“6 Ton Jagung dari Lela: Kolaborasi Polsek Lela Polres Sikka dan Desa Jadi Pilar Kemandirian Pangan”

Program ketahanan pangan BUMDes Karya Lestari Desa Lela berhasil menunjukkan hasil nyata dengan panen sekitar 6 ton jagung dari lahan 1 hektare, sebagai bukti kuat sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan desa secara aman dan berkelanjutan.

“6 Ton Jagung dari Lela: Kolaborasi Polsek Lela Polres Sikka dan Desa Jadi Pilar Kemandirian Pangan”
Panen Raya Jagung Desa Lela Bukti Nyata Ketahanan Pangan, Sinergi Polsek Lela Polres Sikka BUMDes dan Masyarakat Berbuah 6 Ton Hasil Panen

Tribratanewssikka.com - Maumere, 10 April 2026– Komitmen membangun kemandirian pangan di tingkat desa kembali menunjukkan hasil nyata. Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Lestari Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, berhasil membuahkan panen jagung yang menggembirakan.

Pada Jumat (10/4/2026) pagi, suasana di kebun Kelompok Tani Holly Spirit, yang terletak di area Biara Susteran SSpS, Dusun Lela, tampak semarak. Berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani berkumpul dalam satu momen penting: seremonial panen jagung sebagai simbol keberhasilan program ketahanan pangan desa.

Panen ini bukan sekadar kegiatan rutin pertanian, melainkan representasi nyata dari sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, penyuluh pertanian, serta masyarakat dalam menjawab tantangan ketersediaan pangan.

 

Program yang mulai ditanam pada 16 Desember 2025 tersebut menggunakan varietas unggulan, yakni jagung hibrida Pertiwi, dengan luas lahan kurang lebih satu hektare. Dari lahan tersebut, kelompok tani berhasil memanen sekitar 6 ton jagung, angka yang cukup signifikan untuk skala pengelolaan desa.

 

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan lahan yang baik, didukung pendampingan teknis serta kolaborasi lintas sektor, mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lela Yohanes K. Soru, Kapolsek Lela AKP I Nyoman Simeon, Penjabat Desa Lela Firmianus Fimin, serta Bhabinkamtibmas Desa Lela AIPDA Jhon Kenedi Roga. Turut pula mendampingi Kanit Intelkam Polsek Lela AIPDA Luis Pora Jika, Kepala BPP Kecamatan Lela Yohanes Veni Virma, penyuluh lapangan Richard Boer, serta Direktur BUMDes Herman Yoseph Freinademets bersama jajaran.

 

Kehadiran tokoh masyarakat Thomas Raja dan Kelompok Tani Holly Spirit semakin mempertegas bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen desa.

 

Tak hanya itu, keterlibatan pihak Biara Susteran SSpS melalui Suster Margareta EA bersama para aspiran juga menjadi gambaran kuat bahwa pembangunan desa, khususnya di sektor pangan, dapat melibatkan berbagai elemen sosial secara inklusif.

 

Momentum panen ini sekaligus menjadi refleksi bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

 

Di tengah berbagai tantangan global terhadap sektor pangan, Desa Lela memberikan contoh konkret bagaimana desa mampu berdiri di atas kaki sendiri, mengelola potensi lokal, dan menghasilkan output yang nyata.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, dengan keterlibatan aktif aparat keamanan yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

 

Panen raya ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program serupa, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal. Dari Lela, harapan itu dipanen — bukan hanya jagung, tetapi juga masa depan kemandirian pangan. [Cm24]