Pangan Digelorakan, Polsek Bola Polres Sikka Hadir di Balik 7.000 Bibit Cabai Wolomotong

Kegiatan penanaman ±7.000 bibit cabai oleh BUMDes Tana Bunga Wolomotong yang didampingi Polsek Bola merupakan langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat respons positif dari seluruh pihak yang terlibat

Pangan Digelorakan, Polsek Bola Polres Sikka Hadir di Balik 7.000 Bibit Cabai Wolomotong
Polsek Bola Polres Sikka Turun Tangan, 7.000 Bibit Cabai Ditanam Demi Ketahanan Pangan di Wolomotong

Tribratanewssikka.com - Maumere, 16 April 2026— Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polres Sikka. 

 

Kali ini, melalui peran aktif Bhabinkamtibmas dan fungsi Binmas, Polsek Bola hadir langsung di tengah masyarakat, mengawal sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif di wilayah pedesaan.

 

Pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, Kanit Binmas Polsek Bola, Aiptu Yohanes Rani, turun langsung mendampingi kegiatan penanaman tanaman hortikultura berupa cabai keriting di lahan milik BUMDes Tana Bunga Wolomotong, yang terletak di Dusun Legar, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

 

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam, melainkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat berbasis desa, sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat.

 

Di atas lahan seluas kurang lebih 0,6 hektare yang telah bersertifikat, sebanyak sekitar 7.000 anakan cabai ditanam secara bertahap. Pengelolaan dilakukan oleh kelompok tani BUMDes Tana Bunga di bawah kepemimpinan Hendrikus Nong Dadin, dengan pendekatan ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk kompos dan biobos, serta dukungan pengendalian hama menggunakan pestisida Demolis dan Leli.

 

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini menjadi penegas bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Yohanes Rani menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani yang telah berinisiatif memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.

 

“Ini adalah langkah nyata yang patut diapresiasi. Ketahanan pangan dimulai dari desa. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin desa bisa mandiri bahkan menjadi penopang ekonomi daerah,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam perawatan tanaman agar hasil yang diperoleh maksimal. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari proses penanaman, tetapi dari keberlanjutan hingga masa panen.

 

Lebih jauh, Kanit Binmas memastikan bahwa pihaknya bersama Bhabinkamtibmas akan terus melakukan monitoring dan pendampingan secara berkala, guna memastikan program berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Kami tidak hanya hadir hari ini. Pendampingan akan terus dilakukan. Ini bagian dari komitmen Polri dalam mendukung swasembada pangan, khususnya di sektor hortikultura,” tambahnya.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Wolomotong Sergius Sareng, PPL desa Yosep Embu Padu, Ketua BPD Romanus Rabu, serta anggota BUMDes dan masyarakat setempat yang terlihat antusias mengikuti proses penanaman.

 

Sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan aparat kepolisian ini menjadi gambaran kuat bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di tingkat lokal.

 

Hasil dari kegiatan ini pun menunjukkan respons positif. Pemerintah desa bersama anggota BUMDes menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan.

 

Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, langkah kecil dari Desa Wolomotong ini menjadi pesan kuat: kemandirian pangan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari tanah sendiri.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, mencerminkan kuatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kerja sama demi kesejahteraan bersama. [Cm24]