Perkuat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Sikka Polda NTT Aktif Turun ke Lahan Jagung

Kegiatan pemantauan tanaman jagung oleh Bhabinkamtibmas jajaran Polres Sikka di beberapa wilayah Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa program ketahanan pangan nasional berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari kelompok tani setempat. Tanaman jagung yang dipantau umumnya tumbuh normal dengan jadwal panen yang telah diperkirakan pada bulan Maret hingga Mei 2026. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Perkuat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Sikka Polda NTT Aktif Turun ke Lahan Jagung
Bhabinkamtibmas Polres Sikka Polda NTT Intensif Pemantauan Lahan Jagung Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Wilayah Kabupaten Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 13 Maret 2026 — Dalam rangka mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sikka terus aktif melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung milik kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan keberhasilan program pemerintah hingga ke tingkat desa.

Pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 Wita, Bhabinkamtibmas Desa Ipir, Kecamatan Bola, AIPDA Cornelius Hery, melaksanakan pengecekan lahan jagung hibrida milik Kelompok Tani Tana Dabak yang berlokasi di Dusun Wologahar, Desa Watukrus, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau perkembangan tanaman jagung yang merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026. Lahan yang dikelola kelompok tani tersebut memiliki luas sekitar 625 meter persegi dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 22 orang yang dipimpin oleh Romanus Rehing, warga RT 015/RW 007 Desa Watukrus yang lahir di Wologahar pada 12 Desember 1956.

 

Tanaman jagung yang ditanam merupakan varietas hibrida BISI 2 dengan jumlah bibit sebanyak 3 kilogram. Jagung tersebut mulai ditanam pada 28 November 2025 dan saat ini telah berusia sekitar 105 hari. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung tumbuh dengan baik dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 28 Maret 2026 mendatang.

 

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Polri melalui peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat sekaligus memastikan program pertanian yang dijalankan kelompok tani dapat berjalan dengan optimal.

 

Sementara itu, pada Kamis, 13 Maret 2026 sekitar pukul 10.30 Wita, Bhabinkamtibmas Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, AIPDA Alberth J. Keraf, juga melaksanakan kegiatan serupa dengan memantau lahan jagung milik Kelompok Tani Pesoniun yang berlokasi di wilayah Pomat, Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.

 

Kelompok tani tersebut dipimpin oleh Anselmus, yang lahir di Pomat pada 27 Juli 1964. Kelompok ini memiliki 10 orang anggota dengan luas lahan pertanian sekitar 1,5 hektare. Tanaman jagung yang dibudidayakan merupakan varietas lokal yang ditanam sejak November 2025 sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah.

 

Kegiatan pemantauan dilakukan guna memastikan tanaman tumbuh dengan baik serta memberikan motivasi kepada para petani agar terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian mereka.

 

Di wilayah lain, tepatnya di Kecamatan Magepanda, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Reroroja, AIPDA Alvian Rio Manaya, pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 Wita. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan terhadap dua kelompok tani yang mengelola lahan jagung di wilayah Dusun Detunggawa, Desa Done, Kecamatan Magepanda.

 

Kelompok tani pertama yang dipantau adalah Kelompok Tani Ana Kalo yang dipimpin oleh Kornelia Amalo, lahir di Dano Tua pada 18 Januari 1992. Kelompok ini memiliki 10 orang anggota dengan luas lahan sekitar 1 hektare. 

 

Jagung yang ditanam menggunakan bibit NK Sumo Sakti sebanyak 15 kilogram dan mulai ditanam pada akhir Januari 2026. Saat ini tanaman jagung telah berusia sekitar 1 bulan 15 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada awal Mei 2026. Lahan yang digunakan diketahui berstatus bersertifikat.

 

Selanjutnya, pemantauan juga dilakukan terhadap Kelompok Tani Cinta Done yang dipimpin oleh Paulus Jangong, warga yang lahir di Walesegu pada 28 Mei 1990. Kelompok tani ini memiliki 20 orang anggota dengan luas lahan yang cukup besar, yakni sekitar 5 hektare.

 

Pada lahan tersebut ditanam jagung dengan varietas NK Sumo Sakti menggunakan bibit sebanyak 65 kilogram. Tanaman jagung ditanam pada awal Januari 2026 dan saat ini telah berusia sekitar 2 bulan 5 hari. Berdasarkan kondisi pertumbuhan tanaman di lapangan, jagung diperkirakan akan memasuki masa panen pada akhir April 2026. Lahan pertanian yang digunakan juga memiliki status bersertifikat.

 

Melalui kegiatan pemantauan rutin yang dilakukan oleh para Bhabinkamtibmas ini, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk mengembangkan sektor pertanian serta memaksimalkan potensi lahan yang dimiliki. Selain itu, kehadiran Polri di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pemantauan lahan jagung yang dilakukan oleh jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sikka tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respons positif dari para petani dan masyarakat setempat.

 

Polres Sikka sendiri terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di sektor pertanian, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat di wilayah Kabupaten Sikka.[Cm24]