Polres Sikka dan Warga Natakoli Bersinergi, 1 Hektare Lahan Jadi Simbol Kebangkitan Ketahanan Pangan

Kegiatan penanaman jagung di Desa Natakoli menunjukkan sinergi kuat antara polisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. Dengan pemanfaatan dana desa dan kerja sama kelompok tani, kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan sekaligus berjalan aman, tertib, dan lancar.

Polres Sikka dan Warga Natakoli Bersinergi, 1 Hektare Lahan Jadi Simbol Kebangkitan Ketahanan Pangan
Polres Sikka Turun ke Lahan, 1 Hektare Jagung Natakoli Jadi Pilar Ketahanan Pangan Desa

Tribratanewssikka.com - Maumere, 15 April 2025 – Komitmen membangun ketahanan pangan dari desa kembali ditegaskan melalui aksi nyata di Dusun Umatawu, Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, 

Rabu (15/4/2026). Di bawah terik matahari yang menyengat, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat terlihat solid dalam kegiatan penanaman jagung yang digagas oleh BUMDes Sinarua Bersinar bersama Kelompok Tani Maju Bersama.

 

Hadir di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Natakoli, BRIPKA Bobi Haryanto, tidak sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kolektif yang menghidupkan harapan di sektor pertanian. Kehadiran polisi dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, tetapi tanggung jawab bersama.

 

Lahan seluas kurang lebih satu hektare milik Agustinus Odi menjadi titik awal gerakan tersebut. Di atas tanah itu, benih jagung hibrida jenis BC 18 sebanyak 28 kilogram ditanam dengan harapan menghasilkan panen kering hingga enam ton. 

 

Angka yang tidak sekadar statistik, tetapi representasi dari optimisme masyarakat desa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan ketersediaan pangan.

 

Program ini didukung oleh alokasi Dana Desa sebesar 20 persen yang difokuskan pada sektor ketahanan pangan. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah desa mulai menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, terutama dalam memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal.

 

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Ketua BPD beserta anggota, aparat kecamatan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pendamping desa, hingga BPP pertanian. 

 

Tak ketinggalan, jajaran Polsek Bola melalui Wakapolsek dan seluruh Bhabinkamtibmas hadir memberikan dukungan penuh, memperkuat sinergitas lintas sektor yang menjadi kunci keberhasilan program.

 

Kelompok Tani Maju Bersama yang beranggotakan delapan orang menjadi motor penggerak di lapangan. Dengan semangat gotong royong, mereka mengolah lahan, menanam, hingga memastikan penggunaan pupuk Urea dan NPK dilakukan secara optimal untuk mendukung hasil panen yang maksimal.

 

Lebih dari sekadar kegiatan pertanian, penanaman jagung ini mencerminkan wajah baru pembangunan desa—kolaboratif, terencana, dan berorientasi pada hasil nyata. Di tengah berbagai tantangan global, langkah sederhana dari Desa Natakoli ini justru menjadi pesan kuat: bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari tanah sendiri, oleh tangan sendiri, dan untuk kesejahteraan bersama.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan lancar. Namun lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan jejak harapan—bahwa dari sebutir benih yang ditanam hari ini, akan tumbuh masa depan yang lebih kuat bagi masyarakat Natakoli. [Cm24]