Sikka Pascagempa: Mendagri Tito Karnavian Turun Langsung, Warga dan Infrastruktur Jadi Perhatian
Kunjungan Mendagri Tito Karnavian ke Kabupaten Sikka menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam merespons dampak gempa bumi secara langsung dan menyeluruh. Peninjauan meliputi kerusakan infrastruktur Pelabuhan Laurentius Say, rumah duka korban, kondisi masyarakat di Gelora Samador, serta pusat penanganan bencana di BPBD Sikka. Kunjungan berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat penanganan, rehabilitasi infrastruktur, pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, serta pemulihan pascabencana di Kabupaten Sikka.
Maumere, 17 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., turun langsung ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026), untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat sekaligus meninjau dampak kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kunjungan Menteri Dalam Negeri tersebut tidak sekadar menjadi agenda pemerintahan. Di tengah situasi pascabencana yang masih menyisakan duka, kerusakan infrastruktur, serta masyarakat yang harus bertahan di lokasi-lokasi pengungsian, kedatangan Tito Karnavian menjadi momentum untuk melihat langsung denyut penanganan bencana di lapangan.

Mendagri tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 10.30 WITA menggunakan helikopter BPBD jenis Airbus AS350B3e dengan registrasi PK-DBM. Kedatangannya disambut langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sikka dan sejumlah pejabat daerah.
Turut mendampingi Mendagri dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Dr. Drs. H. Safrizal Z.A., M.Si., serta staf pendamping.
Di Bandara Frans Seda, rombongan Mendagri disambut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, S.Fil., Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., Danlanal Maumere Letkol Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., M.Tr.Opsla., Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, A.Sos., M.Han., Asisten III Bupati Sikka Drs. Rudolfus Ali, M.Si., Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Sikka Antonius Jaboliu, S.Ip., serta Ketua Bhayangkari Cabang Sikka Ny. Fitri Bambang Supeno.
Rangkaian penjemputan di Bandara Frans Seda berlangsung aman dan terkendali hingga pukul 10.57 WITA. Tak lama berselang, pada pukul 10.58 WITA, Mendagri bersama rombongan langsung bergerak menuju sejumlah titik yang menjadi sasaran kunjungan.
Salah satu lokasi pertama yang didatangi Mendagri adalah Pelabuhan Laurentius Say Maumere di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Rombongan tiba sekitar pukul 11.06 WITA. Di lokasi tersebut, Mendagri melihat secara langsung kondisi bangunan terminal dan fasilitas dermaga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kunjungan ke pelabuhan menjadi penting karena fasilitas tersebut merupakan salah satu simpul vital pergerakan masyarakat dan distribusi logistik di Kabupaten Sikka. Kerusakan pada fasilitas pelabuhan bukan hanya persoalan bangunan yang retak atau rusak, tetapi juga menyangkut kelancaran mobilitas, konektivitas wilayah, serta distribusi kebutuhan masyarakat setelah bencana.
Didampingi Bupati Sikka dan unsur Forkopimda, Mendagri meninjau bagian-bagian fasilitas pelabuhan yang terdampak. Kondisi sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan dipantau secara langsung, sekaligus dibahas langkah penanganan, rehabilitasi, dan pemulihan pascabencana.
Sejumlah pejabat terkait turut hadir, di antaranya Kepala KSOP Maumere Ryan Partigor Hutabarat, S.Si.T., M.M., General Manager Pelindo Maumere Angga Adi Prebawa, serta Kapos KP3 Laut Aiptu Petrus Harving.
Peninjauan di Pelabuhan Laurentius Say berakhir sekitar pukul 11.30 WITA dan berlangsung aman serta lancar. Usai melihat langsung kerusakan infrastruktur pelabuhan, langkah Mendagri kemudian berlanjut ke sebuah rumah duka di Jalan Kimang Buleng, Kelurahan Kota Uneng.
Di tempat itu, suasana kunjungan berubah. Bukan lagi sekadar berbicara mengenai bangunan dan fasilitas publik, tetapi berhadapan langsung dengan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana. Mendagri mengunjungi rumah duka keluarga korban gempa bumi, Maria Diana Meliana, yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sekitar pukul 11.35 WITA, Tito Karnavian tiba bersama rombongan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Bantuan dan bingkisan turut diserahkan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada keluarga yang sedang berduka. Bantuan tersebut diterima langsung oleh suami korban, Silvester Moat Iku.
Di hadapan keluarga korban, Mendagri menyampaikan rasa turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi. Kunjungan itu menjadi salah satu bagian paling emosional dari rangkaian agenda Mendagri di Sikka, karena di balik angka-angka korban dan data kerusakan, terdapat keluarga-keluarga yang harus menerima kehilangan secara langsung.
