“Tim Gabungan Sisir Pantai Rung, Warga Kilawair Sikka Hilang Saat Menyulu Belum Ditemukan”
Nikolaus Nong Bebi (41), warga Kilawair, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Sikka, dilaporkan hilang setelah pergi menyulu/berkarang di Pantai Rung pada Senin (10/8/2026) sore. Hingga Selasa pagi, korban belum kembali dan dilakukan pencarian oleh tim gabungan Basarnas Maumere dan Polsek Waigete. Pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita akibat arus dan gelombang kencang, dan dijadwalkan dilanjutkan pada Rabu (12/8/2026) pukul 06.00 Wita.
Maumere, 12 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Seorang warga Kilawair, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nikolaus Nong Bebi (41), dilaporkan hilang setelah pamit kepada keluarganya untuk pergi menyulu atau berkarang di kawasan Pantai Rung, Senin (10/8/2026) sore.

Hingga Selasa pagi (11/8/2026), Nikolaus tak kunjung kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga pun berubah menjadi kepanikan setelah keberadaan pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani/pekebun itu tidak diketahui.
Informasi mengenai hilangnya Nikolaus kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan pencarian. Laporan tersebut diterima setelah keluarga berkoordinasi dengan lingkungan setempat hingga Kepala Dusun Kilowair, Desa Watudiran.
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa itu bermula pada Senin sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, Nikolaus berpamitan kepada istrinya, Margareta Mince (38), dan anaknya, Helena Hewot (13), untuk pergi menyulu atau berkarang di Pantai Rung.
Aktivitas menyulu atau berkarang diketahui bukan merupakan pekerjaan utama Nikolaus. Sehari-hari korban bekerja sebagai petani/pekebun, sementara mencari ikan di laut dilakukan sebagai pekerjaan sampingan untuk membantu memenuhi kebutuhan ikan bagi keluarganya. Namun, hingga malam hari Nikolaus tidak kunjung pulang.
Waktu terus berjalan hingga memasuki Selasa pagi. Kegelisahan keluarga semakin kuat karena tidak ada kabar maupun kepastian mengenai keberadaan Nikolaus. Istrinya kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada Petrus Piter (28), yang merupakan ipar kandung korban.
Informasi selanjutnya diteruskan kepada Ketua RT 007 dan kemudian kepada Kepala Dusun Kilowair, sebelum akhirnya dilaporkan kepada personel Polsek Waigete. Laporan tersebut menjadi titik awal upaya pencarian terhadap Nikolaus di kawasan Pantai Rung.
Pihak kepolisian kemudian mengambil sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan terhadap korban dan para saksi, hingga berkoordinasi dengan Basarnas Maumere untuk melakukan pencarian. Pada Selasa sekitar pukul 14.00 Wita, tim Basarnas bersama personel Polsek Waigete tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pencarian terhadap Nikolaus.
Pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, kondisi laut menjadi tantangan serius bagi tim di lapangan. Arus dan gelombang yang kencang membuat pencarian harus dihentikan demi keselamatan personel. Upaya pencarian kemudian direncanakan kembali dilanjutkan pada Rabu (12/8/2026) mulai pukul 06.00 Wita.
Hilangnya Nikolaus menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga. Terlebih, berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban selama ini tidak diketahui memiliki persoalan dengan keluarga maupun orang lain. Korban juga disebut tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Karena itu, hilangnya Nikolaus saat pergi menyulu di Pantai Rung hingga kini masih menjadi perhatian serius aparat dan keluarga.
Kawasan pantai yang menjadi lokasi aktivitas korban menjadi titik utama pencarian. Tim SAR dan kepolisian masih berupaya menemukan keberadaan korban dengan mempertimbangkan kondisi medan serta dinamika gelombang laut. Bagi keluarga, pencarian ini bukan sekadar operasi SAR. Ini adalah upaya menemukan seorang suami, ayah, sekaligus anggota keluarga yang hingga kini belum kembali ke rumah.
Di tengah kerasnya arus dan gelombang Pantai Rung, harapan keluarga masih tertuju pada satu hal: Nikolaus Nong Bebi dapat segera ditemukan. Perkembangan lebih lanjut mengenai proses pencarian korban masih menunggu hasil operasi tim gabungan di lapangan. [Cm24]


