“Langkah Pasti Polres Sikka Polda NTT: Kawal Ketahanan Pangan, Perkuat Ekonomi Desa”

Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa tanaman jagung hibrida BISI 18 di Desa Pruda, Kolidetung, dan Baopaat berkembang baik dan sehat. Kendala cuaca dan hama dapat dikendalikan melalui perawatan intensif. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi faktor pendukung penting dalam memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif, aman, dan produktif.

“Langkah Pasti Polres Sikka Polda NTT: Kawal Ketahanan Pangan, Perkuat Ekonomi Desa”
Polres Sikka Kawal Ketahanan Pangan 2026, Jagung Hibrida BISI 18 Tumbuh Subur di Waiblama dan Lela

Tribratanewssikka.com - Maumere, 28 Februari 2026. Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026, jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sikka terus menunjukkan komitmen nyata melalui kegiatan monitoring dan pengecekan langsung tanaman jagung hibrida BISI 18 di sejumlah desa wilayah Kabupaten Sikka.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas pengawasan, melainkan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai mitra pembangunan, penggerak produktivitas desa, serta penjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Pada Rabu, 27 Februari 2026 sekitar pukul 11.30 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Pruda AIPTU Abilio De Jesus melaksanakan pengecekan tanaman jagung hibrida BISI 18 di Dusun Pruda RT 03 RW 04, Desa Pruda, Kecamatan Waiblama.

 

Program tersebut dikelola oleh dua kelompok tani aktif, yakni: 1. POKTAN KAHAT, Ketua: Nikilaus Bela, Lokasi: Dusun Pauklor, Luas lahan: 10 hektar, Jumlah benih: 150 kg, Varietas: Hibrida. 2. POKTAN NURANEBON, Ketua: Bonifasiis Jogo, Lokasi: Dusun Pauklor, Luas lahan: 10 hektar, Jumlah benih: 150 kg, Varietas: Hibrida

 

Dengan total luasan mencapai 20 hektar, jagung yang ditanam sejak 3 Januari 2026 kini telah berusia 57 hari dan memasuki fase pembentukan tongkol. Sebagian tanaman bahkan sudah mulai berbuah dengan kondisi pertumbuhan yang sehat dan seragam.

 

Kelompok tani telah melakukan penyiangan gulma secara berkala serta melaksanakan pemupukan tahap kedua guna memperkuat pembentukan buah. Dalam waktu dekat, akan dilakukan penyemprotan lanjutan untuk mengantisipasi serangan hama ulat daun yang menjadi salah satu tantangan di lapangan.

 

Kendala utama yang dihadapi para petani adalah curah hujan yang tidak menentu. Namun demikian, semangat kebersamaan dan koordinasi yang baik antaranggota kelompok tani mampu menjaga stabilitas pertumbuhan tanaman. Panen diperkirakan berlangsung pada Maret 2026 dengan optimisme hasil yang maksimal.

 

Pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 08.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Kolidetung AIPTU Febro Luis melaksanakan pengecekan tanaman jagung hibrida di Dusun Tiget, Desa Kolidetung, Kecamatan Lela.

 

Pengelolaan dilakukan oleh BUMDES WATU JONG yang dipimpin oleh Yosephus Karolus Kotten. Lahan yang digarap seluas kurang lebih 3,8 hektar dari total 4 hektar yang tersedia, dengan penggunaan benih sebanyak 65 kilogram.

 

Tanaman yang ditanam pada 10 Januari 2026 tersebut saat ini menunjukkan perkembangan yang baik dan relatif merata. Pendampingan dan pengawasan rutin dilakukan guna memastikan pertumbuhan tetap optimal serta mencegah potensi gangguan hama dan penyakit tanaman.

 

Keterlibatan BUMDes dalam pengelolaan lahan ini menjadi indikator bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berbasis individu, tetapi juga dikelola secara kelembagaan demi memperkuat ekonomi desa secara kolektif.

 

Masih pada hari yang sama, pukul 10.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Baopaat AIPDA Tito Meltrisno Biaf bersama Ketua Kelompok Tani Boajoang melaksanakan pengecekan tanaman jagung hibrida di Dusun Wololora, Desa Baopaat.

 

Kelompok tani Boajoang yang berada di bawah pengelolaan Bumdes menggarap lahan seluas 1 hektar dengan jumlah anggota lima orang. Jagung ditanam pada 2 Januari 2026 dan kini telah berusia 55 hari. Tanaman tampak sehat, dengan pertumbuhan tongkol yang mulai terlihat jelas. Perkiraan panen dijadwalkan pada April 2026.

 

Kegiatan monitoring berjalan aman dan lancar, serta menjadi sarana komunikasi langsung antara aparat kepolisian dan masyarakat tani dalam menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi di lapangan.

 

Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga bertransformasi sebagai penggerak ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi desa.

 

Pendampingan yang dilakukan secara berkala memastikan setiap tahapan mulai dari tanam, pemeliharaan, hingga panen dapat berjalan sesuai rencana. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok tani menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat lokal.

 

Dengan kondisi tanaman yang tumbuh subur, perawatan yang konsisten, serta semangat gotong royong yang terjaga, optimisme terhadap hasil panen Maret–April 2026 semakin menguat. Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Kabupaten Sikka secara berkelanjutan. [CM24]