Tak Sekadar Jalan Santai, Polsek Nelle Polres Sikka Bentengi Pelajar SMPN 2 Maumere dari Cyber Crime, Bullying dan Bahaya NAPZA
Kegiatan jalan santai dan sosialisasi yang dilaksanakan Polsek Nelle di SMP Negeri 2 Maumere menjadi langkah preventif dan edukatif dalam membekali pelajar dengan pemahaman tentang cyber crime, disiplin lalu lintas, kenakalan remaja, bullying, serta bahaya penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, guru, dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, disiplin, dan bebas dari berbagai bentuk perilaku negatif.
Maumere, 17 July 2026. Tribratanewssikka.com – Upaya membangun kesadaran hukum dan membentengi generasi muda dari berbagai ancaman kenakalan remaja terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor Nelle. Tidak sekadar hadir dalam ruang-ruang penindakan, Polsek Nelle menunjukkan pendekatan preventif dengan menyasar langsung kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan jalan santai yang dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai cyber crime, disiplin lalu lintas, kenakalan remaja, bullying, serta bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Maumere.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Ratusan siswa-siswi kelas VII, VIII dan IX, khususnya para peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dari Paroki Roh Kudus Nelle menuju SMP Negeri 2 Maumere yang berlokasi di Dusun Enak, Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka. Perjalanan tersebut mendapat pengawalan dari Kanit Sabhara Polsek Nelle bersama sejumlah anggota guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
Setibanya di lingkungan sekolah, para peserta kemudian beristirahat dan menikmati snack bersama sembari menunggu agenda utama, yakni sosialisasi yang menghadirkan Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Parwata sebagai narasumber.
Memasuki pukul 09.00 WITA, suasana kegiatan berubah menjadi ruang edukasi hukum yang sarat pesan penting bagi para pelajar. Di hadapan siswa-siswi SMP Negeri 2 Maumere, IPTU Sang Nyoman Parwata didampingi Kanit IK Polsek Nelle menyampaikan berbagai materi yang dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Cyber crime menjadi salah satu isu penting yang disampaikan kepada para pelajar. Di era digital, ruang kehidupan anak-anak muda tidak lagi hanya berada di lingkungan sekolah dan rumah, tetapi juga di dunia maya. Media sosial dan berbagai platform digital dapat menjadi sarana positif untuk belajar dan berkembang, namun juga dapat berubah menjadi ruang munculnya berbagai persoalan hukum apabila digunakan tanpa tanggung jawab.
Karena itu, para siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, menjaga etika dalam berkomunikasi di dunia maya, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memahami bahwa aktivitas di ruang digital tetap memiliki konsekuensi hukum.
Selain cyber crime, persoalan bullying atau perundungan juga menjadi perhatian serius. Bullying tidak boleh dipandang sebagai candaan biasa. Perundungan dapat meninggalkan dampak yang panjang terhadap korban, baik secara psikologis maupun sosial. Karena itu, para siswa didorong untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, saling menghormati dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta intimidasi.
Pesan yang sama juga disampaikan terkait kenakalan remaja. Para pelajar diajak untuk tidak mudah terjerumus dalam pergaulan negatif, tawuran, tindakan kekerasan maupun perilaku lain yang dapat merusak masa depan dan berhadapan dengan hukum.
Tak kalah penting, bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) juga menjadi materi utama dalam sosialisasi tersebut. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengancam kesehatan dan masa depan, tetapi juga dapat menyeret seseorang ke dalam persoalan hukum yang serius.
Pencegahan sejak dini menjadi kunci. Para siswa diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk ancaman, berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba, serta tidak ragu untuk melaporkan kepada orang tua, guru maupun pihak kepolisian apabila menemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
Di bidang disiplin lalu lintas, para pelajar juga diingatkan untuk memahami pentingnya keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Sebagai pengguna jalan, para siswa memiliki tanggung jawab untuk menaati aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Parwata, Plt. Kepala SMP Negeri 2 Maumere Anselmus Vitalis Mude Kiok, S.Pd., anggota Polsek Nelle, para guru serta seluruh siswa-siswi SMP Negeri 2 Maumere.
Dalam kegiatan tersebut, muncul pula masukan penting dari Ibu Lastri yang meminta dukungan dan kesediaan Polsek Nelle untuk membantu melaksanakan pengaturan maupun penertiban lalu lintas pada saat jam masuk dan pulang sekolah.
Permintaan tersebut dinilai penting mengingat aktivitas kendaraan dan mobilitas pelajar pada jam-jam tersebut cukup tinggi. Kehadiran personel kepolisian di sekitar lingkungan sekolah diharapkan dapat menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib, sekaligus meningkatkan kesadaran para siswa untuk menjadi pelajar yang disiplin dan taat aturan.
Kegiatan jalan santai dan sosialisasi ini menjadi gambaran bahwa membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu harus dimulai dari tindakan penegakan hukum. Edukasi, komunikasi dan pencegahan justru menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai berbagai persoalan sejak dini.
Polsek Nelle tidak hanya hadir untuk menindak ketika pelanggaran telah terjadi, tetapi juga hadir untuk memberikan pemahaman sebelum persoalan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
Di tengah derasnya arus teknologi, meningkatnya tantangan pergaulan remaja dan maraknya berbagai bentuk kejahatan yang menyasar generasi muda, edukasi hukum menjadi benteng awal yang sangat penting.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa SMP Negeri 2 Maumere diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, kesadaran hukum serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap cyber crime, bullying, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan berakhir pada pukul 10.15 WITA dalam keadaan aman, tertib dan terkendali. [Cm24]


