Sentuhan Humanis Polsek Paga Polres Sikka: Bangun Karakter dan Kesadaran Hukum Pelajar di SMPN 048 Sa Ate Gaikiu Tana Wawo
Kegiatan kunjungan dan pembinaan oleh Kanit Binmas Polsek Paga di SMPN 048 Sa Ate Gaikiu berjalan aman, tertib, dan mendapat respon positif dari pihak sekolah. Melalui amanat upacara dan edukasi Kamtibmas, kedisiplinan serta pencegahan bullying, kegiatan ini memperkuat sinergi antara Kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran hukum siswa sejak dini.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 23 Februari 2026 – Komitmen membangun generasi muda yang disiplin, sadar hukum, dan berkarakter kembali ditegaskan jajaran Polsek Paga Polres Sikka Polda NTT melalui kegiatan kunjungan sekolah yang dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara bendera di SMPN 048 Sa Ate Gaikiu, Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka, Senin (23/2/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas sekaligus Kapospam Tana Wawo Polsek Paga, AIPTU Fransiskus Lister, yang bertindak sebagai Pembina Upacara.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah lingkungan pendidikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di kalangan pelajar.

Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Rangkaian kegiatan dimulai dengan masuknya Pembina Upacara ke lapangan, penghormatan umum, laporan pemimpin upacara, hingga pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya.
Suasana semakin syahdu saat mengheningkan cipta dipimpin langsung oleh Pembina Upacara, dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945, teks Pancasila, Janji Pelajar, amanat pembina, doa, hingga penutupan upacara.
Sebanyak 52 siswa/i SMPN 048 Sa Ate Gaikiu mengikuti kegiatan tersebut bersama para tenaga pendidik dan staf sekolah. Wakil Kepala Sekolah, Bapak Fransiskus Randis, S.Pd., turut hadir mewakili kepala sekolah dalam kegiatan yang sarat nilai pembinaan tersebut.
Dalam amanatnya, AIPTU Fransiskus Lister menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah sebagai fondasi utama dalam meraih prestasi.
Ia mengingatkan para siswa agar menjauhi segala bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan, termasuk tindakan perundungan (bullying) yang belakangan menjadi perhatian serius di dunia pendidikan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Tidak boleh ada intimidasi, ejekan, ataupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Jika ada masalah, selesaikan dengan cara yang baik dan komunikatif,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Selain itu, ia juga mengimbau agar seluruh siswa tetap berada di lingkungan sekolah selama jam pelajaran berlangsung, guna menghindari potensi kerawanan maupun pengaruh negatif dari luar. Disiplin, menurutnya, bukan hanya soal aturan, tetapi tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara Kepolisian dan institusi pendidikan di wilayah hukum Polsek Paga. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, kepolisian berupaya menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar, sehingga mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah, Bapak Fransiskus Randis, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta pembinaan yang diberikan oleh Polsek Paga. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
“Kami merasa terbantu dengan kehadiran pihak Kepolisian. Arahan yang diberikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan dan pelaksanaan upacara bendera berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Lebih dari sekadar upacara rutin, kegiatan ini menjadi ruang edukasi, pembinaan karakter, serta penegasan bahwa menjaga Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama, termasuk di lingkungan sekolah.
Melalui langkah preventif dan humanis seperti ini, Polsek Paga menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pembinaan generasi penerus bangsa. [Cm24]


