Hari Kedelapan Pencarian, Jejak Maria Oktavania Caroline Masih Misterius
Pencarian lanjutan terhadap Maria Oktavania Caroline yang dilaporkan hilang sejak 13 Juli 2026 kembali dilakukan oleh Polsek Kewapante bersama keluarga dan warga di Dusun Wairhabi, Desa Habi. Penyisiran difokuskan pada gudang-gudang serta rumah-rumah yang sebelumnya belum diperiksa. Namun hingga pencarian berakhir pada pukul 14.25 Wita, keberadaan korban masih belum diketahui dan upaya pencarian akan terus dilakukan.
Maumere,,20 July 2026. Tribratanewssikka.com — Upaya pencarian terhadap Maria Oktavania Caroline, perempuan yang dilaporkan hilang sejak Senin, 13 Juli 2026, terus dilakukan. Memasuki hari kedelapan sejak korban dinyatakan hilang, aparat Kepolisian Sektor Kewapante bersama keluarga korban kembali melakukan pencarian lanjutan di wilayah Dusun Wairhabi, Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Selasa (21/7/2026).

Pencarian kali ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kewapante, IPTU Chairil Syafar, bersama sejumlah personel Polsek Kewapante dan keluarga korban. Fokus pencarian diarahkan pada sejumlah lokasi yang sebelumnya belum pernah dilakukan pemeriksaan, termasuk gudang-gudang serta rumah-rumah di sekitar lokasi kejadian.

Kegiatan pencarian dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Sebelum bergerak menyisir sejumlah titik, Kapolsek Kewapante bersama anggota dan keluarga korban terlebih dahulu berkumpul di rumah Bapak Yulius Romaldus Luji.
Dari lokasi tersebut, tim kemudian bergerak melakukan pemeriksaan dan pencarian di sekitar rumah korban serta sejumlah bangunan dan tempat yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut.
Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar gudang-gudang dan rumah-rumah yang sebelumnya belum pernah dilakukan pencarian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama keluarga untuk mempersempit ruang pencarian dan menemukan titik terang terkait keberadaan Maria Oktavania Caroline.
Pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah sekitar lokasi kejadian di Dusun Wairhabi, Desa Habi. Setiap lokasi yang menjadi sasaran diperiksa secara cermat, mengingat hingga saat ini keberadaan korban masih belum diketahui secara pasti.
Selama kurang lebih tiga jam, aparat bersama keluarga korban terus melakukan pencarian di sejumlah titik. Kegiatan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 14.25 Wita. Setelah menyelesaikan penyisiran, Kapolsek bersama anggota dan keluarga korban kembali berkumpul di rumah Bapak Yulius Romaldus Luji.
Lima menit kemudian, tepatnya pukul 14.30 Wita, Kapolsek Kewapante bersama anggota meninggalkan lokasi. Dalam kegiatan pencarian tersebut, hadir Kapolsek Kewapante IPTU Chairil Syafar, Kanit Intelkam Polsek Kewapante AIPDA Yoseph Puri Koles, Kanit Reskrim Polsek Kewapante AIPDA Safrudin Soi, S.H., BRIPKA Yohanes R. Luga, serta BRIGPOL Petrus. Selain personel kepolisian, keluarga korban dan sejumlah tetangga korban turut terlibat dalam proses pencarian.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, hingga pencarian lanjutan tersebut berakhir, keberadaan Maria Oktavania Caroline masih belum diketahui secara jelas. Pihak keluarga juga telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan korban. Namun, sampai saat ini, belum ada kepastian yang dapat menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan Maria Oktavania Caroline.
Kepolisian bersama keluarga korban masih terus berupaya mencari titik terang. Pencarian pun menjadi bagian penting dari ikhtiar untuk mengungkap keberadaan korban, sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga yang hingga kini masih menanti kabar.
Situasi selama kegiatan pencarian berlangsung aman dan kondusif. Pencarian belum berhenti. Harapan keluarga untuk menemukan Maria Oktavania Caroline masih terus menyala. [Cm24]


