Panen 17 Ton Jagung di Magepanda, Polres Sikka Perkuat Garda Ketahanan Pangan

Kegiatan panen raya jagung di Desa Magepanda menunjukkan keberhasilan program ketahanan pangan berbasis masyarakat, dengan dukungan aktif Polri melalui Bhabinkamtibmas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mencerminkan sinergi yang kuat antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan.

Panen 17 Ton Jagung di Magepanda, Polres Sikka Perkuat Garda Ketahanan Pangan
Panen Raya Jagung Magepanda: Polres Sikka Hadir, Ketahanan Pangan Kian Menguat

Tribratanewssikka.com - Maumere, 29 April 2026 – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat hingga ke tingkat desa. 

Hal itu terlihat dalam kegiatan panen raya jagung yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Usaha Tani Sederhana di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian milik Selestina Sango tersebut tidak hanya menjadi momentum panen, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi antara petani dan aparat dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Alok AIPDA Yunus Lukman bersama Bhabinkamtibmas Desa Magepanda BRIPKA Rio Manaya, yang secara langsung menunjukkan dukungan Polri terhadap sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan ekonomi masyarakat.

 

Di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare, kelompok tani yang beranggotakan sembilan orang itu berhasil membudidayakan jagung hibrida jenis Sumo Sakti dengan estimasi hasil panen kering mencapai sekitar 17 ton. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa sektor pertanian di wilayah tersebut terus berkembang dengan baik.

 

Panen raya ini diperkirakan berlangsung selama tujuh hari ke depan, dengan melibatkan seluruh anggota kelompok tani serta pendamping dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Magepanda.

 

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. 

 

Selain itu, keterlibatan Bhabinkamtibmas menjadi bentuk nyata pengawasan sekaligus pendampingan guna memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan kondusif.

 

Momentum panen raya ini juga mencerminkan keberhasilan masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi lahan secara optimal, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi dan perubahan iklim yang semakin kompleks.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Sinergitas antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan tersebut.

 

Panen jagung di Magepanda bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan representasi dari kerja keras, ketekunan, dan harapan akan kemandirian pangan dari desa untuk Indonesia. [Cm24]