“Unsur SAR Berjibaku Melawan Arus, Tiga Penyelam Hilang di Pangabatang Berhasil Ditemukan Selamat”

Operasi SAR gabungan hari kedua di perairan Pulau Pangabatang, Kabupaten Sikka, berakhir sukses. Tiga penyelam yang sempat hilang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, melengkapi satu korban yang telah ditemukan pada hari pertama. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antarunsur dalam misi kemanusiaan dan penyelamatan jiwa.

“Unsur SAR Berjibaku Melawan Arus, Tiga Penyelam Hilang di Pangabatang Berhasil Ditemukan Selamat”
Perburuan di Laut Pangabatang Sikka Berakhir Dramatis, Tiga Penyelam Hilang Ditemukan Selamat

Maumere, 6 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com — Laut Perairan Pulau Pangabatang, Kabupaten Sikka, kembali menjadi saksi sebuah operasi kemanusiaan yang menegangkan. 

Setelah sempat diliputi kecemasan akibat hilangnya tiga penyelam saat melakukan aktivitas diving, operasi pencarian dan pertolongan hari kedua akhirnya berbuah manis. Tiga penyelam yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan, Senin (5/10/2026).

Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang sejak hari pertama membuat keluarga korban dan berbagai unsur terkait berada dalam kecemasan. 

Ketiganya ditemukan setelah tim SAR gabungan berjibaku menyisir kawasan perairan yang luas, menghadapi kondisi laut serta memperhitungkan arah arus yang diduga membawa korban menjauh dari titik awal penyelaman.

Tiga korban yang berhasil ditemukan masing-masing Dervla Mulligan (28), perempuan, warga negara Irlandia; Darragh (27), laki-laki, warga negara Irlandia; dan Frederik Horimpun (39), laki-laki, warga negara Indonesia yang merupakan dive guide dari Maumere.

Sementara itu, satu korban lainnya, Patricia (42), perempuan, warga negara Austria, telah lebih dahulu ditemukan dalam keadaan selamat pada hari pertama pencarian, Minggu (4/10/2026). Dengan demikian, enam orang yang sebelumnya melakukan penyelaman di kawasan Pulau Pangabatang berhasil diselamatkan.

 

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Enam orang melakukan aktivitas penyelaman di perairan Pulau Pangabatang, Kabupaten Sikka. Dalam aktivitas tersebut, para penyelam dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok didampingi seorang guide yang bertugas memastikan aktivitas penyelaman berjalan aman.

 

Namun, situasi berubah ketika kondisi arus di lokasi penyelaman dilaporkan cukup kuat. Tim pertama yang terdiri dari seorang guide dan satu warga negara asing berhasil kembali ke permukaan. Akan tetapi, empat orang yang tergabung dalam tim kedua, terdiri dari satu guide dan tiga warga negara asing, belum juga muncul ke permukaan.

 

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius. Laporan mengenai kejadian itu kemudian diterima pada Minggu sekitar pukul 14.10 WITA dari Riana, seorang tour guide. Informasi tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi unsur SAR untuk bergerak melakukan pencarian dan pertolongan.

 

Operasi pun digelar. Laut yang luas harus disisir. Pergerakan arus harus dihitung. Setiap kemungkinan lokasi keberadaan korban harus diperiksa. Dalam situasi seperti ini, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan.

 

Hari Kedua, Pencarian Diperluas. Memasuki Senin (5/10/2026), operasi SAR gabungan memasuki hari kedua. Pencarian dilakukan secara lebih luas dengan membagi personel ke dalam sejumlah tim dan mengerahkan berbagai sarana laut.

 

Sejak pukul 05.30 WITA, Tim 1 menggunakan KP.P. Sukur 3007 milik Ditpolairud Polda NTT bergerak melakukan pencarian di permukaan perairan sekitar Teluk Maumere.

 

Pencarian tidak dilakukan secara sembarangan. Tim memperhitungkan dugaan arah hanyut korban berdasarkan kondisi arus laut. Sejumlah rumpon yang berada di sekitar perairan Teluk Maumere juga diperiksa satu per satu karena diperkirakan dapat menjadi titik yang mungkin dilalui korban apabila terbawa arus.

 

Sementara itu, pada pukul 06.30 WITA, Tim 2 menggunakan KN. SAR Punta Dewa 205 milik Kantor SAR Maumere bertolak dari Pelabuhan Wuring menuju lokasi kejadian.

 

Pencarian semakin diperkuat pada pukul 07.54 WITA ketika Tim 3 dan Tim 4 bergerak melakukan penyisiran kawasan pesisir dan perairan sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet Kantor SAR Maumere serta searaider KN. SAR Punta Dewa. Semua unsur bergerak dengan satu tujuan: menemukan korban dan membawa mereka kembali dalam keadaan selamat.

