Distribusi MBG Skala Besar di Sikka Berjalan Kondusif di Bawah Pengawasan Polres Sikka Polda NTT

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka pada Rabu, 21 Januari 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan capaian distribusi 34.210 penerima manfaat dari total 37.284 penerima terdata melalui 13 Dapur SPPG. Seluruh kegiatan terlaksana sesuai arahan pusat, menggunakan mekanisme makanan basah bergizi seimbang, serta berada dalam situasi kondusif berkat monitoring Sat Intelkam Polres Sikka.

Distribusi MBG Skala Besar di Sikka Berjalan Kondusif di Bawah Pengawasan Polres Sikka Polda NTT
Program Makan Bergizi Gratis Presiden RI Menjangkau 34.210 Penerima Manfaat di Kabupaten Sikka, Distribusi Dimonitor Ketat Aparat Kepolisian

Tribratanewssikka.com - Maumere, 22 Januari 2026 – Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Pada Rabu, 21 Januari 2026, ribuan paket makanan bergizi disalurkan secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dengan total 34.210 penerima manfaat yang berhasil terlayani dalam satu hari.

 

Kegiatan penyaluran yang berlangsung sejak pukul 08.30 WITA hingga 13.30 WITA tersebut mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, tenaga pendidik, serta kelompok rentan di Posyandu yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, di bawah monitoring langsung Personel Unit II Sat Intelkam Polres Sikka.

 

Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis Presiden RI yang pengelolaannya dipercayakan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Di Kabupaten Sikka, implementasi program ini dilaksanakan melalui 13 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah kecamatan.

 

Penyaluran MBG dilakukan secara bertahap dan terstruktur, menyesuaikan dengan kapasitas masing-masing dapur SPPG. Menu yang disajikan menggunakan mekanisme makanan basah, sesuai arahan pusat, dengan komposisi gizi seimbang yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah.

 

Setiap dapur SPPG menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga SMK, serta ke Posyandu yang melayani masyarakat rentan. Proses distribusi dilaksanakan berdasarkan data penerima manfaat yang telah diverifikasi, guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

 

Penyaluran Program MBG pada hari tersebut menjangkau berbagai wilayah strategis di Kabupaten Sikka, meliputi: Kecamatan Alok, Kecamatan Alok Timur, Kecamatan Alok Barat, Kecamatan Lela, Kecamatan Kangae, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Nita dan Kecamatan Koting.

 

Dari total 37.284 penerima manfaat terdaftar, sebanyak 34.210 orang telah menerima manfaat langsung pada hari pelaksanaan. Sementara sisanya akan dilayani secara bertahap sesuai jadwal distribusi.

 

Dalam pelaksanaan terbaru ini, tercatat adanya penambahan satu dapur SPPG baru, yakni Dapur SPPG Sikka Alok 004 – Yayasan Atoin Nusa Amasat, yang berlokasi di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Dengan penambahan ini, jumlah dapur SPPG aktif di Kabupaten Sikka kini mencapai 13 dapur, menandai semakin luasnya jangkauan pelayanan Program MBG.

 

Untuk menjamin kelancaran kegiatan, aparat kepolisian dari Sat Intelkam Polres Sikka melaksanakan monitoring secara menyeluruh, mulai dari dapur SPPG hingga lokasi pendistribusian. Kehadiran aparat tidak hanya memastikan aspek keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pihak penyelenggara maupun masyarakat penerima manfaat. Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WITA, tidak ditemukan gangguan maupun kendala berarti. Situasi tetap aman, kondusif, dan terkendali.

 

Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok rentan. Sinergi antara pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, yayasan pengelola dapur SPPG, serta aparat keamanan menunjukkan bahwa program strategis nasional ini berjalan dengan baik di daerah.

 

Ke depan, pelaksanaan MBG diharapkan terus berkelanjutan dan menjangkau lebih luas, sebagai fondasi penting dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas. [Cm24]