Langkah Nyata di Lahan Jagung, Polres Sikka Polda NTT Perkuat Fondasi Pangan Nasional
Kegiatan pemantauan dan pendampingan lahan jagung oleh Bhabinkamtibmas Kepolisian Resor Sikka menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui sinergi bersama kelompok tani di Kecamatan Alok dan Nelle, pengelolaan pertanian berjalan optimal, aman, dan terarah, dengan proyeksi panen pada April hingga Mei 2026 yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat Kabupaten Sikka.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 25 Febriari 2026 – Komitmen jajaran Kepolisian Resor Sikka dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan. Para Bhabinkamtibmas secara aktif turun langsung ke lahan pertanian warga untuk melakukan pemantauan sekaligus pendampingan terhadap kelompok tani di wilayah binaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa dan Rabu, 24–25 Februari 2026, di sejumlah titik pertanian di Kecamatan Alok dan Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka. Kehadiran aparat kepolisian di tengah para petani menjadi simbol sinergi kuat antara Polri dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.
Pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 11.00 WITA, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nangalimang, BRIPKA Muspahuddin, melaksanakan pemantauan di lahan milik Kelompok Tani Daan Dadin. Lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare tersebut telah ditanami jagung lokal dengan total benih sebanyak 9 kilogram.
Tanaman yang ditanam pada 3 Januari 2026 itu kini telah berusia sekitar 1 bulan 22 hari dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada pertengahan April 2026. Kelompok tani yang beranggotakan 13 orang tersebut menjadikan program ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam pengelolaan lahan mereka. Seluruh lahan yang digarap berstatus bersertifikat, menunjukkan legalitas dan kesiapan pengelolaan yang baik.
Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Muspahuddin turut didampingi petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memastikan kondisi tanaman tumbuh optimal, bebas dari hama, dan sesuai jadwal perawatan.
Masih pada hari yang sama, pukul 12.30 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Nelle Barat, AIPDA Istanto Luther, melaksanakan kegiatan serupa di Dusun Habipiret, Desa Manubura, Kecamatan Nelle.
Di lokasi tersebut, lahan seluas 750 meter persegi milik Kelompok Tani Sinar Tani telah ditanami jagung lokal (pulut biasa) sejak 29 Januari 2026. Saat ini tanaman telah memasuki usia 27 hari setelah tanam (HST) dan diproyeksikan akan dipanen pada 29 April 2026.
Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang itu telah menyusun jadwal perawatan yang terstruktur, di antaranya pembersihan gulma pada 25 Februari 2026 serta pemupukan kedua pada 27 Februari 2026. Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga memberikan motivasi serta memastikan kesiapan petani dalam menjalankan tahapan budidaya secara konsisten.
Pada Rabu, 25 Februari 2026 pukul 11.00 WITA, BRIPKA Muspahuddin kembali melakukan pemantauan di Kelurahan Madawat, tepatnya di lahan Kelompok Tani Kali Kembar. Lahan seluas kurang lebih 1,3 hektare tersebut ditanami jagung hibrida jenis Jafran F1 dengan total benih mencapai 20 kilogram.
Tanaman yang ditanam pada 2 Januari 2026 itu kini berusia sekitar 1 bulan 23 hari dan diperkirakan akan dipanen pada pertengahan April 2026. Kelompok tani yang beranggotakan 23 orang ini menjadi salah satu sentra pengembangan jagung hibrida di wilayah tersebut. Dengan luas lahan yang relatif besar dan dukungan bibit unggul, diharapkan hasil panen dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan lokal.
Masih di hari yang sama, pukul 11.40 WITA, pemantauan dilanjutkan di lahan Kelompok Tani Bekat Epan. Lahan seluas 0,2 hektare tersebut ditanami jagung komposit dengan jumlah benih 4 kilogram.
Tanaman yang ditanam pada 10 Januari 2026 itu kini telah berusia 1 bulan 16 hari dan diperkirakan akan dipanen pada awal Mei 2026. Kelompok ini beranggotakan 12 orang dan seluruh lahan yang dikelola juga berstatus bersertifikat.
Kegiatan pemantauan dan pendampingan yang dilakukan para Bhabinkamtibmas tersebut menjadi bukti bahwa peran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan di sektor strategis, termasuk pertanian.
Melalui pendekatan humanis dan kemitraan aktif, Polres Sikka memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat tani. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan hasil panen jagung pada April hingga Mei 2026 dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi masyarakat desa.
Pendampingan lahan jagung oleh Bhabinkamtibmas di wilayah Kecamatan Alok dan Nelle bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan representasi nyata dari komitmen Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Dari ladang-ladang jagung di Sikka, semangat kemandirian pangan terus ditumbuhkan—bersama, untuk Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat. [Cm24]


