Menjaga Negeri dari Ladang: Polres Sikka Polda NTT Pastikan Program Pangan Berjalan Nyata

Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Sikka di Kecamatan Waigete dan Nelle menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan langsung kepada kelompok tani jagung hibrida. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tanaman tumbuh baik dan diperkirakan panen pada April 2026. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Menjaga Negeri dari Ladang: Polres Sikka Polda NTT Pastikan Program Pangan Berjalan Nyata
Bhabinkamtibmas Polres Sikka Intensif Dampingi Petani, Pastikan Program Ketahanan Pangan Presiden Berjalan Optimal

Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Maret 2026 — Komitmen Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. 

Pada Selasa (03/03/2026), dua personel Bhabinkamtibmas Polres Sikka turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan perkembangan tanaman jagung hibrida yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah.

 

Langkah nyata tersebut dilaksanakan di dua kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Waigete dan Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka. Pengecekan Jagung Hibrida di Waigete Capai Usia 61 Hari

 

Di Dusun Mageramut, Desa Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Bhabinkamtibmas Desa Egon BRIPKA Ady Leo melaksanakan pengecekan lahan jagung hibrida milik Kelompok Tani Abo Dalong.

 

Lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut ditanami jagung hibrida sejak 2 Januari 2026. Memasuki usia 61 hari setelah tanam (HST), pertumbuhan tanaman terlihat baik dan merata. Sebanyak empat bungkus benih jagung hibrida digunakan dalam proses penanaman yang melibatkan 18 anggota kelompok tani di bawah kepemimpinan Yulfina Darmawanti.

 

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi tanaman dalam keadaan sehat, dengan estimasi panen pada bulan April 2026 mendatang. BRIPKA Ady Leo menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.

 

  • “Kami hadir untuk mendampingi dan memberi semangat kepada petani agar program ketahanan pangan ini berjalan maksimal,” ujarnya.

 

Sementara itu, pada pukul 13.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Nelle Lorang AIPDA Vinsensius Sugripti melaksanakan pemantauan lahan jagung milik Kelompok Tani St. Maria Yustinus Rusolilo di Dusun II, Desa Nelle Lorang, Kecamatan Nelle.

 

Lahan seluas 2.500 meter persegi tersebut telah ditanami jagung hibrida sejak 8 Januari 2026 dan kini memasuki usia 52 hari setelah tanam. Kelompok tani yang diketuai Wilhelmus Fiktor dengan tujuh anggota itu secara rutin melakukan perawatan, termasuk pembersihan gulma pada 9 Februari 2026 dan pemupukan kedua pada 12 Februari 2026.

 

Dari hasil monitoring, tanaman jagung tumbuh optimal dan diperkirakan siap panen pada April 2026. AIPDA Vinsensius menekankan bahwa pendampingan Polri bertujuan memastikan setiap tahapan budidaya berjalan sesuai jadwal dan standar pertanian yang baik.

 

Polres Sikka melalui kegiatan Bhabinkamtibmas ini menunjukkan bahwa peran Polri kini semakin adaptif dan humanis. Tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian.

 

Pendampingan langsung di lapangan menjadi bukti bahwa Polri hadir dari hulu hingga hilir — dari menjaga kamtibmas hingga memastikan lahan pertanian produktif dan hasil panen optimal.

 

Dengan sinergi antara aparat dan kelompok tani, diharapkan produksi jagung hibrida di Kabupaten Sikka dapat meningkat serta memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju Indonesia yang mandiri pangan.[CM24]