“Pendekatan Humanis Jajaran Polres Sikka, Kasus Dugaan Perzinahan Tuntas Lewat Jalur Kekeluargaan”
Kegiatan problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas berhasil menyelesaikan permasalahan secara damai melalui pendekatan kekeluargaan dan kearifan lokal, sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 20 Maret 2026 – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Sikka dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui kegiatan problem solving, persoalan dugaan perzinahan yang melibatkan warga Dusun Hurabegor, Desa Darat Gunung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka berhasil diselesaikan secara damai dan bermartabat.

Peristiwa tersebut dimediasi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, bertempat di Kantor Pos Pam Talibura Polsek Waigete Polres Sikk. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Watubaing, AIPDA Wilfridus A. Majuk, S.H., dengan menghadirkan pihak pelapor maupun terlapor beserta keluarga masing-masing.
Kasus ini bermula dari laporan seorang warga bernama Amn terhadap dugaan perzinahan yang dilakukan oleh D. D dan Abl. Dalam proses mediasi yang berlangsung terbuka dan penuh kekeluargaan, kedua terlapor secara jujur mengakui perbuatannya serta menyampaikan permohonan maaf kepada pelapor.
Menariknya, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal, pelapor memilih untuk menerima permohonan maaf tersebut dan tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum. Kedua belah pihak pun sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, disertai komitmen kuat dari para terlapor untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Keberhasilan mediasi ini menjadi cerminan nyata bahwa pendekatan persuasif dan dialogis yang dilakukan oleh aparat kepolisian mampu meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat. Selain itu, penyelesaian berbasis kearifan lokal dinilai lebih efektif dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial warga.
Tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah, dalam kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas juga memberikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat. Warga diingatkan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu, khususnya bagi para nelayan yang beraktivitas di laut, guna menghindari potensi bahaya. Lebih jauh, masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Bhabinkamtibmas turut mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti pencurian, konflik sosial, maupun gangguan ketertiban lainnya. Masyarakat diimbau untuk saling menjaga lingkungan, meningkatkan ronda malam, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
“Momentum hari raya harus menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya memicu konflik. Mari bersama kita jaga keamanan lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” demikian pesan yang disampaikan kepada warga.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, seluruh rangkaian problem solving berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan lancar. Kesepakatan damai yang dicapai tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan harmoni di tengah masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri, khususnya Polres Sikka, dalam mengedepankan pendekatan humanis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. [Cm24]


