“Mengawal Langkah Iman: Polsek Paga Polres Sikka Amankan Kirab Salib Suci NYD 2026 di Kecamatan Mego”
Kegiatan Perarakan Kirab Salib Suci NYD 2026 dari Paroki St. Vincentius A. Paulo Feondari menuju Kapela St. Yohanes Brechmans Ratekalo berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, melibatkan ratusan OMK dan umat Katolik sebagai wujud penguatan iman, persaudaraan, serta semangat kebersamaan dalam menyongsong Nusra Youth Day (NYD) 2026 bertema “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja”. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dengan pengamanan personel Polsek Paga, tanpa adanya gangguan kamtibmas.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 26 Mei 2026 — Semangat iman kaum muda Katolik di Kabupaten Sikka kembali bergelora dalam balutan khidmat dan kebersamaan. Ratusan umat bersama Orang Muda Katolik (OMK) mengikuti Perarakan Kirab Salib Suci Nusra Youth Day (NYD) 2026 yang berlangsung dari Gereja Paroki St. Vincentius A. Paulo Feondari, Desa Wolodhesa, Kecamatan Mego menuju Kapela St. Yohanes Brechmans Ratekalo, Desa Ratekalo, Senin (25/5/2026).

Mengusung tema “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja”, kirab suci ini bukan sekadar prosesi seremonial keagamaan, melainkan sebuah peristiwa iman yang sarat makna spiritual, solidaritas antarumat, sekaligus simbol estafet pelayanan dan persaudaraan menuju puncak perhelatan Nusra Youth Day (NYD) 2026.
Sejak siang hari, halaman Gereja Paroki St. Vincentius A. Paulo Feondari dipenuhi umat yang datang dengan antusias. Wajah-wajah penuh sukacita berpadu dengan nuansa religius yang begitu kental. Kaum muda, para pastor, hingga umat lintas usia tampak larut dalam persiapan menyambut momentum yang dianggap sebagai perjalanan rohani bersama.
Tepat pukul 14.30 Wita, suasana hening menyelimuti gereja saat Ibadat Sabda Pelepasan Salib Suci NYD 2026 dimulai. Ibadat dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Vincentius A. Paulo Feondari, Pater Ferdy Walle, CJD, bersama para imam konselebran.
Di hadapan Salib Suci yang ditahtakan secara khidmat, umat memanjatkan doa dan harapan agar perjalanan Salib NYD menjadi tanda pemersatu kaum muda Katolik di wilayah Nusa Tenggara, sekaligus menjadi jalan pembinaan iman generasi muda di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Usai ibadat, sekitar pukul 15.00 Wita, suasana berubah menjadi lebih hidup ketika persiapan perarakan dimulai. Dengan penuh penghormatan, Salib Suci NYD diangkat dan diarak meninggalkan halaman gereja menuju lokasi penjemputan di Ratekalo.
Perjalanan kirab berlangsung dalam suasana religius yang menggetarkan. Barisan perarakan disusun secara tertib, diawali oleh petugas keamanan, disusul pembawa baliho, pembawa Salib Suci NYD, pembawa lilin, pembawa Salib OMK Paroki St. Vincentius A. Paulo Feondari, pembawa panji kolekte NYD, kemudian OMK dan umat yang berjalan bersama dalam irama doa dan nyanyian rohani.
Sekitar 200 umat dan OMK terlibat langsung dalam prosesi ini. Dukungan kendaraan pengiring juga tampak mewarnai perjalanan, terdiri dari 20 unit kendaraan roda dua, tiga unit kendaraan roda empat, dan satu kendaraan roda enam, yang mengawal jalannya rombongan menuju titik penerimaan.
Meski menempuh perjalanan yang cukup panjang, semangat peserta tidak surut. Langkah demi langkah menjadi simbol perjalanan spiritual yang menyatukan harapan, pengorbanan, dan komitmen iman. Salib Suci yang dipikul di tengah perjalanan menjadi penanda kuat bahwa gereja kaum muda terus bergerak, tumbuh, dan hadir di tengah masyarakat.
Tepat pukul 17.00 Wita, rombongan tiba di Ratekalo, lokasi penjemputan yang telah dipadati umat dari Paroki St. Maria Imaculata Lekebai. Suasana penyambutan berlangsung meriah namun tetap sarat kekhusyukan.
Pastor Paroki St. Maria Imaculata Lekebai, Romo Aleksius Luna, O.Carm, bersama para imam konselebran, OMK, dan ratusan umat menyambut kedatangan Salib Suci dengan prosesi adat dan liturgi yang berlangsung penuh penghormatan.
Prosesi penerimaan diawali dengan doa penyerahan, dilanjutkan penaburan bunga, pelepasan pengalungan, tarian penyerahan, sapaan adat, hingga doa penerimaan, yang menjadi simbol diterimanya estafet pelayanan iman oleh umat Lekebai.
Momen ini menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam keseluruhan rangkaian kegiatan. Salib Suci tidak hanya dipandang sebagai simbol religius, melainkan juga sebagai lambang persatuan, harapan, dan panggilan pelayanan bagi generasi muda Katolik di Nusa Tenggara.
Tanpa jeda panjang, sekitar pukul 17.05 Wita, perarakan kembali dilanjutkan menuju Kapela St. Yohanes Brechmans Ratekalo dengan berjalan kaki. Barisan umat bergerak perlahan namun penuh semangat, mengiringi Salib Suci dalam suasana doa, pujian, dan refleksi iman.
Sekitar 200 umat Paroki St. Maria Imaculata Lekebai turut ambil bagian dalam iring-iringan tersebut. Jalan menuju kapela berubah menjadi lorong persaudaraan yang memperlihatkan eratnya kebersamaan umat dalam menyongsong NYD 2026.
Saat rombongan tiba di pintu gerbang kapela sekitar pukul 17.25 Wita, suasana haru kembali terasa. Salib Suci kemudian ditahtakan di dalam kapela dan dilanjutkan dengan Doa Syukur Penerimaan Salib NYD, ibadat singkat penerimaan, pembacaan Kitab Suci, renungan singkat, doa umat, hingga lagu penutup.
Rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 18.00 Wita dalam suasana damai dan penuh sukacita. Di balik semarak prosesi keagamaan tersebut, pengamanan juga berjalan optimal. Personel Polsek Paga diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib berdasarkan Surat Perintah Kapolsek Paga Nomor: Sprin/36/V/2026 tanggal 17 Mei 2026. Sejumlah personel tampak aktif melakukan pengawalan selama jalannya perarakan guna mengantisipasi gangguan keamanan maupun kelancaran arus perjalanan.
Kehadiran aparat keamanan mendapat apresiasi umat karena memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa hambatan. Kirab Salib Suci NYD 2026 di Kecamatan Mego akhirnya tidak hanya meninggalkan jejak perjalanan fisik dari satu paroki menuju kapela tujuan, tetapi juga menghadirkan perjalanan batin yang mendalam—sebuah pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, iman, persaudaraan, dan keterlibatan kaum muda tetap menjadi denyut hidup gereja.
Dalam langkah panjang mengiringi Salib Suci itu, tersirat pesan yang kuat: bahwa membangun bangsa dan gereja bukanlah tugas segelintir orang, melainkan perjalanan bersama, yang ditempuh dalam iman, pengorbanan, dan persatuan. [Cm24]


