Polres Sikka Bergerak, Bantuan Logistik Polri dan Bhayangkari Peduli Menembus Dusun Lei untuk Warga Terdampak Gempa

Polres Sikka melalui Posko Polri dan Bhayangkari Peduli menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa di Dusun Lei. Aksi tersebut menegaskan kehadiran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda kemanusiaan yang responsif, peduli, dan hadir bersama masyarakat dalam menghadapi bencana.

Polres Sikka Bergerak, Bantuan Logistik Polri dan Bhayangkari Peduli Menembus Dusun Lei untuk Warga Terdampak Gempa
Polres Sikka Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Gempa di Dusun Lei, Wujud Nyata Kepedulian Polri di Tengah Bencana

Maumere, 25 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Kepolisian Resor Sikka kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. 

Di tengah kondisi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascagempa bumi, jajaran Polres Sikka bergerak menyalurkan bantuan logistik dari Posko Polri dan Bhayangkari Peduli kepada masyarakat di Dusun Lei, Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan pendistribusian bantuan tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 Wita dan dipusatkan dari Posko Polri dan Bhayangkari Peduli di Kecamatan Palue. Bantuan diarahkan langsung kepada masyarakat Dusun Lei sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons kemanusiaan Polri terhadap warga yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.

 

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro., S.I.K.,didampingi Kasikum Polres Sikka, AKP I Wayan Artawan, S.H. Kehadiran personel kepolisian di lapangan tidak sekadar memastikan bantuan bergerak dari posko menuju masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi di tengah situasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pastor Paroki Keluarga Kudus Lei, Reminus Hambur, CJD, personel Polres Sikka yang terlibat berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin/342/VIII/OPS.2.1./2026, serta masyarakat Dusun Lei sebagai penerima bantuan.

 

Bantuan yang disalurkan terdiri atas berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari. Sebanyak 12 karung beras ukuran 10 kilogram didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, terdapat 4 dus minyak goreng Kita, 10 dus air mineral Como ukuran 1,5 liter, 20 buah handuk, 10 bungkus gula ukuran 1 kilogram, 5 dus Pop Mie ukuran besar, 2 dus Pop Mie ukuran kecil, 2 dus Mie Sedaap, 1 dus kopi Uang Emas, serta 1 dus makanan ringan (snack).

 

Deretan bantuan tersebut menjadi bagian penting dari dukungan kemanusiaan bagi warga yang berada dalam kondisi pascabencana. Bantuan pangan dan kebutuhan harian bukan hanya soal barang yang diterima, tetapi juga menjadi pesan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.

 

Pengiriman logistik dilakukan menggunakan 1 unit mobil R4 dinas Polri Polres Sikka. Dengan kendaraan tersebut, personel membawa bantuan dari Posko Polri dan Bhayangkari Peduli menuju Dusun Lei untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat.

 

Di tengah keterbatasan dan situasi yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran personel Polri di lokasi menjadi gambaran bahwa penanganan bencana membutuhkan gerak cepat, koordinasi, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Polisi tidak hanya hadir dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil peran dalam misi kemanusiaan ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit.

 

Keterlibatan Pastor Paroki Keluarga Kudus Lei bersama personel kepolisian dan masyarakat juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana. Solidaritas lintas elemen menjadi kekuatan penting untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

 

Bagi Polres Sikka, bantuan tersebut bukan sekadar aktivitas pendistribusian logistik. Di balik setiap karung beras, dus air mineral, minyak goreng, makanan, hingga perlengkapan harian yang disalurkan, terdapat pesan kemanusiaan yang hendak ditegaskan: Polri hadir bersama masyarakat, terutama ketika masyarakat sedang berada dalam situasi paling membutuhkan.

 

Gerak kemanusiaan melalui Posko Polri dan Bhayangkari Peduli menjadi bukti bahwa dalam menghadapi bencana, kecepatan bertindak harus berjalan beriringan dengan kepedulian. Masyarakat terdampak tidak hanya membutuhkan bantuan untuk bertahan, tetapi juga membutuhkan keyakinan bahwa ada pihak yang berdiri bersama mereka dalam melewati masa sulit.

 

Dari Dusun Lei, semangat itu kembali ditegaskan. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat harapan masyarakat di tengah situasi bencana. [Cm24]