“Mengolah Lahan, Menyemai Masa Depan: Aksi Nyata Polres Sikka dan Generasi Muda Dorong Swasembada Pangan”
Kegiatan Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Sikka melalui pembersihan lahan dan penanaman hortikultura bersama Bhayangkara Study Club berjalan lancar, serta menjadi langkah nyata dalam mendukung swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pemanfaatan lahan produktif dan ketahanan pangan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 27 Maret 20261 – Upaya membangun ketahanan pangan dari tingkat desa terus digencarkan jajaran Kepolisian Resor Sikka melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaannya. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Watubaing, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, AIPDA Wilfridus A. Majuk, S.H., yang turun langsung bersama generasi muda dalam kegiatan pembersihan lahan dan penanaman tanaman hortikultura, Kamis (26/3/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di pekarangan Pos Pengamanan (Pos Pam) Talibura tersebut melibatkan anak-anak yang tergabung dalam Bhayangkara Study Club (BSC). Dengan penuh semangat kebersamaan, mereka membersihkan lahan yang sebelumnya tidak produktif, lalu menatanya menjadi area tanam yang siap dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman bergizi.
Tidak sekadar kerja bakti biasa, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga dan komunitas. Dalam suasana yang penuh keakraban, AIPDA Wilfridus tampak aktif membimbing serta memberikan edukasi kepada para peserta tentang pentingnya memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan produktif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda bahwa ketahanan pangan dimulai dari lingkungan terdekat. Lahan kecil pun bisa memberi manfaat besar jika dikelola dengan baik,” ungkapnya di sela kegiatan.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus menyiapkan sumber pangan bergizi yang sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tanaman hortikultura yang ditanam diharapkan dapat menjadi sumber nutrisi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Antusiasme anak-anak Bhayangkara Study Club terlihat jelas sepanjang kegiatan. Selain belajar teknik dasar bercocok tanam, mereka juga mendapatkan pemahaman tentang nilai kerja sama, kepedulian lingkungan, serta pentingnya kemandirian pangan di tengah tantangan zaman.
Kehadiran Polri melalui Bhabinkamtibmas dalam kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Dokumentasi kegiatan turut diabadikan sebagai bagian dari laporan serta bahan evaluasi untuk pengembangan program serupa di masa mendatang.
Dengan langkah sederhana namun berdampak nyata ini, diharapkan Desa Watubaing dapat menjadi contoh inspiratif bagi wilayah lain dalam mengelola potensi lokal demi mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berpihak pada generasi masa depan. [Cm24]


