Ladang Jadi Medan Pengabdian: Bhabinkamtibmas Polres Sikka Kawal Pangan dari Desa

Kegiatan monitoring yang dilakukan Bhabinkamtibmas berjalan aman dan lancar, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung di lapangan.

Ladang Jadi Medan Pengabdian: Bhabinkamtibmas Polres Sikka Kawal Pangan dari Desa
“Dari Ladang ke Ketahanan Pangan: Bhabinkamtibmas Polres Sikka Turun Langsung Dampingi Warga Desa”

Tribratanewssikka.com - Maumere, , 18 April 2026 — Komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. 

Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Umauta, Bripka Stefanus Darminus, turun langsung ke lahan pertanian warga untuk melakukan monitoring tanaman jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat siang (17/4) pukul 11.00 WITA tersebut dipusatkan di lahan jagung milik Bapak Blasius Rejang, anggota Kelompok Tani Mekar Berkembang, yang terletak di Dusun Natarmapat, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Di hamparan lahan seluas kurang lebih satu hektare itu, jagung hibrida tumbuh subur—menjadi simbol harapan sekaligus bukti kerja keras petani lokal.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Stefanus tidak sekadar hadir sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat. Ia melakukan koordinasi aktif dengan Kanit Binmas dalam rangka monitoring sekaligus pendampingan program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.

 

Pendekatan humanis pun tampak dalam interaksi yang dibangun. Di tengah aktivitas pertanian, Bhabinkamtibmas memberikan edukasi serta dorongan moral kepada petani agar terus meningkatkan keterampilan dalam mengelola lahan secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Penggunaan pupuk seperti urea dan ponska yang diterapkan petani turut menjadi bagian dari perhatian dalam upaya menjaga produktivitas tanaman.

 

“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa petani tidak berjalan sendiri,” menjadi pesan kuat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

 

Selain itu, Bripka Stefanus juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah desa. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi dan kerja sama yang solid guna memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah tersebut.

 

Menariknya, lahan yang dimonitor diketahui memiliki status kepemilikan yang jelas (bersertifikat) dengan luas sekitar satu hektare, serta ditanami jagung hibrida yang menjadi komoditas unggulan dalam mendukung swasembada pangan di daerah. Hal ini menunjukkan bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan baik, mampu menjadi pilar penting dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

 

Kegiatan monitoring ini berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi petani untuk terus berproduksi dan berinovasi.

 

Langkah kecil di ladang ini sejatinya merupakan bagian dari gerakan besar—membangun kemandirian pangan dari desa, untuk Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat. [Cm24]