“Di Balik 3.600 Pohon Cabai, Sentuhan Bhabinkamtibmas Polres Sikka Menggerakkan Ketahanan Pangan dari Desa Masebewa”
Kegiatan Bhabinkamtibmas Polres Sikka di Desa Masebewa berjalan aman dan kondusif serta mendapat respon positif dari masyarakat. Pendampingan ini menunjukkan sinergi kuat antara Polri dan warga dalam mendukung program ketahanan pangan, dengan pemanfaatan lahan produktif yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 10 April 2026 – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan.

Kali ini, Bhabinkamtibmas Polres Sikka yang bertugas di Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, AIPDA Kadek Maradona, turun langsung melakukan monitoring sekaligus pendampingan terhadap pemanfaatan lahan pekarangan bergizi milik warga, Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.
Kegiatan yang berlangsung di RT 004/RW 002, Dusun Waramari tersebut menjadi gambaran konkret sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan.
Di atas lahan seluas kurang lebih 25 x 60 meter persegi milik Ibu Lusia Seku, yang juga tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), tumbuh subur sekitar 3.600 pohon cabai keriting dengan usia tanam mencapai 58 hari.
Lahan yang telah bersertifikat ini dikelola secara mandiri, mulai dari pengadaan bibit hingga pemupukan yang menggunakan 30 kilogram NPK dan 15 kilogram Urea.
Kehadiran Bhabinkamtibmas bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan masyarakat mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.
Dalam interaksinya dengan warga, AIPDA Kadek Maradona menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Ia juga memberikan edukasi serta motivasi agar petani terus meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, efektif, dan bernilai ekonomis.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh konsistensi, pengetahuan, dan kemauan masyarakat untuk berkembang.
“Pendampingan ini bukan hanya tentang menanam, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengelola, merawat, hingga memanfaatkan hasilnya secara maksimal untuk kesejahteraan bersama,” tersirat dalam arahannya di tengah kegiatan tersebut.
Respon masyarakat pun terbilang positif. Warga Dusun Waramari menyambut baik kehadiran dan perhatian dari pihak kepolisian. Mereka menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polri serta pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan yang telah dicanangkan secara nasional.
Langkah kecil dari Desa Masebewa ini sejatinya menjadi potret besar bagaimana kolaborasi antara aparat dan masyarakat mampu melahirkan kemandirian pangan dari tingkat paling dasar. Di tengah berbagai tantangan global, upaya seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi.
Dengan pendekatan humanis dan kehadiran aktif di tengah masyarakat, Polri kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan menuju kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. [Cm24]


