Perkuat Transparansi Rekrutmen Polri 2026, Propam Polres Sikka Gencarkan Sosialisasi QR Yanduan untuk Cegah Kecurangan

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner/spanduk QR Yanduan Propam Polri oleh Propam Polres Sikka merupakan langkah nyata dalam memperkuat transparansi dan pengawasan pada Rekrutmen Terpadu Polri T.A. 2026, sekaligus mendorong peserta untuk berani melaporkan segala bentuk kecurangan guna mewujudkan proses seleksi yang bersih, objektif, dan berintegritas.

Perkuat Transparansi Rekrutmen Polri 2026, Propam Polres Sikka Gencarkan Sosialisasi QR Yanduan untuk Cegah Kecurangan
“Dari Sikka untuk Integritas: QR Yanduan Jadi Garda Depan Awasi Rekrutmen Polri 2026”

Tribratanewssikka.com - Maumere, 30 Maret 2026— Komitmen menjaga integritas dan transparansi dalam proses rekrutmen anggota Polri kembali ditegaskan oleh jajaran Propam Polres Sikka. 

Pada Senin (30/3/2026) siang, Unit Propam Polres Sikka menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus pemasangan banner dan spanduk layanan pengaduan berbasis QR Code (QR Yanduan) sebagai langkah preventif dalam mengawal pelaksanaan Rekrutmen Terpadu Polri Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WITA tersebut dipusatkan di Kantor Bagian SDM Polres Sikka selaku lokasi Subpanda, serta di area depan Markas Komando (Mako) Polres Sikka. Dalam suasana yang tertib dan penuh perhatian, para peserta rekrutmen tampak mengikuti sosialisasi dengan seksama, menyimak setiap arahan yang disampaikan.

Kasi Propam Polres Sikka, AKP Fransiskus Somba Sai, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret Polri dalam menutup celah praktik kecurangan, percaloan, maupun penyalahgunaan wewenang dalam proses seleksi.

 

Rekrutmen Polri harus bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak boleh ada ruang bagi oknum yang mencoba bermain di balik proses ini,” tegasnya di hadapan para peserta.

 

Dalam penyampaiannya, ia secara lugas mengingatkan para calon peserta agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif dan terbuka, tanpa pungutan biaya.

 

Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Propam Polri menghadirkan inovasi layanan pengaduan berbasis digital melalui QR Yanduan. Melalui sistem ini, masyarakat maupun peserta rekrutmen dapat secara langsung menyampaikan laporan apabila menemukan indikasi pelanggaran.

 

Jika ada oknum anggota Polri yang menjanjikan kelulusan atau menawarkan bantuan tidak resmi, segera laporkan melalui QR Yanduan Propam Polri. Ini adalah saluran resmi yang kami siapkan untuk melindungi masyarakat dan menjaga marwah institusi,” lanjutnya.

 

Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh peserta untuk berani bersikap kritis dan tidak ragu melaporkan setiap kejanggalan yang ditemui selama proses rekrutmen berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem seleksi yang bersih dan berintegritas.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kanit Paminal, Kanit Provost, serta personel Propam Polres Sikka lainnya. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk dukungan struktural, tetapi juga mempertegas keseriusan pengawasan internal terhadap seluruh tahapan rekrutmen.

 

Pemasangan banner dan spanduk QR Yanduan di titik-titik strategis menjadi simbol keterbukaan Polri terhadap pengawasan publik. Informasi yang terpampang jelas diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peserta serta masyarakat luas untuk ikut mengawal proses seleksi secara aktif.

 

Dalam waktu singkat, kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.15 WITA tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kedisiplinan. Namun demikian, pesan yang disampaikan memiliki gaung yang panjang—bahwa tidak ada kompromi terhadap praktik kecurangan dalam tubuh Polri.

 

Langkah yang diambil Propam Polres Sikka ini menjadi cerminan nyata semangat reformasi birokrasi Polri dalam membangun kepercayaan publik. Dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, diharapkan proses rekrutmen Polri tahun 2026 benar-benar melahirkan generasi Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. [Cm24]