Api Melahap Lahan Pesisir Bandara Frans Seda, Respons Cepat Petugas Cegah Kobaran Meluas
Kebakaran hutan dan lahan di sekitar pesisir Bandara Frans Seda Maumere diperkirakan menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Api cepat meluas akibat angin kencang dan vegetasi kering, namun berkat respons cepat personel Polres Sikka bersama petugas bandara, api berhasil dipadamkan pada pukul 14.45 WITA. Sumber api hingga kini masih belum diketahui secara pasti.
Maumere, 8 September 2026. Tribratanewssikka.com — Kobaran api menghanguskan hamparan vegetasi kering di kawasan pesisir Bandara Frans Seda Maumere, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa (8/9/2026) siang. Kebakaran yang diperkirakan melahap sekitar lima hektare lahan itu berlangsung cepat akibat hembusan angin kencang yang membuat api dengan mudah merambat dari satu titik ke titik lainnya.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.20 WITA, setelah petugas Pospam KP3 Udara menerima informasi dari petugas Bandara Frans Seda melalui sambungan telepon mengenai munculnya kebakaran di area pinggir bandara.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada PADAL OPS AMAN NUSA II BANDARA untuk ditindaklanjuti. Tanpa menunggu waktu lama, personel kepolisian bersama petugas bandara bergerak menuju lokasi.
Saat tiba di sekitar titik kebakaran, kepulan asap tebal terlihat membubung dari kawasan yang dipenuhi rumput ilalang dan daun-daun kering. Api telah menjalar cukup luas dan terus bergerak cepat mengikuti arah angin.
Situasi tersebut membuat upaya pemadaman tidak mudah. Angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penjalaran api, sementara material kering berupa ilalang dan dedaunan menjadi bahan bakar yang membuat kobaran api semakin mudah membesar.
Sekitar pukul 13.30 WITA, personel Polres Sikka bersama petugas Bandara Frans Seda yang dipimpin PADAL OPS AMAN NUSA II, AKP I Nyoman Karwadi, S.H., tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Petugas mengerahkan kendaraan pemadam kebakaran milik Bandara Frans Seda. Selain itu, pemadaman juga dilakukan secara manual menggunakan ranting-ranting kayu untuk memukul dan memutus jalur api yang merambat di antara rumput ilalang serta daun-daun kering.
Meski kobaran api sempat terus meluas, upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga akhirnya perjuangan petugas membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.45 WITA, api berhasil dipadamkan.
Tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih lima hektare.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Lahan yang terbakar diketahui merupakan kawasan lahan/kebun milik warga yang berada di sekitar pesisir area Bandara Frans Seda. Petugas masih perlu memastikan titik awal munculnya api untuk mengetahui secara jelas sumber maupun penyebab kebakaran.
Kondisi lahan yang didominasi vegetasi kering, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, menjadi kombinasi yang membuat api bergerak cepat dan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.
Beruntung, respons cepat petugas Bandara Frans Seda bersama personel Polres Sikka berhasil menghentikan pergerakan api sebelum kebakaran berkembang lebih jauh.
Hingga laporan ini dibuat, situasi di lokasi telah aman dan api dipastikan padam. Pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, mengingat material yang terbakar didominasi rumput dan daun kering serta kondisi angin di kawasan tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat serius bahwa lahan kering di sekitar kawasan strategis, termasuk lingkungan bandara, memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi, terutama ketika angin bertiup kencang. Kewaspadaan dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah kobaran api berubah menjadi bencana yang lebih besar. [Cm24]


