Pesawat Casa Polri Bawa Pulang Jenazah drh. Alfonsius Mehan dari Papua ke Tanah Sikka

Kepulangan drh. Alfonsius Albinus Mehan dalam peti jenazah menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Sikka. Setelah sembilan tahun mengabdi sebagai dokter hewan ASN di Papua Pegunungan, almarhum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan secara adat. Kehadiran pemerintah, TNI-Polri, keluarga, dan masyarakat menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi seorang putra daerah yang gugur dalam menjalankan pengabdiannya

Pesawat Casa Polri Bawa Pulang Jenazah drh. Alfonsius Mehan dari Papua ke Tanah Sikka
Putra Sikka Gugur di Tanah Papua, Jenazah drh. Alfonsius Mehan Diantar Pulang Dengan Pesawat Casa Polri

Maunere, 14 September 2026. Tribratanewssikka.com — Tanah kelahiran akhirnya kembali menerima putranya. Bukan dalam langkah kaki yang tegap, bukan pula dengan senyum dan sapaan hangat kepada keluarga, melainkan dalam sebuah peti jenazah yang mengantarkan kepulangan terakhir drh. Alfonsius Albinus Mehan, putra Kabupaten Sikka yang gugur setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Pesawat Casa milik Polri dengan nomor registrasi 212-200/P-4101 mendarat di Bandara Frans Seda Maumere, Sabtu (12/9/2026), sekitar pukul 14.50 WITA. Dari dalam pesawat itu, jenazah almarhum dibawa kembali ke tanah kelahirannya setelah bertahun-tahun mengabdikan diri jauh dari kampung halaman.

 

Kepulangan tersebut sontak berubah menjadi momen duka bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Sikka. Di Bandara Frans Seda, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, keluarga, serta masyarakat telah menanti untuk memberikan penghormatan terakhir.

 

Almarhum tidak sekadar kembali sebagai seorang anak Sikka. Ia pulang sebagai seorang abdi negara yang telah menghabiskan kurang lebih sembilan tahun masa pengabdiannya di Provinsi Papua Pegunungan.

 

Lahir di Maumere pada 1 Maret 1991, drh. Alfonsius Albinus Mehan merupakan putra Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Di usia 35 tahun, perjalanan hidupnya harus berakhir secara tragis. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

 

Profesi sebagai dokter hewan ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, membawa almarhum jauh dari tanah leluhur. Selama bertahun-tahun, ia menjalankan tugas dan pengabdiannya di daerah penugasan, sebelum akhirnya sebuah insiden kekerasan bersenjata merenggut kehidupannya.

 

Setibanya di Bandara Frans Seda, pukul 14.52 WITA, jenazah diturunkan dari pesawat dan disambut jajaran Forkopimda Kabupaten Sikka. Prosesi berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan keheningan, menggambarkan duka yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga menjadi duka masyarakat Sikka.

 

Pukul 14.53 WITA, berlangsung prosesi penyerahan jenazah dari Pemerintah Provinsi NTT, yang diwakili Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Yosef Rasi, S.Sos., M.Si., kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. Jenazah diterima langsung oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, S.H.

 

Selanjutnya, jenazah diserahkan untuk dibawa ke rumah duka dan dipersiapkan mengikuti prosesi pemakaman sesuai adat Kabupaten Sikka..Penghormatan terakhir kembali diberikan ketika pada pukul 14.55 WITA jenazah diusung oleh anggota Kodim 1603/Sikka. Barisan personel berdiri dalam suasana khidmat, mengiringi tubuh seorang putra daerah yang telah memberikan sebagian besar masa pengabdiannya untuk menjalankan tugas negara di tanah Papua.

 

Pukul 14.57 WITA, jenazah kemudian dinaikkan ke mobil ambulans. Tepat pukul 15.00 WITA, ambulans meninggalkan Bandara Frans Seda Maumere menuju rumah duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat.

 

Perjalanan terakhir menuju rumah keluarga mendapat pengawalan dari personel Satuan Lalu Lintas Polres Sikka. Di belakang ambulans, iring-iringan keluarga dan masyarakat mengikuti dengan suasana duka yang mendalam.

 

Kehadiran para pejabat daerah dalam prosesi tersebut memperlihatkan bahwa kepergian almarhum bukan semata kehilangan bagi keluarga. Ia juga menjadi kehilangan bagi daerah yang pernah membesarkannya.

 

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supryadi, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, A.Sos., M.Han., Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Armadha Tangdibali, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, S.Fil., serta unsur pemerintah dan TNI-Polri hadir dalam prosesi tersebut.

 

Turut hadir perwakilan Lanal Maumere, Plt. Sekda Kabupaten Sikka, Sekretaris DPRD, pimpinan OPD, personel Kodim 1603/Sikka, anggota Polres Sikka, keluarga korban, masyarakat, serta insan pers.

 

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa di saat keluarga kehilangan sosok yang dicintai, negara dan masyarakat hadir untuk memberikan penghormatan.

 

Di tanah yang jauh dari kampung halaman, almarhum menjalankan profesinya sebagai dokter hewan sekaligus ASN. Ia meninggalkan keluarga dan tanah kelahirannya untuk melaksanakan tugas. Pengabdian itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya hingga peristiwa tragis mengakhiri kehidupannya.

 

Hari ini, tubuhnya memang telah kembali. Namun kisah pengabdiannya tidak ikut terkubur. Ia meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, keluarga besar, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai putra daerah yang pernah mengabdikan ilmu dan tenaganya di tanah Papua.

 

Kepulangan dalam peti jenazah menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang putra Sikka. Dari Wailiti ia berangkat membawa harapan dan pengabdian. Di Papua ia menjalankan tugas negara. Dan kini, ia kembali ke Wailiti untuk selamanya.

 

Seluruh rangkaian kedatangan jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan di Bandara Frans Seda Maumere berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga jenazah diberangkatkan menuju rumah duka.

 

Bagi Sikka, hari itu bukan sekadar menyambut kepulangan sebuah jenazah. Hari itu adalah saat sebuah daerah menundukkan kepala, memberikan penghormatan kepada putranya yang telah pergi dalam tugas dan pengabdian.

 

Selamat jalan, drh. Alfonsius Albinus Mehan..Sembilan tahun pengabdianmu di tanah Papua telah menjadi bagian dari perjalanan hidupmu. Kini engkau telah kembali ke tanah leluhur, meninggalkan jejak pengabdian yang akan dikenang keluarga dan masyarakat Sikka. [Cm24] "POLDA NTT PENUH KASIH DARI TIMUR MENGISTKAN INDONESIA"