Palue Sikka Diguncang Gempa, KASTURI 6002 Baharkam Polri Bergerak Bawa 826 Paket Bantuan

Kedatangan KP. KASTURI 6002 BAHARKAM POLRI di Pulau Palue membawa 826 paket/barang bantuan logistik menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri bagi masyarakat terdampak gempa bumi. Dengan sinergi personel Polri dan masyarakat, seluruh bantuan berhasil diturunkan dan diangkut menuju Posko Polri di SMPK Rokatenda secara aman, tertib, dan lancar, untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Palue Sikka Diguncang Gempa, KASTURI 6002 Baharkam Polri Bergerak Bawa 826 Paket Bantuan
Kapal KASTURI 6002 Tiba di Palue, Bantuan Mabes Polri dan Alumni Akpol 2003 Siap Disalurkan

Maumere, 21 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Di tengah situasi masyarakat Pulau Palue yang masih menghadapi dampak bencana gempa bumi, kepedulian dan respons kemanusiaan kembali bergerak. Kapal Polisi (KP) KASTURI 6002 BAHARKAM POLRI tiba di Pelabuhan Kerica, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2026) pukul 07.20 Wita, membawa bantuan logistik untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Kedatangan KP. KASTURI 6002 bukan sekadar aktivitas pelayaran dan pendistribusian barang. Di balik kapal yang merapat di Pelabuhan Kerica, terdapat pesan kuat bahwa masyarakat Palue tidak berjalan sendirian menghadapi situasi pascabencana. Bantuan yang dibawa menjadi bagian dari respons kemanusiaan Polri untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian.

Logistik tersebut merupakan bantuan dari Mabes Polri serta bantuan dari Alumni Akpol Tahun 2003 yang disalurkan melalui Polres Sikka. Seluruh bantuan diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Palue yang terdampak gempa bumi.

Kedatangan kapal disambut jajaran Polres Sikka bersama personel yang tergabung dalam tanggap darurat bencana gempa bumi Palue. Waka Polres Sikka KOMPOL Marselus Yugo Amboro, S.I.K., bersama Kasikum AKP I Wayan Artawan, S.H., Kapolsek Nelle IPTU I Nyoman Sang Pawarta, KBO Sat.Samapta IPDA Paulus Wayan Keso, personel Polres Sikka yang tersprin dalam penanganan tanggap darurat, serta masyarakat Palue turut hadir dalam proses penjemputan dan penanganan bantuan.

 

Dari unsur kepolisian yang tiba bersama KP. KASTURI 6002, hadir Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., M.A.P., C.PHR., C.BA., Kasubdit Patwal Ditpolairud Polda NTT AKP M. Idris Hamzah, Kasatpolairud Polres Sikka AKP Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, S.Tr.K., S.I.K., kru KP. KASTURI 6002, personel Marnit Ditpolairud Polda NTT, personel BKO Ditpolairud Polda NTT, serta personel Satpolairud Polres Sikka.

 

Bantuan yang dibawa bukan dalam jumlah kecil. Sebanyak 826 paket/barang bantuan disiapkan untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Rinciannya mencerminkan kebutuhan dasar yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari warga di tengah situasi kebencanaan.

 

Bantuan tersebut terdiri atas 39 dos snack, 100 karung beras ukuran 10 kilogram, 329 dos air mineral, 12 dos bubur bayi, 217 dos mi, 5 dos kopi, 3 dos teh, 9 dos minyak goreng, 5 dos gula, 100 papan telur, 6 renteng susu, serta 1 dos sabun cuci.

 

Jika angka-angka tersebut dibaca secara keseluruhan, bantuan ini bukan hanya tentang jumlah barang. Beras, air mineral, makanan, susu, bubur bayi, minyak goreng hingga kebutuhan rumah tangga menjadi bentuk nyata upaya memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat yang berada dalam tekanan akibat bencana.

 

Setibanya di Pelabuhan Kerica Palue, seluruh logistik kemudian dibongkar dari kapal. Proses tersebut tidak hanya dilakukan oleh personel kepolisian, tetapi juga mendapat dukungan langsung dari masyarakat Palue.

 

Keterlibatan masyarakat dalam proses bongkar dan pengangkutan bantuan memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong di tengah kondisi sulit. Personel Polri dan masyarakat bahu-membahu memastikan bantuan yang telah tiba tidak berhenti di pelabuhan, tetapi segera bergerak menuju lokasi penampungan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

 

Dengan menggunakan satu unit mobil dinas Polri Polres Sikka dan tiga unit mobil pikap milik masyarakat Palue, logistik kemudian diangkut menuju Posko Polri yang berada di SMPK Rokatenda, Kecamatan Palue.

 

Pergerakan bantuan dari pelabuhan menuju posko menjadi bagian penting dalam rantai distribusi tanggap darurat. Setiap bantuan yang tiba harus segera dipastikan aman, tertata, dan siap disalurkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

 

Kehadiran personel Polri dalam situasi kebencanaan menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada aspek keamanan dan penegakan hukum. Ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit akibat bencana, institusi Polri turut mengambil bagian dalam memastikan proses penanganan berjalan tertib, aman, dan menyentuh kebutuhan kemanusiaan.

 

Kedatangan KP. KASTURI 6002 BAHARKAM POLRI di Palue menjadi gambaran bagaimana dukungan dari tingkat pusat, Polda NTT, hingga Polres Sikka dapat bergerak dalam satu jalur untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

 

Lebih dari sekadar membawa bantuan, kehadiran tersebut menghadirkan rasa bahwa negara tetap berada di tengah masyarakat ketika bencana datang.

 

Bagi warga Palue yang terdampak gempa, setiap karung beras, setiap dos air mineral, setiap paket makanan, dan setiap kebutuhan pokok yang tiba memiliki arti tersendiri. Bantuan tersebut bukan sekadar barang, tetapi menjadi simbol perhatian dan kepedulian di tengah masa pemulihan yang tidak selalu mudah.

 

Polri bersama masyarakat kemudian memastikan seluruh proses pengangkutan berlangsung secara tertib. Tidak ada waktu yang terbuang dalam situasi tanggap darurat. Bantuan yang telah tiba harus segera bergerak, karena di balik setiap paket terdapat kebutuhan warga yang menunggu untuk dipenuhi.

 

Seluruh rangkaian kegiatan pendropingan serta pengangkutan bantuan logistik dari Pelabuhan Kerica Palue menuju Posko Polri di SMPK Rokatenda berakhir pada pukul 08.49 Wita.

 

Proses tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara jajaran kepolisian dan masyarakat menjadi kunci sehingga seluruh bantuan dapat dipindahkan dari kapal menuju posko tanpa hambatan berarti.

 

Dari Pelabuhan Kerica hingga Posko Polri di SMPK Rokatenda, bantuan kini telah berada di daratan Palue dan siap memasuki tahap berikutnya, yakni distribusi kepada masyarakat terdampak.

 

Di tengah luka yang ditinggalkan bencana, kehadiran bantuan menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja. Pemerintah, kepolisian, berbagai elemen masyarakat, serta para pihak yang memiliki kepedulian dapat bergandengan tangan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan dukungan.

 

Dan pagi itu, ketika KP. KASTURI 6002 meninggalkan jejak kedatangannya di Pelabuhan Kerica, yang dibawa bukan hanya 826 paket/barang bantuan. Kapal tersebut membawa pesan yang jauh lebih besar: di tengah bencana, kepedulian harus bergerak, dan negara tidak boleh absen dari rakyatnya. [Cm24]