Kebakaran Melanda Kebun Warga di Manubura, Polsek Nelle Polres Sikka dan Damkar Berjibaku Jinakkan Api hingga Malam

Kebakaran rumpun bambu dan pohon mente di Dusun Baluele, Desa Manubura, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, pada Minggu (18/10/2026) pukul 20.30 WITA berhasil dipadamkan pada pukul 22.50 WITA melalui kerja sama personel Polsek Nelle, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, dan warga. Kerugian material ditaksir sebesar Rp500.000, tanpa korban jiwa. Penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Situasi pascakejadian terpantau aman dan terkendali.

Kebakaran Melanda Kebun Warga di Manubura, Polsek Nelle Polres Sikka dan Damkar Berjibaku Jinakkan Api hingga Malam
Kebun Warga Manubura Dilalap Api, Polsek Nelle Polres Sikka0 dan Damkar Turun Tangan

Maumere, 19 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com– Kobaran api melalap rumpun bambu dan pohon mente di kawasan perkebunan warga Dusun Baluele, Desa Manubura, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, Minggu (18/10/2026) malam. 

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.30 WITA tersebut sempat mengancam area perkebunan warga sebelum berhasil dikendalikan melalui upaya pemadaman bersama personel Polsek Nelle, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, dan masyarakat setempat.

 

Peristiwa ini menjadi perhatian karena api muncul ketika malam telah tiba, sementara di sekitar lokasi terdapat banyak daun bambu kering yang berpotensi mempercepat penjalaran api. Beruntung, respons cepat warga dan aparat membantu mencegah kebakaran meluas lebih jauh.

 

Kebakaran tersebut berdampak pada sejumlah kebun milik warga, yakni Wilhelmina Joa, Pius Sareng, dan Nong Kuwanter. Hingga proses penanganan berakhir, penyebab awal munculnya api belum diketahui secara pasti.

 

Berdasarkan keterangan saksi, Ignasius, api pertama kali diketahui ketika kobarannya sudah membesar di sekitar rumpun bambu dan pohon mente. Tidak mengetahui secara pasti sumber api, warga yang menyaksikan kejadian itu segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman secara manual.

 

Dengan peralatan seadanya berupa dahan dan ranting, warga berusaha menahan penjalaran api sembari meminta bantuan kepada Bhabinkamtibmas Desa Manubura, AIPDA Istanto Luther. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka agar penanganan dapat segera dilakukan.

 

Situasi tersebut menuntut respons cepat. Api yang membakar vegetasi kering di kawasan perkebunan berisiko menjalar ke bagian lahan lainnya apabila tidak segera dikendalikan. Karena itu, upaya awal masyarakat menjadi bagian penting sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.

 

Sekitar pukul 21.00 WITA, personel piket SPKT Polsek Nelle bersama tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.

 

Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan air ke area yang dapat dijangkau kendaraan. Sementara itu, titik-titik api di bagian yang sulit diakses ditangani secara manual oleh personel kepolisian bersama warga.

 

Sinergi antara aparat, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengendalikan situasi. Pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah kobaran api merambat ke kebun lainnya.

 

Setelah serangkaian upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.50 WITA. Dengan demikian, penanganan berlangsung selama kurang lebih dua jam sejak kebakaran pertama kali diketahui.

 

Tidak berhenti setelah api padam, personel juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

 

Akibat kebakaran tersebut, rumpun bambu dan pohon mente milik warga mengalami kerusakan. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp500.000 atau lima ratus ribu rupiah. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

 

Meski demikian, sumber api masih menjadi tanda tanya. Keterangan saksi menyebutkan bahwa api sudah terlihat membesar ketika pertama kali diketahui. Belum ada informasi yang memastikan apakah kebakaran dipicu aktivitas manusia, pembakaran lahan, atau faktor lainnya.

 

Banyaknya daun bambu kering di sekitar lokasi merupakan kondisi lingkungan yang dapat mendukung penjalaran api. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuktikan penyebab awal kebakaran.

 

Sejumlah personel Polsek Nelle terlibat dalam penanganan, di antaranya Kanit SPKT AIPDA I Ketut Arinaya bersama anggota, Bhabinkamtibmas Desa Manubura AIPDA Istanto Luther, Kanit Intelkam AIPTU Syamsidiman, serta anggota lainnya. Penanganan juga didukung enam personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka, yakni Nonghure, Maryolans, Juan, Eudes, Frem, dan Flory.

 

Kebakaran di kawasan perkebunan Manubura menjadi pengingat bahwa api kecil sekalipun dapat berkembang menjadi ancaman ketika berhadapan dengan vegetasi kering dan lingkungan yang mudah terbakar. Terlebih pada malam hari, ketika sumber api mungkin terlambat diketahui dan akses menuju titik kebakaran dapat menjadi tantangan tersendiri.

 

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kemunculan api kepada aparat atau petugas pemadam kebakaran. Langkah cepat sejak awal sangat menentukan untuk membatasi dampak kebakaran dan melindungi lahan milik warga.

 

Dalam peristiwa ini, tidak adanya korban jiwa patut disyukuri. Namun, kejadian tersebut tetap menjadi peringatan bahwa kesiapsiagaan, kepedulian lingkungan, dan koordinasi lintas unsur harus terus diperkuat agar kebakaran serupa tidak kembali mengancam masyarakat.

 

Hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 22.50 WITA, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.[CMm24]

"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"