“Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman, Sikka Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Pembentukan Pokja”

Rapat pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tahun 2026–2030 menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sikka bersama lintas sektor, termasuk Polri, dalam memperkuat sinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Kehadiran Kapolsek Alok mewakili Kapolres Sikka menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung terciptanya budaya sekolah yang kondusif, berkarakter, serta berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

“Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman, Sikka Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Pembentukan Pokja”
Kapolsek Alok Wakili Kapolres Sikka Hadiri Pembentukan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman 2026–2030

Tribratanewssikka.com - Maumere, 20 Mei 2026. Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkarakter di Kabupaten Sikka mulai diperkuat melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Sikka bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar Rapat Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tahun 2026–2030, Selasa (19/5/2026), di Lantai II Aula Rokatenda, Kantor Bupati Sikka.

Dalam forum strategis tersebut, Kapolsek Alok hadir mewakili Kapolres Sikka sebagai bentuk dukungan institusi kepolisian terhadap penguatan budaya pendidikan yang aman, inklusif, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan dan gangguan sosial di lingkungan sekolah.

 

Rapat yang dimulai sekitar pukul 11.30 WITA itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, mewakili Pemerintah Kabupaten Sikka, dengan melibatkan unsur lintas sektor sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada perlindungan anak dan pembentukan karakter generasi muda.

 

Suasana rapat berlangsung serius namun konstruktif. Para peserta yang hadir menaruh perhatian besar terhadap pentingnya membangun sebuah sistem kerja terpadu guna memastikan sekolah-sekolah di Kabupaten Sikka tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, nyaman, sehat, ramah anak, serta mampu membentuk budaya pendidikan yang positif dalam jangka panjang.

 

Dalam pembahasan rapat, sejumlah agenda utama menjadi fokus perhatian. Pertama, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2026–2030 sebagai wadah koordinasi lintas instansi. Kehadiran Pokja ini dinilai penting untuk menyatukan arah kebijakan, pengawasan, serta implementasi program pendidikan yang berpihak pada keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

 

Tidak berhenti pada pembentukan struktur kelembagaan, rapat juga mengulas secara mendalam tentang rencana kerja Pokja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program selama lima tahun ke depan. Pembahasan mencakup strategi pelaksanaan program, pembagian peran antarinstansi, serta penguatan sinergi lintas sektor agar kebijakan yang lahir tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan benar-benar menyentuh kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.

 

Selain itu, forum turut membahas rencana anggaran Pokja Tahun 2026–2030, sebagai langkah awal memastikan keberlanjutan program dapat berjalan secara terukur, terencana, dan memiliki dukungan pembiayaan yang jelas. Aspek pendanaan dipandang menjadi elemen krusial dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program budaya sekolah aman dan nyaman di seluruh wilayah Kabupaten Sikka.

 

Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa setelah Pokja resmi terbentuk, agenda lanjutan akan segera dilakukan melalui pembahasan Rencana Kerja (Renja) pada masing-masing divisi yang nantinya dibentuk sesuai bidang tugas dan fungsi. Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi awal untuk memastikan setiap program memiliki target, indikator kerja, dan arah implementasi yang terukur.

 

Kehadiran unsur kepolisian melalui Kapolsek Alok yang mewakili Kapolres Sikka mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang kondusif. Keterlibatan aparat keamanan dinilai penting, terutama dalam aspek pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, pembinaan karakter disiplin, hingga penguatan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat di kalangan pelajar.

 

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur lintas sektor, di antaranya Bupati Sikka yang diwakili oleh Plh. Sekda Kabupaten Sikka, Kapolres Sikka yang diwakili Kapolsek Alok, Asisten I Setda Kabupaten Sikka, Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, serta berbagai unsur undangan lintas sektor lainnya yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan sektor pendidikan dan perlindungan anak.

 

Pertemuan strategis ini berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dalam situasi yang berlangsung aman, tertib, dan lancar. Meski berlangsung dalam durasi relatif singkat, rapat tersebut menandai langkah awal yang penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis, aman, dan berpihak pada masa depan anak-anak Sikka.

 

Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang—mulai dari perundungan, kekerasan terhadap anak, hingga pengaruh negatif lingkungan digital—kehadiran Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Harapannya, forum ini tidak sekadar menjadi ruang koordinasi formal, tetapi mampu melahirkan kebijakan nyata yang menghadirkan sekolah sebagai ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan membangun karakter generasi penerus Kabupaten Sikka. [Cm24]