“Polsek Alok Polres Sikka Bergerak! Bersama Warga Beru Cegah DBD dan Perkokoh Kamtibmas
Kegiatan kerja bakti yang dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Beru bersama warga menjadi wujud nyata kepedulian Polsek Alok Polres Sikka dalam mencegah penyebaran DBD sekaligus memperkuat sinergi kamtibmas. Melalui pendekatan humanis dan gotong royong, hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat terus terbangun demi terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 22 Mei 2026. Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), kehadiran polisi di tengah masyarakat kembali terlihat nyata. Jumat pagi, 22 Mei 2026, suasana di lingkungan Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, tampak berbeda.

Sejak pukul 07.00 WITA, warga bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Beru, AIPTU Nuryadin Djafar, turun langsung ke lapangan melaksanakan kegiatan sambang dan kerja bakti sebagai bentuk respons konkret terhadap ancaman penyakit berbasis lingkungan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu bukan sekadar rutinitas sosial kemasyarakatan, melainkan menjadi simbol kuat kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dengan menyusuri lingkungan permukiman warga, Bhabinkamtibmas bersama masyarakat bergotong royong membersihkan area sekitar rumah, saluran air, serta titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran DBD. Upaya preventif ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini, terlebih memasuki periode cuaca yang rentan memicu peningkatan kasus.
Di sela-sela kegiatan, AIPTU Nuryadin Djafar juga aktif menyampaikan imbauan kamtibmas dan edukasi kesehatan lingkungan kepada warga. Pesan yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya menjaga pola hidup bersih, membersihkan lingkungan secara berkala, serta memperkuat kepedulian sosial antarwarga demi menciptakan kawasan hunian yang sehat, aman, dan nyaman.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam format humanis seperti ini dinilai menjadi pendekatan efektif dalam membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Tidak lagi dipandang sekadar sebagai aparat penegak hukum, anggota kepolisian hadir sebagai mitra warga dalam menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi lingkungan sekitar.
“Polri bukan musuh masyarakat, tetapi hadir sebagai pelayan masyarakat,” menjadi semangat yang terus dibangun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pendekatan persuasif dan dialogis yang dilakukan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memperkuat sinergi, menumbuhkan rasa saling percaya, serta membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Respons warga pun terlihat positif. Masyarakat Kelurahan Beru menyambut baik kehadiran petugas Bhabinkamtibmas dan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kerja bakti bersama. Imbauan yang diberikan diterima dengan terbuka, bahkan warga menyatakan kesiapan mereka untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa menjaga keamanan lingkungan tidak semata berbicara tentang penindakan hukum, tetapi juga dimulai dari kepedulian terhadap hal-hal mendasar, termasuk kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan. Sebab lingkungan yang sehat akan melahirkan masyarakat yang produktif, sementara masyarakat yang solid menjadi fondasi utama terciptanya keamanan yang berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi yang terbangun antara warga dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Beru menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi lintas elemen masyarakat tetap menjadi kunci penting dalam menjawab tantangan sosial maupun keamanan di tingkat lingkungan.[Cm24]


