Polres Sikka Kawal Arus Bantuan Kemanusiaan, dari Pelabuhan hingga Distribusi ke Warga Terdampak Gempa
Polres Sikka memperlihatkan peran nyata dalam mengawal rantai kemanusiaan bagi korban gempa NTT. Mulai dari memastikan bantuan tiba dengan aman di pelabuhan, mengamankan proses bongkar dan pendropingan, hingga mengawal distribusi sembako kepada masyarakat terdampak. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga melalui pengawalan agar bantuan benar-benar bergerak sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Maumere, 14 September 2026 — Kepedulian terhadap warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus bergerak dari berbagai penjuru. Di Kabupaten Sikka, Polres Sikka mengambil peran penting dengan memastikan kedatangan, pengamanan, pendropingan hingga pendistribusian bantuan kemanusiaan berjalan aman, tertib dan tepat sasaran.

Gerak kemanusiaan itu terlihat di sejumlah titik pada Sabtu (12/9/2026), mulai dari Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Pelabuhan Feri Kewapante hingga Gudang Cosik, Kabupaten Sikka.

Di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, KM. Bukit Siguntang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) tiba sekitar pukul 09.00 WITA dengan membawa ratusan koli bantuan kemanusiaan yang berasal dari Tarakan, Balikpapan hingga Makassar. Bantuan tersebut selanjutnya diperuntukkan bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Dari Tarakan, sebanyak 8 koli bantuan dari Kerukunan Warga NTT Tarakan diterima untuk disalurkan kepada Yohanes Jawa. Sementara itu, sebanyak 92 koli bantuan dari KSOP Kelas II Tarakan juga tiba dengan muatan kebutuhan pokok masyarakat.
Bantuan tersebut terdiri atas 36 dus Indomie, 10 dus Pop Mie, 22 karung beras ukuran 5 kilogram, 7 dus minyak goreng, 6 dus barang campuran ditambah 1 karung, 6 dus air mineral serta 3 dus sarden. Bantuan ini diperuntukkan bagi KSOP Kelas IV Maumere.
Selain itu, kapal juga membawa 37 koli bantuan dari Balikpapan untuk korban bencana gempa bumi NTT. Tidak berhenti di sana, terdapat pula 79 koli bantuan sisa dari kapal Lambelu yang berasal dari Makassar, berupa barang campuran dan sembako untuk korban bencana, dengan penerima Partai Golkar.
Kehadiran bantuan dalam jumlah besar tersebut mendapat pengamanan dan pemantauan aparat kepolisian. Setibanya kapal, petugas langsung melakukan pemantauan terhadap proses bongkar muat, penerimaan serta pendropingan barang bantuan.
Koordinasi dengan pihak-pihak terkait dilakukan guna memastikan seluruh proses berlangsung sesuai data muatan yang diterima. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga agar bantuan kemanusiaan tidak hanya tiba dengan selamat, tetapi juga dapat dikelola dan diteruskan kepada pihak penerima secara tertib.
Pada hari yang sama, pengawalan terhadap arus bantuan kemanusiaan juga berlangsung di Pelabuhan Feri Kewapante. Sekitar pukul 05.20 WITA, KMP Inerie II tiba di Pelabuhan Feri Kewapante, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Kapal tersebut dinakhodai Germanius Darius bersama 19 kru. Kedatangan kapal turut dipantau oleh pihak ASDP, pihak KSOP Laurentius Say Maumere serta personel Polsek Kewapante.
KMP Inerie II membawa logistik bantuan dari program ASDP Peduli berupa beras, mi, pakaian, susu, minyak goreng dan air mineral. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak bencana.
Kapal yang berangkat dari Surabaya pada Rabu (9/9/2026) tersebut merupakan kapal pengganti KMP Ile Ape dan disiapkan untuk mendukung pengantaran logistik bantuan menuju wilayah Palue.
Setelah tiba di Pelabuhan Feri Kewapante, KMP Inerie II selanjutnya berada dalam posisi standby sambil menunggu jadwal keberangkatan. Seluruh kegiatan pemantauan berakhir sekitar pukul 06.30 WITA dengan situasi aman dan kondusif.
Rangkaian kepedulian kemanusiaan tersebut kemudian berlanjut pada pendistribusian bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa. Sekitar pukul 11.50 WITA, bertempat di Gudang Cosik, Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, dilaksanakan pendistribusian bantuan logistik berupa sembako bagi masyarakat Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Alok AKP Putu Sumadi, S.H., dan dihadiri Lurah Waioti Yosef Suyanto Nong Files, personel Polres Sikka yang ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor Sprin/343/VIII/OPS.2.1./2026 serta pegawai Inspektorat Kabupaten Sikka.
Sebanyak 82 paket bantuan disiapkan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi. Bantuan kemudian didistribusikan menggunakan satu unit mobil pikap Carry.
Kehadiran aparat kepolisian dalam setiap tahapan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bantuan bencana tidak berhenti pada pengamanan di pelabuhan. Polri juga hadir memastikan bantuan bergerak dari titik kedatangan menuju lokasi penerima dan masyarakat yang membutuhkan.
Dari pelabuhan hingga gudang logistik, setiap tahapan dikawal melalui koordinasi lintas instansi. Polres Sikka tidak hanya menjaga keamanan proses bongkar muat, tetapi juga turut memastikan distribusi berlangsung tertib sehingga bantuan dapat bergerak tanpa hambatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung penanganan dampak bencana sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah situasi kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas bersama.
Arus bantuan yang datang melalui jalur laut, kemudian diteruskan melalui jalur darat, memperlihatkan satu mata rantai kemanusiaan yang saling terhubung. Bantuan dari berbagai daerah menjadi energi solidaritas yang bergerak menuju masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bagi Polres Sikka, pengamanan dan pengawalan bantuan bukan sekadar tugas operasional. Di balik setiap koli sembako, karung beras, dus mi instan, air mineral hingga kebutuhan lainnya, terdapat harapan masyarakat agar mereka yang terdampak bencana tidak merasa berjalan sendirian.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, instansi pelabuhan, organisasi maupun kelompok masyarakat, distribusi bantuan diharapkan terus berlangsung secara aman, tertib dan tepat sasaran.
Seluruh rangkaian kegiatan penerimaan, pengamanan, pendropingan hingga pendistribusian bantuan kemanusiaan di Kabupaten Sikka berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. [Cm24] "POLDA NTT PENUH KASIH DARI TIMUR MENGUATKAN INDONESIA"


