Perwakilan Kapolres Sikka Hadir di Wisuda Ke-10 UMM, Personel Kawal Rangkaian Acara hingga Peresmian Klinik PKU

Kegiatan Wisuda Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Maumere Angkatan ke-10 Tahun 2026 dan Peresmian Klinik PKU berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran perwakilan Polres Sikka sekaligus pengamanan personel kepolisian menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas Kamtibmas selama seluruh rangkaian kegiatan, termasuk mengantisipasi potensi kegiatan syukuran wisuda pada malam hari.

Perwakilan Kapolres Sikka Hadir di Wisuda Ke-10 UMM, Personel Kawal Rangkaian Acara hingga Peresmian Klinik PKU
142 Sarjana Muhammadiyah Maumere Diwisuda, Ilmu Didorong Menjadi Amal dan Pengabdian

Maumere, 28 September 2026. Tribratanewssikka.com — Universitas Muhammadiyah Maumere kembali mencatat satu momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 142 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) resmi mengikuti prosesi Wisuda Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Maumere Angkatan ke-10 Tahun 2026, Senin (28/9/2026).

Prosesi akademik yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pelepasan para lulusan dari lingkungan perguruan tinggi.

 

Di balik toga dan ijazah yang diterima, terselip pesan yang jauh lebih besar: pendidikan tidak boleh berhenti pada gelar, tetapi harus berlanjut menjadi pengabdian yang nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut tergambar kuat melalui tema wisuda tahun ini, yakni “Semoga Ilmu Menjadi Amal, dan Prestasi Menjadi Langkah Awal untuk Mengabdi.”

 

Tema itu menjadi penegasan bahwa perjalanan akademik para wisudawan bukanlah garis akhir. Sebaliknya, wisuda merupakan pintu masuk menuju ruang pengabdian yang lebih luas, tempat pengetahuan, keterampilan, karakter, dan prestasi diuji melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.

 

Sidang Senat Terbuka tersebut dipimpin Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum., dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, Muhammadiyah, dunia pendidikan, mitra perguruan tinggi, keluarga wisudawan, serta para tamu undangan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriyadi Keytimu, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, S.Fil., Palaksa Lanal Maumere Mayor Laut (T) Nono Sumarno yang mewakili Danlanal Maumere, serta Kabag Ren Polres Sikka AKP Anshari yang mewakili Kapolres Sikka.

 

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus, S.Si., Apt., M.H., perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., serta perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT Muksin Masri, S.Ag., M.H.

 

Hadir pula Ketua Senat Universitas Muhammadiyah Maumere Rodja Abdul Natsir, S.H., M.Pd., jajaran wakil rektor, pimpinan daerah Muhammadiyah dari sejumlah wilayah di Flores, para dekan dan dosen, mitra perguruan tinggi dan perbankan, panitia wisuda, keluarga wisudawan, serta para undangan.

 

Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi dengan kedatangan para tamu undangan. Suasana kampus mulai dipenuhi keluarga dan pendamping wisudawan yang datang untuk menyaksikan salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

 

Kirab peserta wisuda kemudian menjadi penanda dimulainya prosesi. Para calon wisudawan memasuki ruang prosesi dengan mengenakan pakaian akademik, membawa harapan dan kebanggaan setelah menyelesaikan perjalanan pendidikan di bangku perguruan tinggi.

 

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lagu Sang Surya, dan Mars Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Ketua Senat kemudian membuka Sidang Senat Terbuka, disusul pidato Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere serta rangkaian sambutan dari unsur pemerintah daerah dan pimpinan pendidikan.

 

Tahapan penting berikutnya adalah pembacaan Surat Keputusan Penetapan Peserta Wisuda dan peserta wisuda terbaik. Penghargaan kemudian diberikan kepada para wisudawan terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademik yang telah diraih.