Tidak lama berada di rumah duka, sekitar pukul 11.37 WITA Mendagri bersama rombongan kembali bergerak menuju Gelora Samador Maumere. Sekitar pukul 12.00 WITA, rombongan Mendagri tiba di Gelora Samador Maumere, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok.
Di tempat ini, fokus kunjungan bergeser kepada masyarakat yang terdampak langsung gempa dan kini menjalani kehidupan dalam situasi pascabencana. Gelora Samador menjadi salah satu lokasi masyarakat berkumpul dan bertahan setelah gempa. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian pascabencana, tempat tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat Sikka menghadapi hari-hari setelah gempa bumi.
Mendagri bersama rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi masyarakat. Kehadiran pejabat pemerintah pusat di lokasi pengungsian sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan masyarakat secara langsung, bukan semata melalui laporan administratif.
Bupati Sikka, Danlanal Maumere, Dandim 1603/Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, serta Asisten I Kabupaten Sikka turut mendampingi kegiatan tersebut. Peninjauan di Gelora Samador berlangsung aman dan lancar hingga sekitar pukul 12.30 WITA.
Sebelum rangkaian kunjungan berakhir, Mendagri juga mendatangi Kantor BPBD Kabupaten Sikka Di tempat inilah gambaran penanganan bencana dipaparkan secara lebih komprehensif. Mendagri diterima Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Margaretha Movaldas Da Maga Bapa, S.T., M.T., Eng., bersama jajaran terkait.
Berbagai informasi mengenai situasi bencana disampaikan kepada Mendagri, mulai dari data masyarakat terdampak dan korban gempa, jumlah serta kondisi rumah yang mengalami kerusakan, kerusakan fasilitas umum, hingga perkembangan penanganan dan kebutuhan pascabencana.
Paparan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan karena penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi dan bantuan darurat. Tahap berikutnya adalah memastikan masyarakat dapat kembali mendapatkan rasa aman, kebutuhan dasar terpenuhi, fasilitas publik dipulihkan, dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi dapat berjalan secara terukur.
Setelah menerima penjelasan mengenai perkembangan penanganan bencana, pada pukul 12.12 WITA Mendagri bersama rombongan meninggalkan Kantor BPBD Kabupaten Sikka untuk menuju Bandara Frans Seda Maumere.
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kabupaten Sikka berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Gempa bumi yang terjadi beberapa hari sebelumnya meninggalkan dampak pada berbagai sektor, mulai dari kehidupan masyarakat hingga fasilitas publik dan infrastruktur vital.
Dalam satu rangkaian kunjungan, Mendagri melihat beberapa wajah bencana sekaligus: kerusakan infrastruktur di Pelabuhan Laurentius Say, duka keluarga korban di rumah Maria Diana Meliana, kondisi masyarakat terdampak di Gelora Samador, hingga mekanisme penanganan bencana yang dikendalikan dari Kantor BPBD Kabupaten Sikka.
Empat lokasi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascagempa bukan perkara sederhana. Ada infrastruktur yang harus dipulihkan, masyarakat yang harus dilindungi, keluarga korban yang harus diperhatikan, serta data dan kebutuhan kemanusiaan yang harus segera diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata.
Kehadiran Mendagri di tengah situasi tersebut juga memperlihatkan bahwa respons pemerintah terhadap bencana tidak berhenti pada laporan di atas meja. Kondisi lapangan harus dilihat, kerusakan harus dipastikan, suara masyarakat harus didengar, dan kebutuhan penanganan harus dipetakan secara langsung.
Bagi Sikka, kunjungan tersebut datang ketika daerah itu masih berhadapan dengan dampak gempa yang belum sepenuhnya reda. Di balik bangunan yang rusak dan fasilitas publik yang terdampak, ada masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari keterkejutan dan kehilangan.
Karena itu, tantangan sesungguhnya setelah kunjungan ini bukan lagi sekadar memastikan bahwa kondisi bencana telah dilaporkan kepada pemerintah pusat. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap hasil peninjauan tersebut berujung pada penanganan yang cepat, bantuan yang tepat sasaran, pemulihan infrastruktur yang nyata, serta kepastian bahwa masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian.
Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia bersama rombongan di Kabupaten Sikka berlangsung dalam keadaan aman, tertib, lancar dan kondusif, dengan pengamanan melibatkan unsur Polres Sikka, Brimob Detasemen B Pelopor Maumere, TNI, serta unsur terkait lainnya. [Cm24]


