“Masif dan Terukur, Program MBG Sentuh 46.068 Penerima Manfaat di Sikka”
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada 26 Februari 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar dengan total 46.068 porsi tersalurkan melalui 16 dapur SPPG. Distribusi tepat sasaran kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan tenaga pendidik tanpa kendala berarti, serta berada dalam pengawasan aparat kepolisian. Program ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi dan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 27 Februari 2026 — Sejak pagi buta, denyut aktivitas telah terasa di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka. Asap tipis dari dapur-dapur produksi makanan bergizi menjadi penanda bahwa program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir, menyasar sekolah-sekolah dan Posyandu di berbagai kecamatan.
Tepat pukul 08.00 WITA, distribusi dimulai. Kendaraan operasional bergerak menyusuri jalan-jalan kecamatan, mengantarkan ribuan porsi makanan ke tangan para siswa, guru, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. Pada hari ini saja, sebanyak 46.068 porsi berhasil disalurkan di seluruh wilayah Kabupaten Sikka.
Program ini bukan sekadar rutinitas distribusi makanan. Ia adalah simbol hadirnya negara dalam memastikan asupan gizi generasi penerus bangsa tetap terjaga, bahkan hingga ke wilayah timur Nusantara.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 16 dapur SPPG di Kabupaten Sikka yang telah mengantongi rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dapur-dapur ini tersebar di sejumlah kecamatan strategis, di antaranya Alok, Alok Timur, Alok Barat, Kangae, Kewapante, Nita, Koting, Lela, dan Waigete.
Di Kecamatan Alok dan sekitarnya, beberapa dapur mencatat distribusi di atas 3.000 porsi per hari. Sementara di wilayah lain seperti Kewapante dan Kangae, angka distribusi juga menembus kisaran 3.000 porsi. Seluruhnya bergerak dalam satu orkestrasi yang rapi dan terukur.
Menu yang disajikan mengikuti standar dari pusat pelayanan MBG, berupa makanan basah yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, dan buah pada hari Senin hingga Jumat, serta makanan kering seperti roti, susu, telur rebus, dan buah pada hari Sabtu. Komposisi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi para penerima manfaat secara seimbang.
Di Kecamatan Koting dan Nelle, Dapur SPPG Koting yang dikelola Yayasan Garuda Bakti Flores menyalurkan 2.266 porsi kepada penerima manfaat. Mereka terdiri dari: 445 balita, 184 anak PAUD, 74 siswa TKK, 949 siswa SD, 187 siswa SMP, 87 ibu menyusui, 85 ibu hamil, 245 guru
Sebanyak 43 tenaga kerja lokal dilibatkan dalam operasional dapur ini. Distribusi dilakukan menggunakan dua unit kendaraan roda empat yang telah memenuhi ketentuan BGN. Seluruh rangkaian kegiatan dimonitor aparat kepolisian setempat dan berakhir pukul 12.00 WITA dalam keadaan aman dan terkendali.
Kehadiran program ini tidak hanya memperkuat ketahanan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja.
Di wilayah hukum Polsek Waigete, Dapur SPPG Nangatobong yang dikelola Yayasan Kuali Merah Putih menyalurkan 2.500 porsi kepada 11 satuan pendidikan, mulai dari tingkat TKK hingga SMA dan SMK.
Distribusi dilakukan secara terjadwal enam hari kerja setiap minggu. Tidak ditemukan kendala berarti dalam proses pendistribusian hari ini. Prosedur penyajian makanan dilakukan sesuai standar, menjaga kualitas dan kebersihan sebagai prioritas utama.
Seluruh kegiatan pendistribusian MBG di Kabupaten Sikka berada dalam pengawasan dan monitoring Personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka bersama jajaran Polsek di masing-masing wilayah. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat hambatan maupun gangguan dalam proses distribusi.
Keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting untuk menjamin keberlangsungan program ini. Aparat memastikan bahwa setiap porsi yang disiapkan benar-benar sampai kepada penerima manfaat yang telah terdata.
Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal angka distribusi yang mencapai puluhan ribu porsi. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
Di ruang-ruang kelas, anak-anak menikmati makanan bergizi sebelum kembali membuka buku pelajaran. Di Posyandu, para ibu hamil dan balita memperoleh tambahan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam fase krusial pertumbuhan. Guru-guru pun turut merasakan manfaat program ini sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Di Kabupaten Sikka, 26 Februari 2026 menjadi catatan penting bahwa program nasional mampu berjalan efektif hingga tingkat daerah. Dengan 46.068 porsi tersalurkan dalam satu hari tanpa kendala berarti, Sikka menunjukkan kesiapan dan komitmennya mendukung agenda besar pembangunan gizi nasional.
Program ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Namun lebih dari itu, ia berjalan dengan harapan—bahwa setiap suapan yang diterima hari ini adalah langkah kecil menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan lebih kuat di masa depan.[Cm24]