 

Harapan yang sejak pagi terus dijaga akhirnya mendapatkan jawaban. Sekitar pukul 09.00 WITA, Tim 2 yang menggunakan KN. SAR Punta Dewa 205 berhasil menemukan dua korban warga negara asing dalam keadaan selamat. Kedua korban ditemukan pada koordinat 08°32'25" LS – 122°26'08" BT.

 

Penemuan tersebut menjadi titik balik penting dalam operasi pencarian. Setelah dua korban ditemukan, perhatian tim segera diarahkan kepada satu korban lainnya yang masih belum ditemukan.

 

Hanya berselang lima menit, kabar menggembirakan kembali datang. Pada pukul 09.05 WITA, Tim 1 yang menggunakan KP.P. Sukur 3007 berhasil menemukan satu korban warga negara Indonesia dalam keadaan selamat pada koordinat 08°33.711' LS – 122°26.174" BT.

 

Korban tersebut kemudian dievakuasi menuju KN. SAR Punta Dewa 205 untuk mendapatkan penanganan sebelum dibawa menuju Pelabuhan Wuring. Tiga korban yang selama proses pencarian menjadi fokus utama operasi akhirnya ditemukan Selamat. Satu kata yang menjadi jawaban atas kecemasan keluarga, ketegangan para personel SAR, serta perjuangan panjang di tengah luasnya perairan Sikka.

 

Operasi pencarian tersebut bukan pekerjaan satu institusi. Di tengah kondisi laut yang menantang, kekuatan utama justru lahir dari sinergi berbagai unsur. Sebanyak 19 personel Tim Rescue Kantor SAR Maumere, enam personel Ditpolairud Polda NTT/Marnit Sikka, satu personel Satpolair Polres Sikka, empat personel Lanal Maumere, dua orang keluarga korban, serta satu reporter TV One turut terlibat dalam rangkaian operasi.

 

Sejumlah sarana laut juga dikerahkan, yakni KP.P. Sukur 3007 milik Ditpolairud Polda NTT, KN. SAR Punta Dewa 205 milik Kantor SAR Maumere, satu unit perahu karet Kantor SAR Maumere, dan satu unit searaider KN. SAR Punta Dewa.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa operasi SAR bukan semata-mata tentang pencarian di laut, melainkan tentang bagaimana seluruh kekuatan dapat dipadukan untuk menyelamatkan manusia. Setiap kapal yang bergerak, setiap personel yang menyisir laut, dan setiap informasi yang diterima menjadi bagian dari satu rangkaian perjuangan.

 

Setelah ketiga korban berhasil dievakuasi, operasi memasuki tahap akhir. Pada pukul 11.10 WITA, KN. SAR Punta Dewa 205 sandar di Pelabuhan Wuring. Tiga menit kemudian, sekitar pukul 11.13 WITA, KP.P. Sukur 3007 juga tiba dan sandar di pelabuhan.

 

Sekitar pukul 11.20 WITA, ketiga korban yang berhasil ditemukan pada hari kedua diserahkan kepada keluarga masing-masing. Kecemasan yang sejak sehari sebelumnya menggantung akhirnya berubah menjadi kelegaan. Tiga orang yang sempat hilang di tengah luasnya perairan akhirnya kembali dalam keadaan selamat.

 

Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, pada pukul 11.30 WITA, Kepala Kantor SAR Maumere menyatakan operasi SAR gabungan resmi ditutup.

 

Penutupan operasi tersebut menandai berakhirnya sebuah misi kemanusiaan yang penuh tantangan, sekaligus menjadi bukti bahwa kerja cepat, koordinasi, ketepatan membaca kondisi lapangan, serta kekuatan sinergi antarlembaga mampu menghasilkan keselamatan bagi manusia yang berada dalam situasi darurat.

 

Peristiwa di perairan Pulau Pangabatang memberikan pesan kuat bahwa laut memiliki tantangan yang tidak dapat diprediksi hanya dengan melihat permukaannya. Arus yang berubah, luasnya wilayah pencarian, serta keterbatasan waktu menuntut setiap unsur untuk bergerak cepat dan terukur. Dalam kondisi seperti itu, keberhasilan tidak lahir dari satu tangan. Ia lahir dari sinergi.

 

Dari keberanian personel yang turun ke lapangan. Dari ketelitian membaca arah arus. Dari komunikasi yang tidak terputus. Dari dukungan keluarga. Dari kerja sama lintas institusi. Dan terutama dari tekad yang sama untuk tidak berhenti sebelum korban ditemukan.

 

Operasi SAR gabungan di perairan Pangabatang akhirnya ditutup dengan kabar terbaik: seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Sebuah akhir yang membahagiakan setelah pencarian panjang di tengah laut.

 

Sebuah keberhasilan yang kembali menegaskan bahwa ketika berbagai unsur bergerak bersama, tidak ada satu pun nyawa yang boleh dianggap terlambat untuk diselamatkan. [Cm24]

#Polisi Bersama Masyarakat#