“Cegah Ancaman Rabies Meluas, Desa Kokowahor Matangkan Penanganan Lewat Musyawarah”
Musyawarah Desa Kokowahor menjadi langkah strategis dalam memperkuat pencegahan dan penanganan rabies melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat, melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat guna menciptakan respons cepat terhadap potensi penyebaran rabies di wilayah desa.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 26 Mei 2026 – Upaya serius mencegah penyebaran rabies di wilayah pedesaan terus diperkuat. Pemerintah Desa Kokowahor bersama unsur terkait menggelar Musyawarah Desa tentang Penanggulangan dan Penanganan Rabies yang berlangsung di Aula Kantor Desa Kokowahor, Dusun Ili, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Senin (25/5/2026) pukul 10.00 WITA.

Kegiatan yang mendapat pengawalan dan pemantauan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Kokowahor, AIPTU Hadi Saputra, menjadi forum penting dalam membangun kesepahaman lintas sektor guna menghadapi ancaman rabies yang sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Musyawarah desa tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua BPD Desa Kokowahor dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan desa, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu Ketua dan Anggota BPD Desa Kokowahor, Penjabat Kepala Desa Kokowahor, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Kokowahor, para kepala dusun, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, kader, tutor PAUD, guru, serta warga Desa Kokowahor.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib dan penuh partisipasi. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembukaan oleh Ketua BPD Desa Kokowahor, serta sambutan dari Penjabat Kepala Desa Kokowahor.
Momentum penting dalam musyawarah tersebut adalah penyampaian materi teknis oleh dokter hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka terkait bahaya rabies, langkah pencegahan, penanganan dini, serta strategi mitigasi apabila ditemukan kasus gigitan hewan penular rabies di lingkungan masyarakat.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, forum musyawarah juga menghasilkan pembahasan strategis terkait pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanganan Rabies di tingkat desa. Tim ini nantinya diharapkan menjadi garda terdepan dalam merespons cepat setiap laporan warga terkait dugaan kasus rabies, termasuk koordinasi penanganan hewan terindikasi terpapar serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Selain itu, peserta musyawarah juga membahas penetapan hasil-hasil kesepakatan, termasuk waktu pelaksanaan kegiatan Tim Reaksi Cepat Penanganan Rabies agar langkah mitigasi dapat berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.
Suasana diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari peserta, mencerminkan tingginya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan rabies secara terpadu. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan hasil musyawarah.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendorong penguatan sinergitas antara pemerintah desa, instansi teknis, dan masyarakat dalam menghadapi isu kesehatan yang berpotensi mengganggu keselamatan publik.
Secara keseluruhan, kegiatan musyawarah berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Langkah preventif yang dibangun melalui forum ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Desa Kokowahor dalam mencegah serta menangani ancaman rabies secara cepat dan terpadu. [Cm24]


