Polres Sikka Jadi Sahabat Petani: Bhabinkamtibmas Dampingi Warga Mego Kembangkan Hortikultura
Kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di Desa Dobo dan Desa Bhera, Kecamatan Mego, menunjukkan peran aktif Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman hortikultura. Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya memberikan motivasi kepada petani, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Polri dalam mengembangkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 16 Maret 2026 – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia terus digencarkan oleh jajaran Polri hingga ke tingkat desa. Melalui peran Bhabinkamtibmas, Polres Sikka secara aktif melakukan pendampingan dan monitoring terhadap masyarakat yang mengembangkan tanaman hortikultura pada lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 Wita, Bhabinkamtibmas Desa Dobo, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, AIPTU Dewa Gede Swijana melaksanakan kegiatan monitoring tanaman hortikultura di lahan milik warga yang berada di RT 012/RW 006, Dusun Woloara, Desa Dobo. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemanfaatan lahan pekarangan bergizi yang bertujuan mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Lahan yang dimonitoring merupakan milik warga bernama Anjilinus Tula dengan luas sekitar 50 x 50 meter persegi. Meskipun lahan tersebut belum memiliki sertifikat, pemilik lahan memanfaatkannya secara produktif dengan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura. Di lahan tersebut terdapat sekitar 130 pohon tomat, 120 pohon kacang panjang, serta 100 pohon cabai yang saat ini telah berumur kurang lebih tiga bulan sejak masa tanam pada Desember 2025.
Dalam pengelolaannya, tanaman tersebut dirawat menggunakan berbagai jenis pupuk, antara lain pupuk Urea sebanyak 25 kilogram, Phonska 25 kilogram, serta pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 50 kilogram. Selain itu, pemilik lahan juga menggunakan beberapa jenis obat pertanian seperti Korona untuk mengatasi hama putih, Grentonik sebagai perangsang buah, serta obat Danke untuk pengendalian hama tanaman. Seluruh kebutuhan pupuk dan bibit tanaman tersebut diperoleh secara swadaya oleh pemilik lahan.
Pada kesempatan tersebut, AIPTU Dewa Gede Swijana tidak hanya melakukan monitoring terhadap perkembangan tanaman, namun juga berkoordinasi dengan Kanit Binmas serta memberikan pendampingan kepada petani dalam pengelolaan lahan pertanian secara lebih efektif dan ramah lingkungan. Ia juga memberikan motivasi kepada pemilik lahan agar terus memanfaatkan pekarangan yang ada untuk kegiatan produktif yang dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pertanian lokal.
Sementara itu, pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bhera, Kecamatan Mego, BRIPKA Egidius Funan. Ia melakukan monitoring terhadap tanaman hortikultura yang ditanam di lahan pekarangan milik warga bernama Kosmas Wara yang berlokasi di RT 011/RW 005, Dusun Nualolo, Desa Bhera.
Kosmas Wara diketahui merupakan anggota Kelompok Tani Sinar Tani Detugau Desa Bhera yang secara aktif mengembangkan budidaya tanaman hortikultura di lahannya. Dengan luas lahan yang kurang lebih sama, yakni sekitar 50 x 50 meter persegi, ia menanam sekitar 500 pohon tomat yang saat ini telah berumur sekitar 70 hari.
Dalam pengelolaan tanaman tersebut, Kosmas Wara juga menggunakan pupuk Urea, Phonska, dan NPK 16-16-16 dengan komposisi yang hampir sama seperti yang digunakan pada lahan di Desa Dobo. Selain itu, ia juga menggunakan pestisida Korona untuk mengendalikan hama putih, serta obat Grentonik sebagai perangsang buah dan Danke untuk mengatasi serangan hama tanaman.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, BRIPKA Egidius Funan memberikan pendampingan sekaligus edukasi kepada pemilik lahan mengenai pentingnya pengelolaan pertanian yang baik, mulai dari pemilihan pupuk, pengendalian hama, hingga perawatan tanaman secara berkelanjutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan yang ada agar dapat menjadi sumber pangan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.
Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang secara langsung memberikan perhatian dan dukungan terhadap aktivitas pertanian warga. Mereka menyatakan siap bekerja sama dengan Polri serta pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh para petani. Curah hujan yang tidak menentu serta perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman hortikultura. Selain itu, para petani juga mengeluhkan belum adanya pendampingan teknis dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta keterbatasan obat pembasmi hama daun dan buah.
Kendati demikian, kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas di wilayah Kecamatan Mego tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Polri melalui peran Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan dorongan moral sekaligus memperkuat semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian lokal.
Melalui sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat, program pemanfaatan pekarangan bergizi diharapkan dapat menjadi salah satu solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Sikka. [Cm24]


