Kepedulian Tak Berhenti, Polres Sikka Kembali Distribusikan 570 Paket Sembako dan 1.000 Papan Telur ke Maukaro

Polres Sikka kembali mengirim bantuan logistik kloter kedua menuju Maukaro, Kabupaten Ende, berupa 570 paket sembako dan total 1.000 papan telur untuk masyarakat terdampak gempa. Pengiriman ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas Bhayangkari bersama Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga pascabencana.

Kepedulian Tak Berhenti, Polres Sikka Kembali Distribusikan 570 Paket Sembako dan 1.000 Papan Telur ke Maukaro
Bantuan Logistik Bhayangkari Kembali Dikirim ke Maukaro, 570 Paket Sembako dan 1.000 Papan Telur untuk Warga Terdampak Gempa

Maumere, 24 Agustus 2024. Tribratanewssikka.com — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi terus bergerak dari Sikka menuju Kabupaten Ende. Senin (24/8/2026) siang, bantuan logistik berupa sembako kembali diberangkatkan dari Aula Polres Sikka menuju Polsek Maukaro, Polres Ende, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat Kecamatan Maukaro yang terdampak gempa bumi.

Pengiriman bantuan kali ini merupakan kloter kedua, dengan menggunakan dua unit mobil dump truck Canter bernomor polisi EB 8366 BS dan EB 8537 BH. Kedua kendaraan tersebut membawa logistik dalam jumlah besar yang telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

 

Proses pendropingan dimulai sekitar pukul 14.30 Wita di Aula Polres Sikka. Bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Ibu Ketua Umum Bhayangkari yang didistribusikan melalui Polres Sikka untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, melalui jajaran Polres Ende.

 

Pengiriman ini tidak sekadar memindahkan sejumlah paket bantuan dari satu daerah ke daerah lainnya. Di balik setiap paket sembako yang diberangkatkan, terdapat pesan kuat bahwa masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana tidak berjalan sendirian. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap mendapat perhatian di tengah situasi pascabencana.

 

Salah satu kendaraan, EB 8537 BH, mengangkut sebanyak 360 paket sembako yang dikemas dalam spundbond. Setiap paket berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras 5 kilogram, mi, gula pasir 1 kilogram, susu kaleng, minyak goreng 1 liter, dan kopi.

 

Sementara itu, kendaraan EB 8366 BS membawa komoditas pangan berupa 790 papan telur. Jumlah tersebut menambah stok telur yang sebelumnya telah digeser dalam pengiriman terdahulu.

 

Jika seluruh pergeseran logistik dihitung hingga pengiriman Senin ini, jumlah bantuan yang telah bergerak menuju Polsek Maukaro mencapai 570 paket sembako yang dikemas dalam spundbond. Sedangkan untuk komoditas telur, terdapat 210 papan yang telah digeser pada pengiriman sebelumnya dan ditambah 790 papan pada pengiriman kali ini. Dengan demikian, total keseluruhan telur yang telah digeser mencapai 1.000 papan.

 

Angka-angka tersebut menggambarkan skala dukungan logistik yang sedang digerakkan. Bukan hanya bantuan simbolis, melainkan pasokan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang masih berada dalam bayang-bayang dampak gempa bumi.

 

Di sisi lain, persediaan bantuan sembako milik Ibu Ketua Umum Bhayangkari yang masih tersimpan di Aula Polres Sikka juga masih tersedia. Hingga laporan ini dibuat, tercatat sebanyak 430 spundbond berisi paket sembako masih menjadi stok yang siap untuk didistribusikan sesuai kebutuhan.

 

Rangkaian pendropingan bantuan dari Aula Polres Sikka tersebut telah selesai dilaksanakan. Setelah seluruh logistik dimuat dan diberangkatkan, kendaraan selanjutnya bergerak menuju Kabupaten Ende untuk melanjutkan perjalanan hingga ke wilayah tujuan, yakni Polsek Maukaro.

 

Perjalanan bantuan dari Sikka menuju Maukaro menjadi bagian penting dari mata rantai penanganan masyarakat terdampak bencana. Bantuan yang telah dikemas di satu daerah harus bergerak melewati jalur distribusi hingga benar-benar tiba di tangan warga yang membutuhkan.

 

Dengan diberangkatkannya kloter kedua ini, dukungan logistik dari Sikka kembali menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana bukan hanya tentang respons ketika bencana terjadi, tetapi juga tentang memastikan kebutuhan masyarakat tetap diperhatikan setelah situasi darurat berlalu.

 

Dari Aula Polres Sikka, ratusan paket sembako dan ribuan papan telur kembali bergerak menuju Ende. Bantuan itu membawa lebih dari sekadar bahan pangan—ia membawa kepedulian, solidaritas, dan pesan bahwa di tengah kerasnya hantaman bencana, masyarakat terdampak tetap menjadi bagian yang tidak boleh ditinggalkan. [Cm24]