Tak Banyak Bicara, Tanarawa Sikka Buktikan: 15,9 Ton Jagung Siap ke Pasar

Panen jagung hibrida di Desa Tanarawa Kabupaten Sikka dengan hasil mencapai 15,9 ton menegaskan keberhasilan sinergi antara petani, pemerintah, Polri, dan pihak swasta dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Tak Banyak Bicara, Tanarawa Sikka Buktikan: 15,9 Ton Jagung Siap ke Pasar
Tanarawa Sikka Bangkit! Panen Jagung 15,9 Ton Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Tribratanewssikka.com - Maumere, 7 Mei 2026. Hamparan lahan di Dusun Wolometang, Desa Tanarawa, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, pada Rabu pagi (6/5/2026) menjadi saksi nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi lintas sektor menjelma menjadi hasil yang membanggakan. 

Di bawah terik matahari yang perlahan meninggi, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani KALERAGA memanen jagung hibrida jenis Sumo Sakti—komoditas unggulan yang kini menjadi simbol ketahanan pangan berbasis desa.

Kegiatan panen yang dimulai pukul 10.00 WITA ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan representasi konkret dari keberhasilan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. 

 

Program tersebut terbangun atas sinergi antara kelompok tani dengan pihak swasta, PT. SMJ, yang tidak hanya hadir sebagai mitra produksi, tetapi juga sebagai penjamin pasar hasil panen. Di atas lahan seluas 3 hektar yang ditanam sejak Desember 2025, jagung hibrida jenis Sumo Sakti menunjukkan performa produktivitas yang menjanjikan. 

 

Dengan estimasi hasil mencapai 5,3 ton per hektar, total produksi diproyeksikan menembus angka 15,9 ton. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan keberhasilan pola tanam yang terencana, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendampingan yang berkelanjutan.

 

Lebih dari itu, keberhasilan panen ini juga memiliki nilai ekonomi yang konkret. Seluruh hasil panen akan diserap langsung oleh PT. SMJ dengan harga Rp 4.000 per kilogram. Skema ini memberikan kepastian pasar sekaligus menjamin stabilitas pendapatan petani—sebuah langkah maju dalam memutus mata rantai ketidakpastian yang selama ini kerap membayangi sektor pertanian di tingkat desa.

 

Di balik keberhasilan tersebut, peran aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Tanarawa patut mendapat sorotan. Kehadiran AIPTU Abilio De Jesus selaku Kapospam Talibura dan AIPDA Zul Halim, SH bukan hanya sebatas pengamanan, tetapi juga bentuk nyata dukungan Polri dalam mengawal program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Polisi tidak lagi sekadar penjaga keamanan, tetapi juga mitra aktif dalam pembangunan masyarakat.

 

Panen raya ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan Camat Waiblama, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) beserta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perwakilan manajemen PT. SMJ, Kepala Desa Tanarawa dan jajarannya, para kepala dusun, hingga seluruh anggota Kelompok Tani KALERAGA yang berjumlah 10 orang di bawah kepemimpinan Laurensius Lodan. 

 

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus ditopang oleh kolaborasi yang solid.

 

Di tengah berbagai tantangan global terkait ketahanan pangan, apa yang terjadi di Tanarawa menjadi potret optimisme. Desa tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang mampu berdiri mandiri dan produktif. 

 

Jagung yang dipanen hari itu bukan hanya hasil bumi, tetapi juga simbol harapan—bahwa dengan kemitraan yang tepat, dukungan yang konsisten, dan kerja keras tanpa henti, kedaulatan pangan bukanlah sekadar wacana.

 

Kegiatan panen berakhir pada pukul 13.50 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Namun gaung keberhasilannya diyakini akan terus bergema, menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk bergerak, berinovasi, dan memperkuat fondasi ketahanan pangan dari akar rumput. [Cm24]