 

Puncak prosesi berlangsung ketika para mahasiswa dikukuhkan sebagai lulusan melalui prosesi wisuda oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Di titik inilah toga bukan sekadar simbol kelulusan. Ia menjadi penanda bahwa sebuah tanggung jawab baru telah dimulai. Para lulusan tidak lagi hanya dituntut mampu memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga ditantang untuk membuktikan bahwa ilmu tersebut mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Ikrar peserta wisuda kemudian dibacakan sebagai bentuk komitmen moral para lulusan terhadap ilmu dan almamater. Kesan dan pesan dari perwakilan wisudawan menjadi bagian yang menghidupkan suasana sebelum Sidang Senat Terbuka resmi ditutup.

 

Momentum wisuda tahun ini menjadi semakin bermakna karena dirangkaikan dengan Peresmian Klinik Pratama Rawat Inap/Klinik PKU Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Jika wisuda menandai lahirnya sumber daya manusia baru, maka kehadiran klinik menjadi bentuk lain dari pengabdian institusi pendidikan kepada masyarakat.

 

Rangkaian peresmian diawali dengan penyerahan Sertifikat Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Klinik Pratama PKU Universitas Muhammadiyah Maumere dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bupati Sikka, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Suasana peresmian kemudian ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol resmi beroperasinya Klinik PKU Pratama Universitas Muhammadiyah Maumere.

 

Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut memperluas makna keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi ruang untuk menumbuhkan tradisi akademik dan mencetak lulusan, tetapi juga dapat hadir melalui pelayanan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

Dengan demikian, rangkaian wisuda dan peresmian klinik dalam satu momentum memberikan pesan yang kuat: pendidikan dan pelayanan masyarakat merupakan dua ruang pengabdian yang dapat berjalan beriringan.

 

Untuk menjamin seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polres Sikka menurunkan personel pengamanan sesuai Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/577/IX/PAM.3.3/2026 tanggal 24 September 2026.

 

Pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ratusan peserta, keluarga wisudawan, pejabat, tokoh Muhammadiyah, unsur pemerintahan, serta para tamu undangan.

 

Kehadiran personel kepolisian menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai jadwal, sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar, tertib, aman, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 10.15 WITA.

 

Namun, pengamanan tidak berhenti ketika acara resmi berakhir. Dengan mempertimbangkan jumlah wisudawan yang cukup banyak, terdapat kemungkinan dilaksanakannya kegiatan syukuran wisuda pada malam hari oleh para wisudawan/wisudawati bersama keluarga maupun rekan-rekan mereka.

 

Karena itu, Piket SPKT Polres Sikka dan Polsek jajaran diarahkan untuk tetap melakukan patroli serta monitoring terhadap perkembangan situasi Kamtibmas.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan, terutama di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya masyarakat dalam rangka perayaan syukuran wisuda.

 

Wisuda Angkatan ke-10 Universitas Muhammadiyah Maumere pada akhirnya bukan hanya tentang berakhirnya masa studi 142 mahasiswa. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik memperoleh makna ketika ilmu yang dimiliki mampu diterjemahkan menjadi manfaat.

 

Gelar sarjana adalah pencapaian, tetapi pengabdian adalah perjalanan. Prestasi adalah kebanggaan, tetapi kontribusi adalah ukuran kebermanfaatan. Dan kampus tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga diharapkan melahirkan manusia-manusia yang mampu membawa pengetahuan keluar dari ruang akademik untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Pesan itulah yang terasa kuat dalam tema wisuda tahun ini: ilmu menjadi amal, prestasi menjadi langkah awal untuk mengabdi.

 

Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, para wisudawan kini memasuki ruang kehidupan yang jauh lebih luas. Mereka membawa bekal akademik, nilai-nilai pendidikan, serta tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat.

 

Sementara itu, melalui peresmian Klinik PKU, Universitas Muhammadiyah Maumere memperlihatkan wajah pengabdian dalam bentuk yang berbeda—menghadirkan layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

Dua momentum tersebut akhirnya bertemu dalam satu pesan yang sama: pendidikan harus memberi arti, ilmu harus memberi manfaat, dan setiap prestasi harus menemukan jalannya menuju pengabdian. Kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para wisudawan dan dilanjutkan acara ramah tamah.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, tertib, dan kondusif, sekaligus menandai lahirnya 142 lulusan baru yang kini bersiap melangkah meninggalkan ruang akademik menuju medan pengabdian yang sesungguhnya. [ Cm24]