Binroh Polres Sikka Perkuat Mental dan Moral Personel demi Pelayanan Humanis
Kegiatan Bimbingan Rohani (Binroh) Polres Sikka dan Polsek jajaran berlangsung tertib dan lancar sebagai upaya memperkuat keimanan, mental, serta integritas personel Polri. Diharapkan nilai-nilai spiritual dapat diwujudkan dalam pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, disiplin, dan bertanggung jawab guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Maumere, 22 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com — Dalam upaya memperkuat fondasi moral, meningkatkan keimanan, serta membentuk karakter personel yang profesional dan berintegritas, Polres Sikka bersama Polsek jajaran melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Binroh) pada Kamis (22/10/2026), mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Polres Sikka dan sejumlah Markas Komando (Mako) Polsek jajaran ini menjadi bagian penting dari pembinaan internal Polri. Tidak sekadar menjalankan rutinitas keagamaan, Binroh menjadi ruang refleksi bagi setiap personel untuk memperkuat integritas, mengendalikan diri, serta meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di Polres Sikka, kegiatan Bimbingan Rohani agama Islam dilaksanakan secara tatap muka di Mushola Al-Hikmah. Kegiatan diisi dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah, dilanjutkan dengan tausiah yang dibawakan oleh Aiptu Sopian Mutaqin, PS. Paur Renprogar Bagren Polres Sikka, serta diikuti personel Polres Sikka yang beragama Islam.

Sementara itu, Bimbingan Rohani agama Katolik dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan lokasi kegiatan di ruang Bag SDM Polres Sikka. Ibadah dipimpin oleh IPDA RM. Antonius A.S., S.Fil., M.Th., dan diikuti personel Polres Sikka yang beragama Katolik.

Pelaksanaan Binroh melalui pendekatan keagamaan tersebut menegaskan bahwa pembinaan personel tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dan profesionalitas dalam bertugas, tetapi juga pada kekuatan moral yang menjadi landasan setiap tindakan anggota Polri.
Sebab, profesionalitas tanpa integritas berisiko kehilangan arah, sedangkan kewenangan tanpa pengendalian diri dapat mengikis kepercayaan masyarakat. Karena itu, penguatan mental dan spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk personel yang mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab, disiplin, dan berpegang teguh pada nilai-nilai etika.
Pembinaan rohani juga dilaksanakan secara tatap muka di sejumlah Polsek jajaran, yakni Polsek Nita, Polsek Kewapante, Polsek Paga, Polsek Waigete, Polsek Bola, Polsek Lela, dan Polsek Nelle. Kegiatan di masing-masing Polsek diikuti oleh personel setempat sebagai bagian dari pembinaan rohani di tingkat kewilayahan.
Pelaksanaan Binroh di lingkungan Polres hingga Polsek jajaran menunjukkan pentingnya pembinaan personel secara berkelanjutan. Di tengah dinamika tugas kepolisian yang menuntut kecepatan bertindak, ketegasan mengambil keputusan, dan kemampuan menghadapi beragam persoalan masyarakat, kekuatan mental dan kematangan spiritual menjadi bekal yang tidak dapat diabaikan.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, nilai utama Binroh terletak pada bagaimana pesan-pesan moral dan keagamaan diterjemahkan menjadi perilaku nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kejujuran harus tercermin dalam tindakan, disiplin harus terlihat dalam pelaksanaan tugas, dan sikap humanis harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Setiap personel dituntut mampu menjaga amanah, menjunjung tinggi etika profesi, serta menggunakan kewenangan secara bertanggung jawab.
Kepercayaan publik tidak dibangun hanya melalui pernyataan, melainkan melalui tindakan nyata, konsistensi, dan keteladanan setiap anggota Polri ketika berhadapan dengan masyarakat.
Dengan demikian, pembinaan rohani diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter personel yang memiliki keteguhan iman, kematangan emosional, serta komitmen kuat terhadap pelayanan dan perlindungan masyarakat.
Kegiatan Bimbingan Rohani di lingkungan Polres Sikka dan Polsek jajaran berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini, Polres Sikka terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia Polri yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.
Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan rohani bukan semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, melainkan dari perubahan sikap dan perilaku personel dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Karena polisi yang kuat bukan hanya polisi yang tegas dalam bertindak, tetapi juga polisi yang mampu menjaga hati nurani, mengendalikan kewenangan, dan menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. [Cm24]
"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"


