Tinjau Langsung Posko Pengungsian, Kapolres Sikka Pastikan 302 KK Mendapat Perlindungan dan Pelayanan

Kunjungan Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K ke Posko Pengungsian Gelora Samador menegaskan komitmen Polri dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan pelayanan bagi 1.241 pengungsi dari 302 KK. Melalui penjagaan, patroli, serta pembagian makanan dan minuman, situasi posko hingga saat ini aman dan terkendali, meski kewaspadaan tetap diperlukan karena jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah.

Tinjau Langsung Posko Pengungsian, Kapolres Sikka Pastikan 302 KK Mendapat Perlindungan dan Pelayanan
Kapolres Sikka Tinjau Posko Pengungsian Gempa Flores di Gelora Samador, Pastikan Keamanan 1.241 Pengungsi

Maumere, 16 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Di tengah situasi kebencanaan yang masih menuntut kewaspadaan tinggi, Kapolres Sikka turun langsung ke Posko Pengungsian Bencana Gempa Flores di Gelora Samador Maumere, (16/8/2026) pagi. 

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian memastikan pengamanan, pelayanan, serta kondisi para pengungsi tetap terjaga di tengah kemungkinan bertambahnya warga yang berdatangan ke lokasi pengungsian.

 

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., mengunjungi Posko Pengungsian Gelora Samador sekitar pukul 06.30 WITA. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah-tengah personel yang bertugas sekaligus menjadi penegasan bahwa pengamanan kawasan pengungsian bukan sekadar rutinitas penjagaan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan dan rasa aman masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana gempa.

 

Posko yang berada di Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, saat ini menampung 1.241 pengungsi dari 302 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena arus kedatangan warga ke lokasi pengungsian diperkirakan masih akan berlangsung.

 

Situasi tersebut membuat aspek keamanan dan ketertiban di kawasan pengungsian menjadi perhatian serius. Konsentrasi massa dalam jumlah besar, keterbatasan ruang, serta banyaknya barang bawaan para pengungsi membutuhkan pengawasan yang konsisten agar seluruh aktivitas di dalam maupun di sekitar posko dapat berlangsung aman dan tertib.

 

Personel Posko Pengungsian Gelora Samador pun disiagakan untuk melakukan pengawasan dan penjagaan terhadap para pengungsi beserta barang bawaan mereka, baik di dalam maupun di luar area pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan akibat bencana.

 

Tidak berhenti pada penjagaan statis, personel posko juga melaksanakan patroli di sekitar kawasan Gelora Samador. Patroli dilakukan bersama petugas bandara sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan sekaligus memastikan situasi keamanan di lingkungan sekitar tetap terkendali.

 

Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pengungsian juga diarahkan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Dalam kondisi bencana, rasa aman memiliki arti penting karena para pengungsi tidak hanya membutuhkan kebutuhan dasar, tetapi juga kepastian bahwa mereka dan keluarga mereka berada dalam lingkungan yang terlindungi.

 

Selain pengamanan, personel Posko Pengungsian Gelora Samador turut mengambil bagian dalam pelayanan kemanusiaan dengan membagikan makanan dan minuman kepada para pengungsi. 

 

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pelayanan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana sekaligus menunjukkan bahwa fungsi kepolisian dalam situasi darurat tidak hanya berada pada aspek keamanan, tetapi juga hadir memberikan pelayanan kepada warga.

 

Pengamanan posko sendiri dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/338/VIII/OPS.2.1./2026 tanggal 15 Agustus 2026 tentang Pengamanan Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere, yang berlaku sejak 15 hingga 17 Agustus 2026.

 

Dalam pelaksanaan tugas Regu I, tercatat lima personel hadir di lokasi, yakni Ipda Mashasyim, Aiptu Natalis Istanto, Briptu Adnan Pratama Putra, Bripda Emanuel Rikardo, dan Brigpol Bastyan F. Gray.

 

Sementara tiga personel lainnya tidak dapat mengikuti pelaksanaan tugas karena alasan tertentu, yakni Aipda Fransisko Arif Rudianto yang sakit serta Bripda Ahmad Hadikusuma dan Aipda Alldrin Efendi Leo yang melaksanakan tugas kedinasan lainnya.

 

Dengan jumlah pengungsi yang telah mencapai 1.241 orang dan masih berpotensi bertambah, pengamanan di Gelora Samador menjadi pekerjaan yang membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. 

 

Setiap pergerakan warga, keluar-masuk kawasan posko, kondisi barang bawaan, hingga aktivitas di sekitar lokasi harus berada dalam pengawasan agar situasi yang sudah tertata tidak berubah menjadi persoalan baru.

 

Kunjungan Kapolres Sikka pada Minggu pagi itu sekaligus memperlihatkan pola pengamanan yang menempatkan kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat sebagai bagian penting dalam penanganan situasi kebencanaan. Polisi tidak hanya berdiri sebagai penjaga perimeter, tetapi ikut memastikan pelayanan dasar dan kebutuhan keamanan masyarakat berjalan beriringan.

 

Di tengah kepadatan pengungsi dan kemungkinan terus bertambahnya warga yang membutuhkan tempat perlindungan, sinergi antara personel kepolisian, petugas terkait, dan seluruh unsur pelayanan di posko menjadi kunci. Pengamanan yang kuat harus berjalan seiring dengan pelayanan yang cepat, humanis, dan responsif.

 

Hingga kegiatan kunjungan Kapolres Sikka berlangsung, situasi di Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere dilaporkan aman dan terkendali. Namun, dengan kondisi kebencanaan yang masih dinamis serta jumlah pengungsi yang berpotensi meningkat, kesiapsiagaan tetap menjadi garis depan.

 

Gelora Samador kini bukan sekadar tempat berkumpulnya warga. Tempat tersebut menjadi ruang perlindungan bagi ribuan orang yang sedang menunggu kepastian dan keamanan setelah bencana. Karena itu, setiap personel yang berjaga memikul tanggung jawab lebih dari sekadar menjaga ketertiban: memastikan bahwa di tengah situasi sulit, masyarakat tetap merasa terlindungi.

 

Kehadiran Kapolres Sikka di lokasi menjadi pesan yang jelas—ketika masyarakat berada dalam situasi paling rentan, negara harus hadir paling dekat. Dan di Gelora Samador Maumere, kehadiran itu diwujudkan melalui pengamanan, patroli, pelayanan, serta kesiapsiagaan personel yang terus menjaga agar ribuan pengungsi dapat menjalani masa pengungsian dalam suasana aman dan terkendali. [Cm24]