“Dari Tanah Wolomarang, Polres Sikka Polda NTT Perkuat Pilar Ketahanan Pangan Nasional”
Kegiatan monitoring Bhabinkamtibmas jajaran Polres Sikka di lahan jagung Kelompok Tani Tati Nahing, Kelurahan Wolomarang, berjalan aman dan lancar. Tanaman jagung seluas ±7 hektar tumbuh baik dan terawat, menunjukkan komitmen kuat kelompok tani dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Kehadiran Polri menjadi wujud nyata sinergi dan pendampingan aktif guna memperkuat ketahanan pangan serta stabilitas kamtibmas di wilayah.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Februari 2026. Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan program pemerintah berjalan efektif hingga ke tingkat kelurahan, jajaran Bhabinkamtibmas kembali menunjukkan peran aktifnya di tengah masyarakat.

Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah hukum Polres Sikka melalui pemantauan langsung lahan pertanian jagung milik Kelompok Tani Tati Nahing di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 08.30 Wita, Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang, AIPDA Hironimus Taji Werang, turun langsung ke kebun kelompok tani untuk memastikan kondisi tanaman jagung yang telah ditanam sejak Januari 2026 tumbuh dengan baik dan mendapat perawatan optimal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Kelompok Tani Tati Nahing yang diketuai oleh Fredi Adrianu bersama 12 orang anggotanya mengelola lahan seluas kurang lebih 7 hektar. Di atas hamparan tanah produktif tersebut, mereka menanam jagung varietas hibrida JFR 71 dengan total benih sekitar 100 kilogram.
Pemantauan yang dilakukan tidak sekadar bersifat simbolis. Bhabinkamtibmas memastikan kondisi pertumbuhan tanaman, sistem perawatan, serta kesiapan kelompok dalam menghadapi potensi kendala seperti cuaca dan hama. Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian ini menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam membangun ketahanan ekonomi dari sektor pangan.
Peran Bhabinkamtibmas saat ini tidak lagi terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di lapangan, mereka menjadi motor penggerak, pendamping, sekaligus pengawas berbagai program strategis pemerintah. Melalui pendekatan humanis dan komunikasi yang intensif, Polri memastikan bahwa program ketahanan pangan benar-benar menyentuh masyarakat dan memberi manfaat nyata.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi bagian dari pendataan CPCL (Calon Petani dan Calon Lahan) di wilayah Kelurahan Wolomarang. Langkah ini penting untuk memastikan administrasi, legalitas, serta kesinambungan program berjalan sesuai ketentuan.
Dari hasil pemantauan, tanaman jagung di lahan Kelompok Tani Tati Nahing dilaporkan tumbuh dengan baik dan dalam kondisi terawat. Hal ini menunjukkan komitmen kelompok tani dalam mengelola lahan secara serius dan berkelanjutan.
Situasi selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Sinergitas antara Bhabinkamtibmas dan kelompok tani menjadi cerminan kuat bahwa stabilitas keamanan dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan.
Di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi sektor pangan, langkah konkret seperti ini menjadi bukti bahwa ketahanan bangsa dimulai dari lahan-lahan sederhana di desa dan kelurahan. Ketika petani bekerja dengan semangat dan aparat hadir dengan kepedulian, maka ketahanan pangan bukan sekadar program—melainkan gerakan bersama.
Dengan pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan hasil panen mendatang mampu memberi dampak ekonomi bagi anggota kelompok tani serta memperkuat ketersediaan pangan di Kabupaten Sikka. [CM24]
Polri hadir, petani kuat, ketahanan pangan pun semakin kokoh.


