Dari Gelora Samador Maumere untuk Korban Gempa: DPR RI dan Gubernur NTT Turun Langsung Menguatkan Pengungsi
Kunjungan Anggota DPR RI dan Gubernur NTT ke Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak gempa bumi. Selain meninjau langsung kondisi pengungsi dan dapur umum, rombongan juga memberikan penguatan moral serta bantuan 3,6 ton daging rendang. Kehadiran tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Maumere, 23 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi kembali ditunjukkan melalui kunjungan langsung sejumlah pejabat nasional dan daerah ke Posko Pengungsian Terpusat di Lapangan Gelora Samador Maumere, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 14.50 Wita tersebut dihadiri Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Andreas Hugo Parera, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Komjen Pol. (Purn.) Gories Mere, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, S.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Gorgonius Nago Bapa, S.E., serta perwakilan BPBD Provinsi NTT.

Kehadiran para pejabat tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Mereka turun langsung melihat kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana mendapat perhatian.
Di tengah suasana pengungsian yang masih menyisakan kecemasan akibat gempa bumi, rombongan menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat. Percakapan berlangsung dalam suasana penuh empati, dengan perhatian diarahkan pada kondisi warga, kebutuhan selama berada di pengungsian, serta harapan agar proses penanganan bencana dapat segera memasuki tahap pemulihan.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian serta memberikan bantuan dalam penanganan dan penanggulangan bencana gempa bumi.
Menurutnya, dukungan yang datang dari berbagai pihak merupakan bentuk nyata solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit yang sedang dialami masyarakat.
“Bantuan, dukungan, dan kepedulian dari berbagai pihak merupakan bentuk nyata solidaritas dan kebersamaan dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” demikian pesan yang disampaikan Gubernur NTT kepada masyarakat terdampak.
Ia juga mengingatkan para pengungsi untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan selama berada di lokasi pengungsian. Masyarakat diminta tetap kuat dan tabah menghadapi kondisi yang ada.
Gubernur berharap seluruh tahapan penanganan hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara aman, nyaman, dan normal.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Andreas Hugo Parera memberikan penguatan moral kepada masyarakat yang terdampak. Ia berharap warga segera bangkit dan secara bertahap dapat kembali menjalankan kehidupan sebagaimana sebelum bencana terjadi.
Andreas menegaskan bahwa upaya pemulihan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian, tetapi juga menyangkut perbaikan rumah, bangunan, dan fasilitas yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
Dukungan terhadap proses pemulihan tersebut, menurutnya, perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap korban bencana diharapkan dapat bergotong royong untuk mempercepat pemulihan.
Pesan senada disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat Sikka.
Melchias mengajak masyarakat untuk tetap kuat, tabah, dan tidak kehilangan harapan. Di tengah situasi penuh ketidakpastian, ia mengingatkan masyarakat untuk terus berdoa agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga mendoakan agar seluruh warga terdampak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan sehingga dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan secara normal. Namun, salah satu perhatian paling nyata dalam kunjungan tersebut datang dari Komjen Pol. (Purn.) Gories Mere.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak gempa bumi, Gories Mere menyerahkan bantuan berupa 3,6 ton daging rendang untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga selama berada di lokasi pengungsian.
Bantuan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat. Di tengah kondisi pengungsian, kebutuhan pangan menjadi salah satu aspek utama yang harus terus dijaga agar warga dapat bertahan dengan kondisi yang layak.
Gories Mere menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan wujud empati terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Ia mengaku turut merasakan keprihatinan mendalam atas bencana yang menimpa saudara-saudara di Sikka.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat, sekaligus menjadi pesan bahwa warga terdampak tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri. Usai penyampaian pesan dan bantuan, rombongan kemudian meninjau langsung dapur umum dan kawasan Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador.
Para pejabat juga berbincang dengan masyarakat yang berada di sekitar posko untuk mendengar secara langsung kondisi serta kebutuhan warga selama menjalani masa pengungsian.
Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administratif dan koordinasi di balik meja. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk melihat kondisi riil di lapangan, mendengar keluhan warga, serta memastikan bantuan benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana, kehadiran pejabat negara dan pemerintah daerah di tengah-tengah pengungsian juga memiliki makna tersendiri. Selain membawa bantuan material, kehadiran tersebut memberikan penguatan moral bahwa proses penanganan bencana menjadi perhatian bersama.
Gempa bumi memang meninggalkan kerusakan dan ketidakpastian. Namun di tengah situasi tersebut, solidaritas, gotong royong, dan kehadiran berbagai pihak menjadi kekuatan penting untuk mempercepat proses pemulihan.
Kunjungan Anggota DPR RI, Gubernur NTT, serta rombongan ke Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere akhirnya tidak hanya menjadi agenda peninjauan, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan, bantuan, dan dukungan hingga mampu kembali berdiri dan menjalani kehidupan secara normal. [Cm24]


