Polres Sikka Hadir di Tengah Umat, Minggu Kasih Jadi Jembatan Komunikasi dan Penguatan Kamtibmas

Kegiatan Minggu Kasih Polres Sikka di Gereja St. Thomas Morus berjalan sebagai wujud pendekatan humanis Polri dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta meningkatkan kesadaran kamtibmas. Melalui sinergi Polri, tokoh agama, dan umat, diharapkan tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, harmonis, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sikka.

Polres Sikka Hadir di Tengah Umat, Minggu Kasih Jadi Jembatan Komunikasi dan Penguatan Kamtibmas
Di Tengah 350 Umat, Polres Sikka Serukan Kepedulian dan Partisipasi Jaga Kamtibmas

Maumere, 26 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com – Kepolisian Resor (Polres) Sikka terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih. Kali ini, personel Polres Sikka hadir di Gereja St. Thomas Morus, Kabupaten Sikka, Minggu (25/10/2026), untuk membangun komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada umat.

Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00 hingga 07.30 WITA tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri melalui program Polri Bersama Masyarakat. Sebanyak kurang lebih 350 umat mengikuti ibadah Misa yang dipimpin oleh RD. Philips, dengan tema khotbah “Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihi Sesamamu Seperti Dirimu Sendiri.”

 

Pesan kasih yang disampaikan dalam khotbah tersebut sejalan dengan semangat membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan peduli terhadap keamanan lingkungan. Sebab, menjaga kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

Dalam kesempatan itu, imbauan kamtibmas Kapolres Sikka disampaikan oleh KBO Sat Samapta Polres Sikka, IPDA Paulus Wayan Keso. Ia menegaskan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu sarana bagi Polri untuk mempererat tali silaturahmi, membuka ruang komunikasi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

 

Bagi Polri, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang mendengar, membangun kedekatan, dan menghadirkan ruang dialog bagi masyarakat.

 

Umat juga diimbau agar tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Masyarakat diharapkan berani menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian sehingga setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Untuk mempermudah akses pelayanan kepolisian, masyarakat diingatkan agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila mengalami atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas yang membutuhkan penanganan petugas.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kanit SPKT IPDA Hendrikus Parus, S.Fil., AIPDA Inosensius Gia, AIPDA Ketut Arya K.W., BRIGPOL Febrian K. Bana, BRIGPOL Lusia Lota Sobalokan, dan BRIPTU Petrus Peterson. Pelaksanaan kegiatan juga didampingi Kasihumas Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga, serta diikuti umat Paroki St. Thomas Morus.

 

Apresiasi datang dari RD. Philips selaku pastor pemimpin Misa. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih oleh Polres Sikka. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi yang bermanfaat untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kepercayaan, komunikasi, dan kemitraan dengan masyarakat juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

 

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Sikka berharap sinergi antara kepolisian, tokoh agama, pihak gereja, dan masyarakat semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong penyelesaian persoalan secara bijaksana, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mencegah berkembangnya potensi gangguan kamtibmas.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Minggu Kasih oleh personel Polres Sikka dan Polsek jajaran di gereja-gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka.

 

Polri hadir, masyarakat didengar, komunikasi diperkuat. Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui tindakan, tetapi juga melalui kepercayaan dan kebersamaan. 

"POLISI BERSMA MASYARAKAT"