingan air menjadi sangat strategis. Ketika tempat penampungan rusak dan cadangan air menipis, sumber air yang masih dapat dimanfaatkan menjadi tumpuan bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat.
Karena itu, patroli yang dilakukan Team Aman Nusa II bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue memiliki arti lebih dari sekadar kegiatan rutin kepolisian.
Patroli menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi pascabencana—mengamankan fasilitas yang menyangkut kebutuhan dasar sekaligus memastikan masyarakat memperoleh rasa aman ketika menjalankan aktivitasnya.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga fasilitas penyulingan dari pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan merugikan.
Warga juga diminta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi.
Masyarakat menyambut baik kehadiran aparat kepolisian. Komunikasi antara petugas dan warga sekaligus menjadi ruang untuk menyerap berbagai informasi dan keluhan yang muncul setelah gempa.
Pesan yang hendak ditegaskan sederhana, tetapi sangat penting: di tengah situasi pascabencana, keamanan dan kebutuhan dasar masyarakat harus berjalan beriringan.
Polisi tidak hanya hadir ketika gangguan keamanan terjadi. Di Palue, kehadiran aparat juga diarahkan untuk memastikan fasilitas yang menjadi tumpuan kehidupan warga tetap terlindungi.
Poa Nua Kaju mungkin hanya sebuah tempat penyulingan air dari uap bumi. Namun bagi masyarakat Dusun Edo dan sekitarnya, tempat itu memiliki nilai yang jauh lebih besar: ia adalah salah satu sumber kehidupan yang harus dijaga ketika gempa telah merusak banyak hal.
Patroli berakhir dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue memastikan pemantauan terhadap lokasi tersebut terus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa. [Cm24]


