“Sigap dan Profesional, Polsek Nelle Polres Sikka Pastikan Penemuan Mayat di Koting Bukan Kasus Kriminal”
Seorang petani bernama W. W (41) ditemukan meninggal dunia di kebun di Dusun Gere, Desa Koting A, dalam posisi telungkup saat sedang memikul karung kelapa. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan pihak keluarga menolak otopsi serta menerima kejadian sebagai musibah. Polisi telah melakukan langkah-langkah penanganan awal dan memastikan tidak ada indikasi tindak pidana.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 1 Mei 2026 – Suasana tenang di Dusun Gere, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, mendadak berubah menjadi duka dan kepanikan setelah ditemukannya sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa di area perkebunan milik warga, Kamis (30/04/2026) siang.
Korban diketahui bernama W. W (41), seorang petani asal Dusun Natar Gete, Desa Koting A. Ia ditemukan dalam posisi telungkup di kebun, dengan kondisi yang menyita perhatian warga: korban masih memikul satu karung berisi kelapa, seolah aktivitasnya terhenti secara tiba-tiba di tengah pekerjaan.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WITA, setelah warga yang melintas di sekitar lokasi kebun milik Bapak Lorensius Toja melihat tubuh korban dalam kondisi tidak bergerak. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak keluarga, yang segera memastikan kondisi korban di lokasi kejadian.
Menurut keterangan pelapor, Maria Elfrida Du,a (30), korban sebelumnya meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WITA untuk menuju kebun seperti rutinitas hariannya. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum korban berangkat, sehingga penemuan tersebut mengejutkan keluarga maupun warga sekitar.
Petugas kesehatan dari Puskesmas Koting yang tiba di lokasi sempat melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Dari hasil pengamatan medis sementara, tidak ditemukan indikasi langsung adanya kekerasan yang mencolok. Meski demikian, pihak medis tetap menyarankan dilakukannya otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Namun, pihak keluarga korban secara tegas menolak dilakukan otopsi, dan memilih menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah. Keputusan ini diperkuat dengan surat pernyataan resmi dari keluarga.
Sekitar pukul 16.00 WITA, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Nelle melalui sambungan telepon. Saat laporan diterima, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah duka dan telah dimandikan oleh pihak keluarga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Parwata bersama anggota piket SPKT, Kanit Intel, dan Kanit Reskrim segera bergerak menuju rumah duka. Sekitar pukul 16.30 WITA, aparat kepolisian tiba di lokasi dan melakukan serangkaian langkah kepolisian, termasuk pengumpulan keterangan dari saksi-saksi serta pendataan identitas korban.
Selain itu, pihak kepolisian juga menerima secara resmi surat penolakan otopsi dari keluarga serta mengajukan permohonan pemeriksaan luar (visum luar) kepada pihak Puskesmas Koting sebagai bagian dari prosedur penanganan.
Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi kuat adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan atau kelelahan saat korban menjalankan aktivitasnya di kebun.
Saat ini, jenazah almarhum telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Natar Gete, dengan suasana haru menyelimuti keluarga dan kerabat yang datang melayat. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 14.00 WITA. [Cm24]


