Kawal Bantuan Korban Gempa, Polres Sikka Pastikan 1.583 Logistik Tiba Aman di Posko Palue
Kedatangan KM. Canditio di Pulau Palue membawa 1.583 paket/barang bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi. Seluruh proses bongkar, pengangkutan, dan pengamanan bantuan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Polres Sikka bersama masyarakat, hingga bantuan berhasil dipindahkan ke Posko Polri di SMPK Rokatenda dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Maumere, 26 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Palue kembali diwujudkan melalui pengiriman bantuan logistik.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 12.20 Wita, KM. Canditio tiba di Pelabuhan PosPol Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, membawa bantuan logistik yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah tersebut.

Kedatangan kapal pengangkut bantuan itu menjadi bagian penting dalam rangkaian penanganan pascabencana di Pulau Palue. Di tengah kebutuhan masyarakat yang masih harus dipenuhi setelah bencana, distribusi logistik menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera tersalurkan secara tepat dan terorganisir.
Bantuan tersebut berasal dari DUDAS-1 (Donasi untuk Korban Gempa NTT dan Penonton Trans Entertainment) dan dibawa oleh Florius Nande selaku Koordinator Bantuan Logistik. Bantuan secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, yang terdampak bencana gempa bumi.
Setibanya KM. Canditio di Pelabuhan PosPol Palue, proses penurunan dan pengangkutan bantuan langsung dilakukan. Sejumlah personel kepolisian yang telah disprin dalam rangka tanggap darurat bencana gempa bumi Palue turut mengambil bagian dalam proses tersebut bersama masyarakat setempat.
Kehadiran unsur kepolisian dalam proses penjemputan hingga pengangkutan logistik menunjukkan bahwa pengamanan dan penanganan bantuan tidak berhenti pada saat bantuan tiba di pelabuhan. Setiap tahapan dikawal agar bantuan dapat bergerak dari titik kedatangan menuju lokasi penampungan sebelum selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Waka Polres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., Kasikum Polres Sikka AKP I Wayan Artawan, S.H., Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Pawarta, KBO Sat. Samapta IPDA Paulus Wayan Keso, personel Polres Sikka yang tergabung dalam tim tanggap darurat bencana gempa bumi Palue, serta masyarakat Palue.
Bantuan yang tiba melalui KM. Canditio bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi membawa sejumlah kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Berdasarkan hasil pendataan, bantuan tersebut terdiri atas 344 karung beras ukuran 10 kilogram, 8 pak susu Clevo, 202 ikat telur, 10 dos minyak goreng Valensia, 290 dos minyak goreng Lavenia, serta 295 dos air minum Nusra.
Selain kebutuhan pangan utama, bantuan juga dilengkapi dengan 10 dos mi Eko, 119 dos mi Sedaap Soto, 120 dos mi Sedaap Goreng, dan 9 dos biskuit Gabin.
Perhatian terhadap kebutuhan kelompok rentan juga terlihat dari adanya bantuan berupa 18 dos Pampers ukuran L, 20 dos Pampers ukuran M, dan 18 dos Pampers ukuran S. Bantuan susu bagi anak turut disiapkan, yakni 9 dos SGM Ananda 0–6 ukuran 1.000 gram, 40 pak SGM Madu, 10 pak SGM 3+2, serta 21 pak SGM Ananda 0–6 ukuran 400 gram.
Tidak hanya makanan dan kebutuhan bayi, bantuan juga mencakup 40 buah terpal yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan warga di tengah kondisi pascabencana.
Secara keseluruhan, bantuan yang didroping melalui KM. Canditio tercatat mencapai 1.583 paket/barang bantuan. Jumlah tersebut menjadi tambahan penting bagi ketersediaan logistik masyarakat Palue yang tengah menghadapi situasi pascabencana.
Setelah proses bongkar muat selesai, bantuan logistik tidak dibiarkan menumpuk di kawasan pelabuhan. Dengan melibatkan masyarakat Palue, seluruh bantuan kemudian diangkut menuju Posko Polri Polres Sikka di SMPK Rokatenda, Kecamatan Palue.
Untuk mendukung proses pengangkutan, digunakan satu unit kendaraan dinas Polri Polres Sikka serta tiga unit mobil pick-up milik masyarakat Palue.
Kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Dalam situasi darurat, kecepatan, ketertiban, dan koordinasi menjadi faktor penting agar bantuan yang telah menempuh perjalanan hingga Pulau Palue dapat segera ditempatkan di lokasi yang aman dan siap untuk didistribusikan.
Posko Polri di SMPK Rokatenda selanjutnya menjadi salah satu titik pengelolaan bantuan sebelum logistik tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dengan pola tersebut, proses distribusi diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Proses kedatangan hingga pengangkutan bantuan berlangsung dalam suasana tertib. Personel Polres Sikka yang telah disprin dalam penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi Palue bersama masyarakat setempat terlibat langsung dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.
Kehadiran aparat kepolisian dalam situasi bencana memiliki arti strategis. Selain menjalankan fungsi pengamanan, kepolisian juga dituntut mampu memastikan mobilisasi bantuan berlangsung lancar, mencegah terjadinya hambatan di lapangan, serta membangun koordinasi dengan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam penanganan bencana.
Kegiatan pendropingan dan pengangkutan bantuan logistik dari Pelabuhan PosPol Palue menuju Posko Polri di SMPK Rokatenda akhirnya selesai sekitar pukul 16.30 Wita.
Lebih dari sekadar kedatangan sebuah kapal yang membawa bantuan, KM. Canditio pada hari itu membawa pesan kuat bahwa masyarakat Palue tidak berdiri sendiri menghadapi dampak bencana. Bantuan yang datang, tangan masyarakat yang ikut mengangkut, serta personel kepolisian yang mengawal prosesnya menjadi satu mata rantai solidaritas yang bergerak dari pelabuhan hingga ke titik penampungan.
Di tengah situasi pascabencana, setiap karung beras, setiap dus air minum, setiap paket makanan, kebutuhan bayi, hingga terpal yang tiba memiliki arti tersendiri bagi warga terdampak. Bantuan tersebut bukan hanya tentang jumlah barang yang terkumpul, tetapi tentang memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dan penanganan bencana terus bergerak.
Dengan selesainya proses pengangkutan menuju Posko Polri di SMPK Rokatenda, tahapan berikutnya adalah memastikan ribuan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Di titik inilah ketepatan pendataan, koordinasi, pengamanan, dan transparansi distribusi menjadi kunci agar bantuan tidak berhenti sebagai tumpukan logistik, melainkan berubah menjadi manfaat nyata bagi warga Pulau Palue yang sedang berjuang bangkit dari dampak gempa bumi. [Cm24]


